Diseminasi Teknologi Pertanian

Anggur

Sumber Gambar:

Varietas anggur Prabu Bestari merupakan angur introduksi dari Australia yang telah dirakit Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika melalui seleksi. Ukuran buah besar dan berwarna merah menarik, daya hasil tinggi (10-30kg/pohon), serta kandunganvitamin C mencapai 23,23 mg/100 gr yangmerupakan keunggulan spesifik varietas anggur Prabu Bestari.
Anggur varietas ini memilki umur mulai 120 hari setelah pangkas produksi dengan hasil antara 5-15 ton per hektar, daya simpan buah mencapai 7-14 hari pada suhu kamar dan memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik di dataran rendah pada ketinggian 0-3000 meter di atas permukaan laut.
Keunggulan dari anggur varietas Prabu Bestari antara lain : a) umur berbunga 14 hari setelahpangkas produksi; b) Warna kulitnya merah Gelap; c) Warna daging buahnya krem agak transparan; d) Rasa daging buahnya manis; e) Bobot per buahnya antara 2,57-9,90 g; f) Kandungan gulanya 20 º Brik; g)Kandungan vitamin C antara 23,23 mg/100 g; h) Kandungan asamnya 1,9 %; i) Kadar juicenya 47,77 % dan j) jumlah buah pertandannya 44-121 buah/fruit.
Syarat Tumbuh
Ketinggian 25-300 m dpl, suhu 25-310 C, kelembaban udara 75-80 %, intensitas penyinaran 50% - 80%, 3-4 bulan kering, curah hujan 800 mm/tahun dan pH tanah 6-7. Tipe tanah : liat dan berpasir (alluvial dan grumosol). Langkah-langkah dalam membudidayakan tanaman anggur adalah sebagai berikut :
Persiapan Lahan
Langkah pertama adalah mengolah lahan dengan cara dicangkul/dibajak sampai gembur, kemudian dilakukan pengapuran pada tanah masam dengan dosis 5 ton/ ha. Selanjutnya membuat saluran pemasukan dan pembuangan air irigasi, agar sistem pengairannya lancar tidak terjadi penggenangan dan tidak terjadi kekeringan. Setelah itu, membuat lubang tanam dengan ukuran 60x60x50 cm / 75x75x70 cm, jarak tanam 3 x 3 m / 5 x 4 m, kemudian lubang yang telah dibuat dikeringanginkan ± 2-4 minggu, isikan tanah lapisan bawah ke dasar lubang. Langkah selanjutnya adalah mencampurkan tanah lapisan atas : pupuk kandang ( + 20-40) : pasir perbandingan 1:1:2 serta Natural GLIO + 5-10 gram/lubang dan isikan ke lubang bagian atas.
Penyiapan Bibit
Bibit siap tanam umur 1,5 - 2 bulan, perakarannya 5-10 cm, tumbuh sehat, bertunas dua. Kebutuhan bibit jarak tanam 3 x 3 cm sebanyak 890 batang/ha, jarak tanam 5 x 4 cm sebanyak 500 batang/ha. Sebulan sebelum tanam, bibit anggur terpilih diadaptasikan di sekitar lahan
Penanaman
Waktu tanam yang dianjurkan adalah di akhir musim hujan, bibit yang sudah disiapkan di lahan dapat di siram dengan larutan POC NASA (1-2 tutup/10 lt air) diberikan ± 1 minggu sebelum tanam, sampai umur tanaman mencapai sekitar 3 bulan.
Pengairan
Pengairan tanaman muda 1-2 kali sehari dan dewasa 3 hari sekali. Tiga minggu sebelum dipangkas, pengairan dihentikan dan 2-3 hari setelah pemangkasan air diberikan kembali. Pengairan setelah pemupukan dan dihentikan menjelang pemetikan buah.
Pemupukan
Pemupukan disebar dan di campur merata secara melingkar sejauh 5 cm dari batang lalu ditutup dan diairi atau dengan cara pengocoran pupuk. Pemupukan berdasarkan umur tanaman adalah : a) 10 hari-3 bulan dengan interval 10 hari, pupuk yang diberikan Urea 7,5 gr atau ZA 10 gr, tiap pemupukan; 2) > 3 – 6 bulan, interval 15 hari sekali, diberikan Urea 15 gr atau ZA 20 gr tiap kali pemupukan; c) Tiap 1 bulan sekali, dapat diberikan SUPER NASA 1-2 sendok makan (s.m.)/ 10 liter air; d) > 6 bulan, dapat diberikan Pukan 30 kg atau SUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 22,5 gr atau ZA 30 gr.
Pembuatan Rambatan
Pembuatan rambatan dapat dilakukan dengan model antara lain:1) Model Para-para, tiang para-para dipasang sesuai jarak tanam anggur dengan ketinggian 2 - 3,5 m dan dipasang para-para berupa anyaman kawat atau bilah bambu atau kayu, jarak mata anyaman + 40 cm; b) Model perdu, berupa pohon atau kayu yang biasa kemudian bagian atasnya dipasang tempat penyangga sepanjang 2 m dan lebar 2 m.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama dan Penyakit yang biasanya menyerang tanaman anggur antara lain adalah : a) Kutu Phylloxera (Phylloxera vitifoliae), mengisap cairan akar dan daun. Gejala : didaun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil, akibatnya tumbuh kerdil, layu dan buah sedikit. Pengendalian: pangkas tanaman terserang dan bakar, semprot Natural BVR atau PESTONA; b) Kumbang Daun (Apogonia destructor), memakan atau merusak daun, kemudian membuat lubang-lubang kecil pada permukaan daun. Pengendalian : pasang lampu perangkap dan musnahkan, semprot PESTONA. Adapun penyakit yang sering menyerang antara lain : a) Cendawan Tepung (Powder mildew), jamur Uncinula necator, menyerang semua stadium pertumbuhan. Daun menggulung ke atas dan bentuk abnormal ditutupi tepung berwarna kelabu sampai agak gelap, batang sakit coklat. Pengendalian : semprot Natural GLIO+ gula pasir; b) Bercak Daun (Cercospora viticola dan Alternaria vitis), timbul bercak-bercak coklat dan bintik-bintik hitam sehingga tunas dan daun kering dan rontok. Pengendalian; Sanitasi kebun, mengurangi kelembaban kebun, potong dan musnahkan daun terserang, semprot dengan Natural GLIO.
PANEN
Panen setelah umur 1 tahun, dan buah berikutnya kontinyu 1-2 kali setahun tergantung pangkas buah.

Sumber : 1. Badan Litbang Pertanian, 200 Teknologi Inovatif Pertanian;
2. Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropika, 2011. Teknologi Produksi Buah-buahan
Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian)
email : imanpriyadi@yahoo.co.id

Tanggal Artikel : 19-09-2014

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Membasmi Hama Tikus Dengan Kompor Tikus
  2. Mengenal Vanili
  3. Optimalkan Kualitas Pelayanan Publik Melalui Web
  4. Buah Melon