Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

PRODUKTIVITAS KACANG HIJAU TUMPANGSARI DENGAN JAGUNG

Sumber Gambar: google.com

Kacang hijau merupakan tanaman kacang-kacangan ketiga yang banyak diusahakan setelah kedelai dan kacang tanah. Kacang hijau memiliki kelebihan dibandingkan dengan jenis kacang-kacangan lain seperti kedelai dan kacang tanah dari sisi agronomi dan ekonomi. Dari sisi agronomi, kacang hijau termasuk jenis tanaman yang tahan kekeringan dan dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur, karena kacang hijau mampu tumbuh dan berbuah di daerah kering. Kacang hijau juga tahan terhadap hama dan penyakit. Hal ini terlihat dari jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang hijau relatif lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman kacang-kacangan lainnya. Dengan demikian resiko kegagalan panen juga kecil.
Dengan umurnya yang pendek, tanaman kacang hijau dapat dijadikan penyangga pangan dalam rangka ketahanan pangan. Tanaman ini dapat dijadikan pengganti padi pada musim kemarau atau sebagai tanaman penyela antara musim kemarau ke musim hujan berikutnya. Pada musim kemarau, hanya kacang hijau yang masih bisa tumbuh di pematang sawah. Kacang hijau juga bisa ditanam dengan input produksi rendah, karena dalam penanamannya tidak perlu pengolahan tanah, pemupukan, dan pengairan yang intensif.
Dari sisi ekonomi, kacang hijau termasuk tanaman pangan yang banyak dibutuhkan masyarakat, oleh karena itu harganya relatif stabil. Permasalahan pada kacang hijau adalah perlu waktu yang lama untuk mendapatkan panen hasilnya, karena panen tidak serempak. Dengan demikian perputaran modal lebih lambat. Untuk mengurangi permasalahan tersebut, dapat dilakukan dengan menggunakan bibit unggul dan perbaikan teknologi.
Permasalahan lain dari kacang hijau sebagai sumber pendapatan adalah lahan tempat tumbuhnya saling tumpang tindih dengan tanaman lain seperti jagung yang nilai ekonominya lebih tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya agar kedua tanaman ini dapat tetap berproduksi dengan kondisi lahan yang ada. Salah satu usaha yang dapat dilakukan dengan melakukan tumpangsari jagung – kacang hijau. Mengingat nilai ekonomi tanaman jagung lebih tinggi dibandingkan dengan kacang hijau dan kacang hijau berperan sebagai penyangga, maka penanaman jagung dilakukan penuh dengan pengaturan jarak tanam sistem jajar legowo dan tanaman kacang hijau ditanam pada lorong tanaman jagung.
Hasil penelitian Suwardi dan Syafruddin (2015), tanaman kacang hijau yang ditanam dua baris pada lorong tanaman jagung dengan sistem tanam jajar legowo dengan jarak tanam jagung [(40 x 20) x 110 cm] menunjukkan jumlah polong pertanaman relatif lebih kecil, tetapi produktivitas lebih tinggi bila dibandingkan dengan jarak tanam jagung yang lain dengan jumlah baris tanaman kacang hajau lainnya.

Jarak tanam jagung jajar legowo: Jumlah baris tanaman kacang hijau: Jumlah polong per tanaman: Produktivitas 
[(50x20)x100cm] 2 baris 6,40 polong 0,65 t/ha
[(50x20)x100cm] 1 baris 3,73 polong 0,54 t/ha
[(40x20)x110cm] 2 baris 4,83 polong 1,15 t/ha
[(40x20)x110cm] 1 baris 6,23 polong 0,62 t/ha

(Ahmad Damiri)

Tanggal Artikel Diupload : 07-11-2018
Tanggal Cetak : 15-11-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386