Diseminasi Teknologi Pertanian

PENYAKIT CVPD PADA TANAMAN JERUK

Sumber Gambar: Dokumentasi BPTP Kalbar

PENDAHULUAN

 

 

Buah jeruk merupakan buah yang sangat digemari oleh masyarakat di Indonesia. Kandungan vitamin C yang terkandung dalam buah jeruk dipercaya dapat mencegah penyakit bagi manusia. Ketersediaan jeruk di pasar, khususnya di Provinsi Kep. Bangka Belitung cukup baik dibandingkan dengan buah-buahan jenis lain seperti mangga, durian, anggur, duku dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa jeruk merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan oleh petani sehingga kebutuhan pasar relatif terpenuhi.

 

Saat ini petani jeruk sudah sadar pentingnya mengenal hama da penyakit yang kerap menyerang tanaman jeruknya. Salah satu penyakit yang paling dikenal oleh petani pada tanaman jeruk adalah penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD). Penyakit CVPD disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh serangga pembawanya (serangga vektor) yaitu kutu loncat. Namun jika pada kebun jeruk terdapat kutu loncat yang tidak membawa virus CVPD, maka kutu loncat tersebut hanya akan menjadi hama perusak tunas muda. Kutu menyerang pucuk daun (daun pupus), mengakibatkan pucuk daun dan tunas muda mengering dan terhambat pertumbuhannya, bahkan pohon dapat mati perlahan-lahan.

GEJALA SERANGAN CVPD

 

Berikut ini adalah tiga (3) gejala utama serangan penyakit CVPD :

  • Belang-belang kuning pada daun dengan pola tidak teratur dan tidak simetris antar setengah bagian kanan dan kiri daun.
  • Belang kuning tidak hanya pada bagian atas daun saja, tapi juga pertumbuhan daun terhambat, daun kaku, mengecil, meruncing, dan menghadap tegak ke atas (terutama pada daun di ujung ranting).
  • Buah apabila dibelah menjadi 2 (dua) bagian dalamnya tampak tidak simetris, biji tidak bernas, dan ujung biji berwarna cokelat.
  • Awal gejala tanaman sehat yang kemudian terkena CVPD ringan akibat ditularkan oleh kutu loncat dari tanaman sakit biasanya akan terlihat hanya pada sisi tertentu dari tajuk saja (sektoral).

     

    Jika serangan CVPD yang terjadi akibat penggunaan bibit tidak sehat (bibit yang terinveksi CVPD), maka sejak awal pertumbuhan tanaman akan lambat dan merana.

     

    PENGENDALIAN/PENANGANAN PENYAKIT CVPD

     

  • Menanam bibit jeruk sehat dan bersertifikat: bebas penyakit dan jelas varietasnya (dapat diperoleh dari penangkar bibit jeruk yang telah terdaftar di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Benih). Bibit sehat diperbanyak dari sumber (pohon induk) yang sehat. Perbanyakan melalui kultur jaringan biasa digunakan untuk menghasilkan pohon induk yang bebas penyakit sehingga selanjutnya akan menghasilkan bibit yang bebas penyakit pula.Alur Produksi Bibit Jeruk SehatKultur jaringan (dihasilkan bibit untuk pohon induk) ----> blok fondasi (pemeliharaan pohon induk) -----> penggandaan mata tempel ----? perbanyakan benih komersial --? bibit sehat ditanam di kebun petani
  • Pengendalian serangga vector/penular penyakit cvpd, yaitu serangga kutu loncat dengan cara:
    a. Penggunaan musuh alami, diantaranya adalah kepik merah
    b. Penggunaan perangkap kuning yang dipasang diantara pohon jeruk, dengan cara digantung setinggi setengah tinggi pohon. Tujuannya untuk menarik kutu loncat agar menempel pada perangkap sehingga populasi/jumlah kawanan kutu loncat di areal kebun dapat terpantau dan dapat menentukan tindakan pengendalian lebih lanjut.
    c. Penggunaan insektisida
    ? Penyemprotan insektisida kontak bahan aktif dimethoat atau sipermetrin
    ? Penyaputan batang utama dengan insektisida sistemik bahan aktif imedakloropid atau abamektin tanpa pengenceran saat tanaman bertunas dan populasi kutu loncat banyak
  • Cara penyaputan: Batang utama yang akan disaput dibersihkan dengan kain lap. Bagian yang disaput sekitar 10-20 cm dari bidang mata okulasi. Saputan menggunakan kuas melingkari batang dengan lebar saputan seukuran dengan lebar diameter batang. Selesai disaput, bagian perakaran tanaman disiram air (terutama saat kemarau) untuk mempercepat kerja insektisida yang telah disaputkan.
  •  

     

    Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung)
    Sumber Bacaan :

    - Arry Suprianto dkk. 2010. Panduan Teknis Pengelolaan Terpadu
    Kebun Jeruk Sehat Strategi Pengendalian Penyakit CVPD.
    Balitjestro.

    - BPTP Kalbar. Penanggulangan CVPD dan Pecah Buah, Fokus Pendampingan Kawasan Hortikultura Kabupaten Sambas. http://kalbar.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=139%3Ahortijeruk&catid=13%3Ainfo-aktual&Itemid=215 (Di akses tanggal 9 Mei 2017)

    Sumber Gambar : Dokumentasi BPTP Kalbar.

     

    Tanggal Artikel : 09-05-2017

    Dibaca: x

    Printer-friendly Version

    Artikel Terkait
    1. Penamfaatan Urin Sapi Sebagai Pupuk Cair Organik
    2. Peluang Peningkatan Produktivitas Padi Di Lahan Tadah Hujan Dengan Varietas Unggul Baru Inpari 39.
    3. Mudahnya Menanam Bawang Merah Dalam Polybag/pot
    4. Kecundang (tacca Leontopetaloides), Tanaman Pesisir Yang Kaya Manfaat

    • e-Petani
    • e-Petani
    • e-Petani
    • e-Petani
    • e-Petani
    • e-Petani
    • e-Petani
    • e-Petani