Diseminasi Teknologi Pertanian

TEKNIK PEMBUATAN SILASE LENGKAP

Sumber Gambar: koleksi Fauziah YA

Pakan merupakan kebutuhan pokok dan penting dalam usaha ternak. Sumber pakan ternak ruminansia adalah hijauan yang dapat berasal dari rumput-rumputan (rumput gajah, rumput raja, setara, benggala dll), legum (lamtoro, gamal, turi, indigofera dll) dan limbah pertanian (jerami padi, jerami jagung, daun singkong dll). Selain hijauan, terdapat juga pakan konsentrat untuk memperbaiki kandungan nutrisi dari pakan yang dihasilkan dan juga berfungsi sebagai bahan pendukung dalam proses fermentasi.


Kebutuhan pakan harus terpenuhi baik dari segi kuantitas atau jumlah maupun kualitas atau mutu pakan. Kuantitas pakan hijauan menghadapi permasalahan karena ketersediaannya yang berfluktuasi atau tidak tersedia sepanjang tahun. Pada musim hujan, umumnya ketersediaan pakan hijauan tinggi sedangkan pada musim kemarau ketersediaannya rendah dan tidak mampu mencukupi kebutuhan pakan. Karena sifat hijauan yang tidak tahan simpan maka petani tidak dapat menyimpan hijauan yang berlimpah di musim hujan untuk dapat dipergunakan pada musim kemarau.


Salah satu cara pengawetan pakan ternak adalah pembuatan silase. Tujuan pembuatan silase adalah untuk
1. Meningkatkan kualitas hijauan pakan ternak melalui peningkatan kualitas gizi dan daya cerna.
2. Meningkatkan daya tahan penyimpanan.
3. Menanggulangi kebutuhan hijauan pakan pada saat musim tertentu .
4. Pemanfaatan hasil limbah pertanian.

 

Bahan yang digunakan dalam pembuatan silase komplit, terdiri dari kelompok bahan pakan hijauan, yaitu rumput, leguminosa serta limbah pertanian; Kelompok bahan pakan konsentrat, berupa dedak padi/bekatul, onggok (ampas tapioka), ampas sagu, ampas tahu dan lain lain; Kelompok bahan pakan aditif, berupa campuran urea, mineral, tetes dan lain-lain. Rasio Hijauan : Konsentrat : Aditif yang digunakan mengacu pada formula 7 : 2 : 1 atau 6 : 3 : 1 yang didasarkan pada persentase berat.

 

Keunggulan silase komplit adalah:
1. Lebih mudah dalam pembuatannya karena tidak memerlukan tempat pemeraman yang an-aerob, cukup dengan semi aerob,
2. Kandungan gizi yang dihasilkan juga lebih tinggi, dapat memenuhi 70-90% kebutuhan gizi ternak sapi dan
3. Memiliki sifat organoleptis (bau harum, asam) sehingga lebih disukai ternak (palatable).

 

Bahan yang dibutuhkan
1. Kantong plastik besar/drum
2. Terpal
3. Mesin pencacah
4. Tali plastik
5. Hijauan pakan (odotan/indigofera) 7 bagian
6. Dedak/bekatul/onggok 2 bagian
7. Molases 1 bagian

 

CARA PEMBUATAN

1. Bentangkan terpal/plastik lebar
2. Cacah hijauan pakan menjadi ukuran 5-10 cm (semakin kecil semakin halus) diatas terpal/plastik lebar
3. Sebarkan hijauan pakan diatas terpal/plastik lebar kemudian diratakan
4. Taburkan secara merata dedak/bekatul/onggok diatas hijauan tersebut
5. Taburkan secara merata molases diatas dedak/bekatul/onggok dan hijauan
6. Aduk sampai rata
7. Masukkan campuran tersebut ke dalam drum/kantong plastik besar yang dibawahnya sudah ditutup rapat sampai seperempat tinggi drum/kantong plastik kemudian padatkan.
8. Masukkan kembali sampai setengah tinggi kemudian padatkan.
9. Masukkan kembali bahan tersebut sampai dengan ketinggian maksimal dalam drum atau untuk penggunaan kantong plastik, sisakan ketinggian plastik agar dapat diikat rapat kemudian padatkan.
10. Kemudian tutup dan tekan dengan kuat, sehingga tidak ada udara masuk ke dalam, serta jangan sampai bocor.
11. Simpan di tempat teduh.
12. Silase dapat mulai digunakan setelah 21 hari.

 

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN:

1. Kondisi alat dan bahan yang digunakan harus bersih, tidak bercampur dengan kotoran supaya tidak terkontaminasi. Adanya kotoran dapat mengakibatkan pembuatan silase tidak berhasil dan bahan campuran menjadi "KOMPOS" bukan "PAKAN".
2. Jika kondisi hijauan atau limbah petanian agak kering maka diperlukan tambahan air sehingga kadar air campuran mencapai 40%.
3. Pastikan campuran bahan dipadatkan dalam drum/kantong platik besar, sehingga memperkecil udara dalam proses pembuatan silase. Udara yang terlalu banyak dapat mengakibatkan silase membusuk.
4. Silase dapat disimpan selama 4-8 bulan. Pastikan penyimpanan ditutup rapat kembali setelah mengambil silase untuk pakan.

 

CIRI - CIRI SILASE YANG BAIK :

1. Berwarna hijau kekuningan
2. pH 3,8-4,2
3. Tekstur lembut dan bila dikepal tidak keluar air dan bau
4. KA 60-70%
5. Baunya Wangi

 

Sumber bacaan: dari berbagai sumber

Penyusun: Fauziah YA, Nandari D. Suretno, Andi Maryanto, Kiswanto

Tanggal Artikel : 12-11-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Padi Balok Varietas Lokal Berumur Genjah
  2. Petani Modern Sadar Iklim
  3. Primadona Beras Merah
  4. Perbenihan Kelapa Dalam