Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Agensia Pengendalian Hayati “Trichoderma” Pendahuluan

Sumber Gambar: Koleksi BPTP Bangka Belitung

Pendahuluan

 

Teknologi pengendalian Organisme Penggangu Tanaman (OPT) sudah banyak ditemukan, baik berfungsi sebagai pengendalian maupun pencegahan OPT, baik itu pengendalian kimia mapun pengendalian hayati.

 


Pengendalian OPT secara kimia dalam aplikasinya sangat mudah, murah dan spektrum luas sedangkan pengendalian secara hayati pengendaliannya membutuhkan biaya yang tinggi, tenaga kerja intensif dan inangnya spesifik. Kedua pengendalian OPT ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing. Pengendalian kimiawi berpengaruh pada kesehatan manusia, ekologi dan lingkungan, membutuhkan perawatan dalam jangka waktu tahunan, dan dapat mematikan organisme baik.

 

Sedangkan pengendalian hayati sifatnya tidak beracun pada manusia, tidak meracuni air, satu koloni agensia hayati berfungsi tahunan, dan sasaran hanya pada OPT tertentu dan lebih ramah lingkungan. Agensia pengendalian hayati adalah organisme yang dapat berkembang biak sendiri seperti parasitoid, predator, dan parasit serta patogen. Salah satu agensia hayati yang bersifat antagonis adalah Trichoderma spp.

 

Trichoderma

 


Trichoderma merupakan jenis jamur antagonis yang mudah dibiakan dan diisolasikan, jamur ini mempunyai kisaran mikroparasitisme yang cukup luas, dapat tumbuh cepat pada berbagai substrat dan umumya tidak bersifat patogenik terhadap tanaman. Dalam bekerja organisme ini memiliki beberapa cara untuk mengendalian patogen yaitu 1) dengan memproduksi antibiotik/mikroparasit/melisis patogen, 2) Kolonisasi dengan cepat mendahului patogen, kemudian berkompetisi atau menyerang tempat yang belum diduduki, 3) pertumbuhan miselium Trichoderma spp. akan membelit dan memenuhi tempat disekitar hifa dari jamur inang, kemudian hifa patogen menjadi kosong.

 


Fungsi dari jamur Trichoderma adalah mengendalian patogen pada akar dan tular tanah, meningkatkan ketahanan tanaman, menyerang jamur patogen secara langsung, mengubah komposisi mikroflora di akar, meningkatkan penyerapan makanan dan meningkatkan pertumbuhan akar. Beberapa jamur patogen yang afektif dikendalikan oleh Trichoderma antara lain fusarium, colletotrichum, rigidoporus, phytopthora, sclerotium, rhizoctonia dan pytium.

 

Perbanyakan Trichoderma

 


Beberapa cara yang dapat dilakukan dalam perbanyakan trichoderma antara lain yaitu pertama tama dengan mengumpulkan bahan baku berupa serbuk gergaji dicampur dedak dengan perbandingan 1:1 dicampurkan dalam wadah baskom kemudian ditambahkan air hingga batas atas permukaan, kemudian direndamm (inkubasi) selama 24 jam. Keesokan harinya, media ditiriskan hingga tidak ada air yang menetesm, setelah itu masukkan media kedalam kantong plastik.

 

Sebelumnya siapkan dandang untuk sterilisasi media, dandang diisi dengan air sejumlah 1/3 volume dandang, lalu masukkan media kedalam dandang, sterilkan media selama 2 - 3 jam setelah air mendidih. Setelah itu dandang dipindahkan dan media ditiriskan menggunakan terpal plastik yang bersih. Ratakan permukaan media dengan ketebalan 1-5 cm dan biarkan media hingga dingin. Sesaat sebelum media dingin, starter trichoderma yang masaih dalam kemasan tabung, disuspensi dengan cara diencerkan bedengan air yang telah dimasak atau air mineral sebanyak 50-100 ml. Kemudian semprotkan suspensi isolat jamur trichoderma pada media.


Proses selanjutnya adalah masukan media ke dalam kantong plastik, fermentasikan selama 7 hari. Ruang penyimpanan untuk fermentasi diusahakan minim cahaya denga suhu berkisar 25 - 27 °c. Amati pertumbuhan jamur trichoderma, jika tampak berwarna hijau artinya jamur trichoderma sudah mulai tumbuh. Proses fermentasi bisa dilanjutkan 7 hari lagi jika pertumbuhan jamur belum merata. Untuk aplikasi pada tanaman lada dosis penggunaan trichoderma adalah 10 g/tanaman. Aplikasi dengan cara ditebarkan di sekeliling tanaman kemudian ditutup dengan serbuk gergaji atau potongan alang-alang.

 

 

 

Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk bahan website


Judul : Agensia Pengendalian Hayati "Trichoderma"


Ditulis Oleh : Ria Maya, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung)


Sumber Bacaan : - Perbanyakan Trichoderma (BPTP Bangka Belitung)
- Teknologi Perbanyakan Trichoderma SP, untuk Pengendalian PBPB pada Lada (BPTP Sulawesi Tenggara)


Sumber Gambar : Koleksi BPTP Bangka Belitung.

Tanggal Artikel Diupload : 26-12-2018
Tanggal Cetak : 16-01-2019

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386