Diseminasi Teknologi Pertanian

Nata de Soya "Si Limbah” yang Nikmat

Sumber Gambar: BPTP Jakarta

Limbah merupakan salah satu permasalahan di wilayah perkotaan yang membutuhkan penanganan serius. Limbah sangat diidentikkan dengan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan lagi, padahal sebenarnya limbah akan menjadi sesuatu yang bernilai lebih apabila diberikan perlakuan atau diolah dengan baik. Sebut saja limbah cair tahu atau sering disebut dengan whey tahu. Siapa sangka limbah cair tahu (whey tahu) yang dibuang begitu saja sebenarnya mempunyai nilai ekonomi. Dengan pengolahan, whey tahu dapat digunakan menjadi bahan baku Nata de Soya. Berikut petunjuk teknis operasional pembuatan nata de soya yang telah dikaji oleh BPTP Jakarta:
a. Persiapan bahan baku
i) Saring whey tahu (500 ml) untuk menghilangkan endapan dari sisa pembuatan tahu, kemudian whey yang telah disaring diukur pHnya, pH optimal untuk inkubasi adalah 3, jika nilai pH diatas 3, maka tambahkan asam glacial sampai pH mencapai 3. ii) Starter nata de coco sebanyak 10% dari whey tahu dengan umur optimal yaitu 5 hari, iii) Kecambah kacang hijau segar sebanyak 10% dari whey tahu atau 50 gr, iv) Gula pasir sebanyak 10% dari whey tahu.
b. Pembuatan ekstrak kecambah kacang hijau
i) Cuci bersih kecambah kacang hijau dengan air mengalir, ii) siapakan whey tahu sebanyak 100 ml, ii) Blender kecambah kacang hijau yang telah ditambahkan whey tahu hingga halus (kurang lebih 5 menit), iii) Saring hasil ekstrak kecambah kacang hijau dengan kain saring.
c. Persiapan alat
i) Nampan wadah berukuran 25 cm x 20 cm x 3.5 cm, ii) Sterilisasi nampan tersebut dengan cara mengukus dalam panic pada suhu 80°C, iii) Keringkan atau jemur pada matahari sehingga tidak ada air yang tersisa pada nampan, iv) Siapkan koran yang telah dipotong-potong dan karet
d. Proses pembuatan nata de soya
Panaskan whey dengan nilai pH 3 menggunakan panci hingga suhu 80°C, kemudian masukan gula pasir dan aduk hingga tercampur. Masukkan ekstrak kacang hijau, selanjutnya panaskan semua bahan hingga mendidih kemudian matikan kompor. Masukkan larutan nata ke nampan dalam keadaan panas, dan segera tutup nampan dengan koran. Ikat dengan karet koran hingga semua bagian nampan tertutup. Selanjutnya pemberian starter dilakukan setelah larutan nata de soya dingin dan diamkan larutan untuk inkubasi selama 7 hari.
e. Proses pemanenan nata de soya
Setelah inkubasi selama 7 hari nata de soya dapat dipanen, buka tutup koran pada nampan dan hilangkan kulit ari pada bagian bawah lapisan dengan cara menerik dengan pisau. Cuci bersih nata pada air mengalir untuk menghilangkan lender serta aroma asam nata de soya, potong-potong nata de soya menjadi kubus-kubus kecil kemudian rebus potongan nata hingga mendidih selama 15 menit.
f. Proses pengolahan nata de soya
Nata de soya yang telah berbentuk kubus di press untuk menghilangkan asam dengan prinsip pembebanan yaitu menggunakan tong yang berisi air. Pengepresan dilakukan selama 1 jam hingga air dalam nata terbuang dan nata menjadi pipih. Setelah itu nata direndam dengan air matang selama satu malam hingga kembali tegar, proses pengepresan nata dilakukan sekali lagi dengan cara yang sama. Nata de soya yang telah dipress selanjutnya direndam dengan air matang agar tegar kembali.
g. Proses pelunakan nata de soya
Timbang berat nata de soya, banyaknya air 1:1 dengan berat nata de soya. Timbang gula pasir yang akan digunakan 20% dari 2 kali berat nata de soya kemudian masukkan gula pasir dan aduk menjadi larutan gula. Rebus nata dalam larutan gula selama 30 menit, aduk nata sehingga seluruh gula terserap oleh nata de soya. Masukkan asam sitrat 0.05% dari berat nata pada saat suhu larutan gula 70°C, dinginkan rebusan nata dalam air gula selama 4 jam. Nata siap untuk minuman.
h. Proses pembuatan minuman nata de soya

Rebus air hingga mendidih, tambahkan gula pasir 10% dari total air yang digunakan dan aduk gula pasir hingga merata. Masukkan perisa minuman sesuai selera 1% dari air matang dan matikan kompor. Nata de soya dimasukkan pada cup gelas 150 ml yang telah disiapkan kemudian masukkan larutan gula ke dalam cup yang telah berisi nata de soya pada saat suhu larutan 70°C (hot filling) dan tutup cup dengan sealer cup.
Nata de soya merupakan salah satu inovasi dalam mengelola limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Selamat mencoba.....

Sumber : Yossi Handayani dkk
Penulis : Kartika Mayasari

 

Tanggal Artikel : 04-09-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pemanfaatan Pekarangan Dengan Bertanam Buah Naga
  2. Teknologi Budidaya Jagung Komposit Di Lahan Kering Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat
  3. Penyuluhan Pertanian Berorientasi Teknologi Informasi
  4. Sekilas Tentang Jarak Pagar

  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani