Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

TEKNIK PEMBUATAN MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL), MUDAH DAN TERSEDIA DI LINGKUNGAN PETANI

Sumber Gambar: Dokumentasi BPTP Lampung

Pemupukan selalu dilakukan dalam budidaya tanaman. Ternyata, pentingnya pemupukan adalah menyediakan unsur hara yang diperlukan tanaman untuk dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.

Jika dilihat terdapat berbagai jenis pupuk yang ada dipasaran saat ini. Jenis pupuk berdasarkan bahan penyusunnya adalah pupuk kimia, pupuk organik dan pupuk hayati. Penggunaan pupuk kimia dalam budidaya tanaman sangat diminati petani dalam usaha meningkatkan produktivitas tanaman karena pupuk kimia dapat menyediakan unsu hara yang diperlukan tanaman secara cepat dan dalam jumlah yang tidak banyak.

Akan tetapi, penggunaan pupuk kimia secara secara terus menerus tanpa diimbangi dengan pupuk organik dapat menyebabkan kadar bahan organik tanah menurun, struktur tanah rusak, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan, dan jika hal ini terus berlanjut akan menurunkan kualitas tanah dan kesehatan lingkungan. Oleh karena itu, selain menggunakan pupuk kimia, sebaiknya petani juga menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan/mempertahankan kesuburan tanah ujar Elma Basri Peneliti BPTP Balitbangtan Lampung.

Lain halnya pada pupuk organik, Pupuk organik dapat dibagi menjadi 2 (dua) berdasarkan bentuknya yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Salah satu jenis pupuk organik cair adalah yang umumnya dikenal sebagai Mikro Organisme Lokal (MOL) yang merupakan larutan hasil fermentasi.

Ternyata Penggunaan Mol memiliki keunggulan tersendiri bagi tanaman dan lingkungan, Berikut adalah keunggulan dari pemanfaatan MOL
7. Pembuatan MOL sederhana dan mudah dengan waktu yang relatif singkat.
8. Biaya pembuatan murah, karena menggunakan bahan-bahan yang kurang dimanfaatkan dan tersedia di sekitar.
9. Pupuk organik yang dihasilkan mengandung unsur kompleks baik makro maupun mikro serta mengandung mikroba yang bermanfaat.
10. Ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu.
11. Biota tanah terlindungi sehingga dapat memperbaiki/mempertahankan kualitas tanah.
12. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produk hasil tanaman.

Bahan dasar MOL berasal dari berbagai sumber yang mengandung unsur hara mikro, makro, bakteri perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan agen pengendali hama/penyakit tanaman. Oleh karena itu, MOL dapat dimanfaatkan sebagai (a) Pupuk organik cair, (b) Decomposer atau biang pembuatan kompos, (c) Pestisida nabati.

Elma mengatakan Sumber bahan MOL dapat dibuat dengan mudah dan tersedia di Lingkungan Petani. Beberapa contoh bahan MOL yaitu :

1. Karbohidrat (sumber C) berasal dari air cucian beras, singkong, kentang, nasi dll
4. Glukosa (sumber C dan N) berasal dari air gula merah, gula pasir, molases dan urin sapi.
5. Vitamin dan mineral: berasal dari air kelapa dan susu bekas


Bahan dasar pembuatan MOL berasal dari berbagai bahan yang tersedia dan belum termanfaatkan dilokasi/mudah didapat. Bahan dasar yang dapat digunakan antara lain berenuk, bonggol pisang, dan sisa buah-buahan busuk yang tidak dikonsumsi.
Cara pembuatan MOL pun sangat mudah, berikut cara pembuatan mol:.

3. Pembuatan MOL dengan Bahan Dasar Berenuk

Pertimbangan dalam memanfaatkan berenuk sebagai bahan dasar antara lain berenuk merupakan bahan yang banyak tersedia tetapi tidak dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah pertanian. Selain itu kandungan buah berenuk yaitu saponin yang merupakan pelindung terhadap serangan serangga.

Bahan :
4. 5 buah berenuk
5. 30 liter air beras
6. 20 liter air kencing sapi/kerbau/kambing/kelinci

Cara Pembuatan
6. Haluskan buah berenuk lalu masukkan dalam drum/tong plastik
7. Masukkan 30 liter air beras dan 20 liter air kencing kemudian aduk rata lalu tutup rapat dengan plastik.
8. Masukkan slang plastik (diameter 0,5 cm) sambungkan ke dalam botol plastik yang telah diisi air tawar.
9. Biarkan selama 15 hari.
10. Saring larutan MOL dan masukkan kedalam wadah penyimpanan (jerigen).

4. Pembuatan MOL dengan Bahan Dasar Bonggol Pisang

Penggunaan bonggol pisang sebagai bahan dasar pembuatan MOL didasarkan pada pertimbangan bahwa hormon pertumbuhan yaitu : giberelin dan sitokinin terkandung pada bonggol pisang. Selain itu, bonggol pisang juga mengandung mikro organisme yang berguna bagi tanaman diantaranya adalah pelarut phospat, aspergilus, azospirillium.

Bahan :
4. Bonggol pisang 5 kg
5. Gula merah 1 kg
6. Air cucian beras 10 liter

Cara Pembuatan

6. Lumatkan bonggol pisang atau di blender.
7. Larutkan gula merah dengan air cucian beras.
8. Masukkan semua bahan ke dalam jerigen, tutup rapat beri lubang udara dengan cara memasukkan selang yang dihubungkan dengan botol yang sudah diisi air, ujung selang plastik harus terendam dalam air.
9. Diamkan selama 2 minggu secara anaerob.
10. Saring larutan kemudian masukkan dalam wadah penyimpanan (jerigen).

 

Penyusun : Elma Basri ,Fauziah Y.A., dan Gohan O.M.

Tanggal Artikel Diupload : 13-09-2018
Tanggal Cetak : 12-12-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386