Diseminasi Teknologi Pertanian

MUDAHNYA MENANAM BAWANG MERAH DALAM POLYBAG/POT

Sumber Gambar: BPTP Jakarta

Kelangkaan bawang merah di pasaran akan mengakibatkan lonjakan harga yang jauh dari jangkauan masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya terobosan baru dalam pengembangan bawang merah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Intensifikasi lahan sempit di pekarangan rumah untuk berbudidaya bawang merah dengan menggunakan pot atau polybag, diharapkan mampu menyediakan kebutuhan bawang merah skala rumah tangga. Berikut cara budidaya bawang merah menggunakan polybag/pot :
1. Persiapan Media Tanam
Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah, sekam/arang sekam, pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1:1. Sebagai pupuk dasar, digunakan pupuk TSP (SP36) 3 gr/polybag. Semua media tanam tersebut dicampur dan di masukkan pada polibag, disiram dengan air lalu dibiarkan selama 1-2 hari dan siap untuk digunakan. Pupuk dasar juga dapat diberikan pada saat penanaman, dengan menabur dan membenamkan di sekitar umbi bawang merah yang di tanam.
2. Penanaman dan Pemupukan
Sebelum penanaman, terlebih dahulu di lakukan pemotongan pada ujung umbi bawang merah. Untuk wadah penanaman, digunakan polibag/pot berukuran 30 cm atau 25 cm. Pada polybag/pot ukuran 30 cm, umbi bibit bawang merah dapat ditanam sebanyak 3 umbi/polibag dan 1 umbi pada polybag ukuran 25 cm. Umbi ditanam ke dalam media tanam sampai sebatas leher umbi. Pupuk susulan yang diberikan adalah campuran pupuk NPK (16-16-16) sebanyak 1 gr/polybag + air 1 liter, diberikan setiap minggu sampai tanaman umur 6 minggu dengan cara diocor atau disiramkan di sekitar tanaman (1 gelas aqua/200 ml/polibag), atau dapat juga diberikan sebanyak 2 kali yaitu saat umur 15 hari setelah tanam (hst) dan 30 hst, yaitu dengan menabur dan membenamkan disekitar tanaman. Untuk pertumbuhan tanaman bawang merah yang optimal, polybag diharuskan untuk diletakkan pada tempat yang terkena sinar matahari.
3. Pemeliharaan
Penyiraman pada saat musim kemarau, dilakukan sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore tergantung keadaan di lapang. Tanaman bawang merah tidak tahan kekeringan namun juga tidak tahan terhadap genangan air. Apabila tanaman sudah umur 1,5 bulan (umbi sudah terlihat), penyiraman cukup 1 kali agar umbi cepat tua/berisi. Penyabutan gulma, biasanya dilakukan saat tanaman umur 2 minggu, dan sebaiknya dilakukan seawal mungkin, karena mengganggu pertumbuhan dan pembentukan umbi bawang merah. PHT. Pada musim kemarau jarang dilakukan, tetapi harus dilakukan pada saat musim penghujan. Pestisida dapat digunakan pestisida nabati, tetapi jika sudah melebihi ambang batas digunakan pestisida kimia.
4. Pemanenan
Ciri-ciri tanaman bawang sudah merah yang siap dipanen, adalah daunnya sudah rebah dan menguning, leher batang tanaman kempos/gembos, umbi tersembul pada permukaan tanah, persentase rebah dari keseluruhan tanaman sudah 80% serta umbi berwarna merah cerah. Bawang merah dapat dipanen setelah umur 2 bulan (untuk konsumsi), untuk menjadi benih dapat dipanen saat umur 70 hari (Var. Bima). Pemanenan sebaiknya dilakukan pada keadaan tanah kering dan cuaca cerah untuk mencegah busuk umbi saat penyimpanan. Bawang merah yang telah dipanen diikat pada ujung daunya dan jemur sampai cukup kering di bawah sinar matahari. Jika digunakan sebagai benih, setelah panen dilakukan penjemuran ± 2 minggu dan simpan 2 - 3 bulan pada suhu ruang dan siap untuk ditanam (Sumber : BPTP Jakarta)

Penyusun : Kartika Mayasari

Tanggal Artikel : 24-07-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Kecundang (tacca Leontopetaloides), Tanaman Pesisir Yang Kaya Manfaat
  2. Nata De Soya "si Limbah” Yang Nikmat
  3. Pemanfaatan Pekarangan Dengan Bertanam Buah Naga
  4. Teknologi Budidaya Jagung Komposit Di Lahan Kering Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat