Diseminasi Teknologi Pertanian

PELUANG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI DI LAHAN TADAH HUJAN DENGAN VARIETAS UNGGUL BARU INPARI 39.

Sumber Gambar: www.litbang Pertanian.go.id, 2015

Lahan sawah di Kalimantan Barat sebagian besar merupakan lahan tadah hujan, yang dalam pengelolaannya sangat tergantung sekali kepada curah hujan. Hal ini membawa resiko yang besar sekali karena musim hujan kadang datang terlambat, sementara padi sawah tadah hujan membutuhkan air hujan yang cukup. Kondisi ini mengakibatkan tanaman padi mengalami kekeringan karena kurangnya curah hujan bahkan berdampak pada rendahnya hasil panen. Selain itu, kondisi seperti ini mengakibatkan petani khawatir menanam padi di musim kemarau sehingga sebagian besar padi di sawah tadah hujan hanya ditanam satu kali pada musim penghujan atau indeks pertanamannya masih 100%. Disisi lain, varietas padi yang digunakan sebagian masih menggunakan varietas lokal sehingga tidak mengherankan produktivitas padi di lahan sawah tadah hujan masih rendah hanya 2,4 – 3,0 ton/ha. Adanya serangan penyakit blas pada tanaman padi turut memberikan andil masih rendahnya produksi padi di lahan tadah hujan. Untuk itu Badan Litbang Pertanian pada tahun 2015 telah melepas beberapa varietas unggul baru tadah hujan, salah satunya varietas unggul baru Inpari 39 Tadah Hujan Agritan, yang agak toleran kekeringan, cocok di tanam di dataran rendah tadah hujan sampai 600 m dpl, tahan terhadap penyakit blast ras 073, ras 033, ras 133 dan ras 173, serta potensi produksi tinggi 8,45 t/ha GKG. Dengan potensi yang tinggi, mempunyai ketahanan terhadap 4 ras penyakit blas serta agak toleran kekeringan, diharapkan varietas Inpari 39 berpeluang besar untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan sawah tadah hujan Kalimantan Barat.
Berikut deskripsi varietas Inpari 39 Tadah Hujan Agritan :
Asal seleksi : BP342B-MR-1-3/Dendang//IR69502-6SKM-UBN-1-B1
Umur Tanaman : ± 115 hari setelah sebar
Anakan produktif : ± 16 malai/rumpun
Bentuk Tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : ± 98 cm
Daun Bendera : Tegak
Bentuk Gabah : medium
Warna gabah : Kuning Bersih
Kerontokan : Sedang
Kerebahan : Toleran
Tekstur nasi : Pulen
Kadar Amilosa : ± 20,2 %
Berat 1000 butir : ± 26,85 gram
Rata-rata hasil : ± 5,89 ton/ha GKG
Potensi Hasil : ± 8,45 ton/ha GKG
Rendeman beras giling : ± 69,4 %
Rendemen beras pecah kulit : ± 79,3 %
Ketahanan terhadap
Hama : Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3.
Ketahanan terhadap penyakit : o Agak tahan terhadap Hawar Daun Bakteri (HDB) strain III, Rentan HDB Strain IV dan VIII
o Tahan terhadap penyakit blas ras 033, 073, 133 dan 173
o Rentan terhadap virus tungro
Anjuran Tanam : Agak toleran kekeringan serta cocok ditanam di daerah ekosistem sawah irigasi dan dataran rendah tadah hujan sampai ketinggian 600 m dpl
Pemulia : Yudistira Nugraha, Erwina Lubis dan Suwarno
Tahun dilepas : 2015
Sumber : Badan Litbang Pertanian, 2016

Penulis : Ir. Sari Nurita

Tanggal Artikel : 22-06-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Mudahnya Menanam Bawang Merah Dalam Polybag/pot
  2. Kecundang (tacca Leontopetaloides), Tanaman Pesisir Yang Kaya Manfaat
  3. Nata De Soya "si Limbah” Yang Nikmat
  4. Pemanfaatan Pekarangan Dengan Bertanam Buah Naga