Diseminasi Teknologi Pertanian

POTRET RUMAH PANGAN KELURAHAN REJOMULYO KOTA KEDIRI-JAWA TIMUR

Sumber Gambar:

Dinamika program M-KRPL semakin luar biasa. Salah satu diantaranya ada di kelurahan Rejomulyo, kecamatan Kota, kota Kediri. Hebatnya, M-KRPL kelurahan Rejomulyo berhasil meraih Juara I dalam Lomba KRPL yang diadakan oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, tahun 2013.

Sepintas tentang kelurahan Rejomulyo - kecamatan Kota - Kediri.
Kelurahan Rejomulyo mempunyai luas wilayah 165 ha. Luasan ini terbagi menjadi sawah 74 ha, tegal/ladang/kolam 2 ha dan perumahan/pekarangan 87 ha. Jumlah penduduknya hanya 6.157 jiwa (1.325 kk). Laki-laki 1.937 jiwa dan perempuan 3.032 jiwa. Mata pencaharian penduduk terdiri dari wiraswasta, pegawai negeri dan sebagian kecil petani.
Tentang keberhasilan M-KRPL di Rejomulyo tak lepas dari kebijakan pembangunan pertanian kota Kediri. Pemerintah Kota memberi peluang masyarakat untuk berperan aktif sebagai pelaku utama pembangunan. Sedang Pemerintah hanya sebagai fasilitator. Tentu saja kebijakan ini telah mendorong masyarakat sebagai subyek dalam pembangunan di wilayahnya.
Salah satu arah pembangunan pertanian adalah menyadarkan masyarakat agar mau memanfaatkan pekarangannya sebagai sumber pangan dan gizi keluarga. Namun kendala klasik dalam pembangunan pertanian di perkotaan juga dijumpai di Rejomulyo. Berkurangnya luas lahan pertanian serta terbatasnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai lumbung pangan, gizi dan obat bagi keluarga merupakan permasalahan yang ada.

Pengaruh Program M-KRPL di Rejomulyo.
Pada Januari 2012 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di desa Kayen-Pacitan menyatakan : bahwa ketahanan dan kemandirian pangan nasional harus dimulai dari rumah tangga. Sehingga setiap rumah tangga memegang peranan sangat penting dalam mendukung upaya tersebut.
Upaya mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian pangan terus digarap secara serius. Untuk melaksanakan program ini, pemerintah bersama-sama dengan segenap lapisan masyarakat digerakkan kembali untuk memanfaatkan dan mengelola lahan pekarangannya. Dan ini tidak hanya bagi masyarakat perdesaan namun juga perkotaan.
Tahun 2012, Rejomulyo mendapatkan program untuk mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Melalui program ini diberikan berbagai sarana secara hibah. Seperti masyarakat kota lainnya, tingkat pengetahuan dan kesadarannya tentang pangan dan gizi sangat rendah. Enggan diajak beraktifitas untuk memanfaatkan halaman dan pekarangannya. Bisa ditebak, program ini akhirnya kurang mendapat dukungan dan menghadapi masalah berkaitan dengan tingkat kesadaran masyarakat.
Seolah sudah menjadi hukum alam. Dalam sebuah komunitas masyarakat untuk melaksanaan program pembangunan pasti ada yang mendukung dan menolak. Pada umumnya masyarakat yang mendukung mempunyai pola pikir kreatif inovatif. Sedangkan masyarakat yang menolak cenderung provokatif. Di Rejomulyo, masyarakat yang mendukung sebagian besar berada di RT.IV - RW. IV. Oleh ketua RT IV (Kartasim) dan Tokoh PKK setempat (Juariyah) keadaan ini dijadikan sebagai titik ungkit untuk mendongkrak program pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Walau masih menyandang status Tenaga Harian Lepas (Yuliyanto), penyuluh pertanian ini seolah sudah menyatu dengan masyarakat Rejomulyo. Mereka memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar sadar untuk memanfaatkan halaman/pekarangannya sebagai sumber gizi keluarga.
Akhirnya melalui perjuangan yang cukup berat KRPL di desa Rejomulyo banngkit kembali. Awal tahun 2013, kegiatan KRPL 2012 yang sudah mati suri dibangkitkan dengan dana mandiri dari masyarakat. Memaklumi dinamika masyarakat Rejomulyo, Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kota Kediri merekomendasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur untuk mengembangkan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) di Rejomulyo.
Bulan Maret 2013, BPTP melakukan sosialisasi disertai dengan pembangunan 2 unit Kebun Bibit Desa (KBD). Sampai bulan Juni 2013, kegiatan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) dapat dilaksanakan dengan baik sesuai rencana, dan melibatkan kurang lebih 3 dasa wisma.

GOTONG ROYONG dan GUYUB RUKUN
Gotong royong dan guyub rukun melaksanakan penyiapan media tanah, mewadahi media ke dalam kantong polybag dan kegiatan penanaman dilakukan bersama-sama. Seperti lingkungan kota lainnya, yang dicirikan lahan sempit, sebagai besar kegiatan menanam dilakukan di dalam polybag dan vertikultur. Tetapi yang lebih menarik, disini terdapat rak vertikultur khas Rejomulyo.
Kelebihannya model rak ini lebih praktis dibanding menggunakan polibag. Karena perawatannya mudah, murah, cocok untuk model perkotaan. Ibu-ibu lebih mudah melakukan peremajaan dan perawatan tanaman. Rak vertikultur model Rejomulyo ini juga bisa dikombinasikan dengan kandang ayam, dimana bagian atas untuk media tanaman dan dibawahnya dipergunakan untuk kandang ayam.
Pemerintah kota Kediri, cukup besar peranannya terhadap pengembangan M-KRPL. Buktinya, Walikota beserta jajarannya, termasuk ibu Walikota selaku Pembina Tim Penggerak PKK kota Kediri sering mengunjungi M-KRPL di Rejomulyo. Kunjungan Walikota ini sangat besar artinya untuk memberikan semangat dan motivasi masyarakat. Setiap berkunjung Walikota selalu berdialog untuk mendengarkan segala permasalahan yang ada di masyarakat. Dant tentu saja sambil menghimbau agar melestarikan Rumah Pangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga. Sebab RPL adalah langkah efektif untuk mengurangi anggaran belanja keluarga.
Keberhasilan M-KRPL di wilayah ini, juga berdampak pada terciptanya lingkungan yang teratur, indah, asri, hijau dan menghasilkan. Ini membuat Rejomulyo menjadi salah satu kelurahan maju dan berprestasi di kota Kediri. Predikat ini adalah realita, dimana selama 2 bulan saja, tepatnya pada bulan Mei – Juni 2013, telah berhasil menjadi Juara I Lomba Bulan Bakti Gotong Royong dan Juara I Lomba Green and Clean. Semua tingkat kota Kediri. Kemudian juga menjadi juara I lomba Kelurahan Berhasil tingkat provinsi Jawa Timur.

Ditulis kembali oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)

Sumber : Anang Muhariyanto (BPTP Jawa Timur)

Tanggal Artikel : 17-07-2014

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Anggur
  2. Membasmi Hama Tikus Dengan Kompor Tikus
  3. Mengenal Vanili
  4. Optimalkan Kualitas Pelayanan Publik Melalui Web