Diseminasi Teknologi Pertanian

TEKNOLOGI PRODUKSI UBIKAYU SECARA TUMPANGSARI

Sumber Gambar: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. 2005 Gambar Varietas Ubi Jalar Malang-4 dengan potensi produksi 39,7 ton/ha

Ubi kayu secara umum masih ditanam secara monokultur di Kalimantan Barat. Demikian juga di Kabupaten Landak yang menjadi salah satu sentra produksi ubi kayu di Kalimantan Barat dengan luas panen ubi kayu mencapai 2,960 ha dengan produktivitas 15,27 ton/ha dan total produksi 45.220 ton secara umum masih mempraktekkan budidaya ubi kayu secara monokultur. Produktivitas ubi kayu di Kalimantan Barat rata-rata 16.34 ton/ha kurang dari 50 % dari potensi produksi ubi kayu varietas unggul UJ-3 sebesar 35-40 ton/ha, UJ-5 sebesar 38 ton/ha, Malang-4 sebesar 39,7 ton/ha dan Malang-6 sebesar 36,5 ton/ha (Balai Penelitian Tanaman Kacan-Kacangan dan Umbi-umbian, 2005). Salah satu upaya meningkatkan produktivitas lahan adalah dengan menerapkan budidaya ubi kayu secara tumpangsari. Untuk meningkatkan produktivitas ubi kayu di Kalimantan Barat maka Balai Penelitian Tanaman Kacan-Kacangan dan Umbi-umbian (2005) memberikan rekomendasi teknologi produksi ubi kayu secara tumpangsari sebagai berikut:
1. Penggunaan bibit unggul
• Stek untuk bibit sebaiknya diambil dari tanaman yangberumur lebih dari 8 bulan
2. Pengolahan tanah
• Tanah diolah sedalam sekitar 25 cm
• Guludan dibuat setelah panen tanaman sela (pembubunan)
3. Jarak tanam•
• Jarak tanam ubikayu (50; 200) cm x 100 cm. 50 cm dan200 cm adalah jarak antarbaris tanaman dan 100 cm adalahjarak antartanaman.
• Di antara baris tanaman yang berjarak 200 cm ditanamikedelai, kacang tanah atau kacang hijau.
4. Pemupukan untuk ubikayu
• Untuk daerah beriklim kering, pada saat ubikayu berumur7–10 hari dipupuk dengan 100 kg ZA + 100 kg SP36 +50 kg KCl/ha. Sedangkan untuk daerah beriklim basah danmasam, pupuk yang diberikan adalah 300 kg kapur, 50 kgUrea + 100 kg SP36, dan 50 kg KCl/ha.
• Umur 60 hari, dipupuk 75 kg Urea/ha.
• Umur120 hari dipupuk 75 kg Urea dan 50 kg KCl/ha.
5. Pemupukan untuk tanaman sela
• Untuk daerah beriklim kering, tanaman kacang-kacangandipupuk: 50 kg ZA, 100 kg SP36 dan 100 kg KCl/ha. Untukdaerah beriklim basah dan masam, pupuk yang diberikan adalah300 kg kapur, 50 kg Urea, 100 kg SP36 dan 100 kg KCl/ha.Pupuk diberikan pada saat tanam.
6. Penyiangan menyesuaikan dengan kebutuhan, baik untuktanaman ubikayu maupun untuk tanaman kacang-kacangan.
7. Pembatasan tunas ubikayu dilakukan pada umur 1 bulan, denganmenyisakan 2 tunas yang paling baik.
8. Setelah tanaman kacang-kacangan dipanen, sebaiknya ditanamitanaman penutup tanah (kanavalia atau komak).
9. Pengendalian hama atau penyakit hanya ditujukan untuktanaman kacang-kacangan.
10. Ubikayu dapat dipanen pada umur 8–10 bulan, namun dapatditunda hingga umur 12 bulan.

Dengan menerapkan inovasi teknologi dari Balai Penelitian Tanaman Kacan-Kacangan dan Umbi-umbian maka diharapkan produktivitas ubi kayu akan meningkat mendekatai potensi produksinya yang berkisar antara 35-40 ton/ha.

 

(Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc., BPTP Kalimantan Barat)

 

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. 2005. Teknologi Produksi Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Malang

Tanggal Artikel : 07-12-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Teknologi Produksi Ubi Jalar Di Lahan Sawah
  2. Teknologi Pengolahan Susu Kedele
  3. Teknologi Pengolahan Selai Ubi Jalar
  4. Teknologi Pembuatan Es Cream Ubi Jalar Ungu