Diseminasi Teknologi Pertanian

PRIMADONA BERAS MERAH

Sumber Gambar: Koleksi BPTP Bangka Belitung

PENDAHULUAN

 

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi yang kaya akan plasma nutfah baik berupa tanaman maupun hewan. Salah satu contohnya adalah keberadaan varietas lokal tanaman padi.Puluhan varietas lokal padi ladang tersebar di 6 (enam) Kabupaten yaitu Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka barat, Kabupaten Bangka Selatan dan kabupaten Belitung Timur. Sebesar 75 – 90% varieta lokal yang dibudidayakan petani pribumi tersebut adalah varietas lokal dengan beras berwarna merah.

 

Kesukaan masyarakat petani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap varietas padi cenderung berbeda antara daerah satu dengan yang lainnya. Dari rasa nasi yang dihasilkan, di satu daerah seperti Bangka Selatan cenderung menyukai nasi yang bertekstur pulen sedangkan daerah lain menyukai tekstur nasi yang bertekstur pera.

 


Tidak hanya dari segi rasa nasi, dari sisi warna beras yang dihasilkanpun masyarakat memiliki perbedaan. Disuatu daerah ada masyarakat yang menyukai beras berwarna putih (beras biasa), di daerah yang lainnya menyukai beras berwarna merah (beras merah). Kebiasaan dan budaya menyebabkan perbedaan tersebut, bahkan padi beras merah ini dibeberapa daerah cenderung memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih. Di Kabupaten Belitung Timur Provinsi Bangka Belitung misalnya, beras biasa (putih) ditingkat pedagang rata-rata Rp. 11.000,-/kg sedangkan beras merah bisa mencapai 15.000,-/kg.

 

Keunggulan Beras Merah

 

Beras merah dikenal karena memiliki pigmen merah yang mengandung senyawa antioksidan yang dipercaya baik bagi kesehatan tubuh. Antioksidan adalah molekul yang menghambat oksidasi molekul lain. Reaksi oksidasi dapat menghasilkan radikal bebas berantai yang dapat menyebabkan kerusakan atau kematian sel. Antioksidan menghentikan reaksi berantai ini dengan menghapus intermediet radikal bebas, dan menghambat reaksi oksidasi lainnya.

Berbeda dengan beras putih, beras merah biasanya dipasarkan dalam bentuk beras pecah kulit atau beras sosoh sebagian untuk mempertahankan pigmen merahnya yang berada dalam lapisan kulit (bekatul). Beras merah biasanya diolah menjadi bubur beras merah untuk makanan pendamping ASI (MPASI). Selain itu, beras merah juga dapat ditepungkan menjadi tepung beras merah sebagai bahan baku untuk membuat kue-kue basah atau kering sebagaimana layaknya tepung beras putih.

 

Varetas Lokal Padi Beras Merah Provinsi Kep. Bangka Belitung

 

Kesukaan petani di Provinsi Kep. Bangka Belitung terhadap beras merah sudah menjadi tradisi atau kearifan lokal yang dijaga kelestariannya secara turun-temurun hingga saat ini. Di Kabupaten Bangka misalnya, hasil eksplorasi oleh Tim Sumber Daya Genetik (SDG) terhadap varietas lokal padi ladang jumlahnya bisa mencapai 20-30 jenis dan sebesar 90% varietas padi tersebut adalah beras merah.

 

Varietas lokal padi ladang yang tersebar di Kabupaten Bangka antara lain : Padi Balok, Padi Seluman, Padi Utan Antu, Padi Mayang Pasir, Padi Mayang Pandan, Padi Paya, Padi Runteh, Padi Puteh, Padi Duku, Padi Radin, Padi Mukut, Padi Mayang, Padi Pulu Merah dan lain-lain. Setiap varietas lokal yang disebutkan tadi memiliki ciri khas masibg-masing.

 

Varetas Unggul Padi Beras Merah Balitbangtan


1. Aek Sibundong

Potensi hasil varietas Aek Sibundong adalah 8 ton/ha GKG, umur 108 s.d 125 hari dengan rasa nasi yang pulen. Ketahanan varietas Aek Sibundong terhadap hama dan penyakit tanaman adalah Agak tahan terhadap hama wereng coklat biottipe 2 dan 3 serta agak tahan terhadap bakteri hawar daun daun strain IV. Padi jenis ini cocok ditanam dengan ketinggian 700 m dari permukaan laut.



2. Inpari 24 Gabusan

Potensi hasil varietas Inpari 24 Gabusan adalah 7,7 ton/ha GKG, umur 111 hari dengan rasa nasi yang pulen. Ketahanan varietas Aek Sibundong terhadap hama dan penyakit tanaman adalah tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV, agak rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe VIII. Padi jenis ini cocok ditanam di dataran rendah dengan ketinggian 0-600 m dari permukaan laut.

 

3. Inpago 7

Potensi hasil varietas Inpago 7 adalah 7,4 ton/ha GKG, umur 111 hari dengan rasa nasi yang pulen. Ketahanan varietas Aek Sibundong terhadap hama dan penyakit tanaman adalah agak tahan terhadap wereng batang coklat bio tipe 1 dan 2, agak rentan terhadap wereng batang coklat bio tipe 3, Tahan terhadap penyakit blas ras 133, agak tahan blas ras 033, 173, dan 73. patotipe III, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV, agak rent1an terhadap hawar daun bakteri patotipe VIII. Padi jenis ini Baik ditanam di lahan kering dataran rendah sampai sedang < 700 m dpl

 

4. Inpara 7

Potensi hasil varietas Inpaga 7 adalah 5,1 ton/ha GKG, umur 114 hari dengan rasa nasi yang pulen. Ketahanan varietas Aek Sibundong terhadap hama dan penyakit tanaman adalah agak tahan terhadap tungro isolat subang, Tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan 173, agak tahan blas ras 133, patotipe III, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV, agak rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe VIII. Padi jenis ini Baik ditanam di lahan sawah pasang surut dan lebak.

 

Ditulis oleh : Feriadi, S.P.


Sumber Bacaan : BPTP. Babel dan IRRI. 2010. Masalah Lapang Hama
Penyakit Hara Padi
http://bbpadi.litbang.deptan.go.id

Sumber Gambar : Dokumentasi Feriadi

 

 

Tanggal Artikel : 14-11-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Perbenihan Kelapa Dalam
  2. Putri Dewa Durian Eksotis Babel
  3. Strategi Menghadapi Penyakit Kuning Lada
  4. Hama Dan Penyakit Durian

  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani