Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

KATAM TERPADU MODERN

Sumber Gambar: Badan Litbang Pertanian

I. PENDAHULUAN

Tantangan pembangunan pertanian Indonesia ke depan semakin kompleks, dimana tekanan jumlah penduduk yang cenderung meningkat dengan laju pertumbuhan penduduk secara nasional saat ini sudah mencapai 1,4 % -2 %, perubahan iklim yang menyebabkan terjadinya penurunan produktivitas hampir disemua komoditas pertanian terutama padi sawah, fragmentasi kesuburan lahan dan alih fungsi lahan ke non pertanian akibat pemanfaatan lahan yang tidak mengindahkan kaidah keberlanjutan lingkungan dan Kerusakan infrasuktur pertanian.


Khusus untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tahun 2017 merupakan tahun yang penuh dengan tantangan bagi sektor pertaniannya. Mulai dari bencana banjir di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur yang meyebabkan ratusan hektar sawah terkena dampak, hingga serangan hama dan penyakit yang menyebabkan menurunnya produksi gabah di tingkat petani. Serangan hama wereng batang coklat (WBC) dan penyakit blast tercatat menjadi OPT yang paling dominan di pertanaman padi.

 

Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian, sejak tahun 2007 telah menyusun Inovasi Kalender Tanam, kemudian disempurnakan menjadi Kalender Tanam Terpadu yang memuat rekomendasi teknologi dan instrumen penting bagi stakeholders dan petani untuk meningkatkan produksi. Kalender Tanam (KATAM) Terpadu merupakan pedoman bagi penyuluh dan petani dalam menetapkan pola dan waktu tanam yang tepat, sesuai dengan kondisi iklim di setiap kecamatan, yang telah dipadukan dengan rekomendasi penggunaan varietas, pemupukan, dan kebutuhan sarana produksi hingga tingkat kecamatan.

 

II. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI PETANI SAWAH SAAT INI

Produktivitas tanaman padi, baik padi ladang atau padi sawah yang masih tergolong rendah disebabkan oleh banyak faktor antara lain kekeringan, banjir,dosis pemupukan yang kurang tepat dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).Permasalahan ini merupakan ancaman atau faktor yang mejadi penghalang upaya peningkatan produksi tanaman padi.

 

1. Kekeringan Fenomena alam yang terjadi akibat berkurangnya curah hujan secara signifikan yang menyebabkan ketidakseimbangan hidrologi dan kelangkaan air dan berdampak terhadap sumberdaya lahan dan sistem produksi pertanian.

 

2. BanjirMerupakan limpasan air yang melebihi tinggi muka air normal yang umumnya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi (di atas normal) yang menyebabkan terendamnya daratan dalam jangka waktu tertentu.

 

3. Konsep Pemupukan BerimbangPenambahan pupuk ke dalam tanah dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan hara oleh tanaman untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil komoditas pertanian.

 

4. Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Organisme yang menempel atau berada pada suatu habitat yang menyebabkan organisme inang/utama dalam hal ini tanaman menjadi terganggu.

 

III. KATAM TERPADU MODERN

 

Sistem Informasi Kalender Tanam (Katam) Terpadu ini memberi informasi tentang potensi pola tanam, waktu tanam, luas areal tanam potensial dan rekokmendasi teknologi adaptif pada level provinsi sampai dengan tingkat kecamatan, di seluruh Indonesia. Sistem ini sangat operasional, disusun berdasarkan prakiraan iklim per musim, dapat diintegrasikan dengan rekomendasi pemupukan, benih dan pengelolaan hama terpadu (PHT).

 

Sistem Informasi Katam Terpadu berfungsi untuk memberi informasi tentang potensi pola tanam, waktu tanam, luas areal tanam potensial dan rekomendasi teknologi adaptif pada level Kecamatan/Kabupaten/Provinsi, yang pada akhirnya berfungsi dalam pengamanan produksi dan pencapaian program peningkatan produksi (P2BN) untuk surplus 10 juta Ton. Keunggulan sistem

 

Informasi Katam Terpadu, antara lain: a) Bersifat dinamis, karena disusun berdasarkan prakiraan iklim per musim,
b) Sangat operasional, karena disusun hingga skala kecamatan,
c) Bersifat spesifik lokasi, karena mempertimbangkan potensi sumberdaya iklim, air & tanah,
d) wilayah rawan bencana (banjir, kekeringan, OPT) yang belum tentu sama antara satu kecamatan dengan kecamatan lainnya
e) Dapat diintegrasikan dengan rekomendasikan teknologi (pupuk, benih, PHT),
f) Mudah diperbaharui/di update sesuai dengan perkembangan prakiraan hujan bulanan atau musiman serta
g) Mudah dipahami, karena disusun secara spasial dan tabular dengan uraian yang jelas.

 

Data yang dihimpun dalam Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu berasal dari berbagai lembaga sumber, antara lain :
a) Informasi prediksi iklim global, prakiraan curah hujan bulanan dan prakiraan awal musim dari beberapa lembaga internasional (IRI, POAMA), BMKG, dan Badan Litbang Pertanian,
b) Informasi potensi ketersediaan air dari Kementerian Kimpraswil, Perum Jasa Tirta, dan Badan Litbang Pertanian,
c) Informasi luas dan pola tanam eksisting dari BPS, Ditjen Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten,
d) Informasi bencana banjir, kekeringan, dan OPT dari Ditjen Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten, dan BPTPH,
e) Informasi inovasi dan rekomendasi teknologi dari Badan Litbang Pertanian dan Perguruan Tinggi.
Sistem Informasi Kalender tanam Terpadu ini masih akan dikembangkan, diperbaiki dan diperbaharui terus informasi dan sistemnya. Yang sudah dilakukan antara lain melalui a,ß-testing, yaitu suatu pengujian yang melibatkan unsur internal dan eksternal. Pelibatan tim internal Badan Litbang Pertanian (a-testing) mencakup verifikasi dan validasi input data (administrasi baru, luas baku sawah, updating prediksi iklim secara berkala, varietas, pupuk, waktu tanam eksisting, info bencana), algoritme keterkaitan antar variabel input, serta informasi output. Pelibatan tim eksternal (ß-testing) mencakup sosialisasi, implementasi lapang dan permintaan umpan balik dari lembaga lain, misalnya BP2SDM, Ditjend Tanaman Pangan, BMKG, Ditjend Prasarana dan Sarana Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten, BPTPH, dan lain-lain.

 

Penggunaan dan optimalisasi data prakiraan cuaca dan kondisi metreologi serta geofisika di negara maju diolah sedemikian rupa hingga mampu menghasilkan informasi yang bisa dipergunakan oleh masyarakat. Hal ini tentu penting dalam menghadapi dan mengantisipasi berbagai kondisi.Selain kebencanaan, informasi ini juga penting untuk bidang-bidang lain seperti penerbangan, informasi wisata, pertanian dan lain-lain.

 

Kemajuan informasi untuk bidang pertanian di Indonesia tentunya secara langsung maupun tidak langsung akan ikut andil dalam kemajuan pembangunan. Indonesia yang memiliki potensi pertanian sangat besar memerlukan berbagai perangkat untuk membangun sektor ini.Sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang cukup tentu akan sangat dasyat bila didukung oleh sumberdaya lain seperti teknologi dan informasi.

 

Upaya pengelolaan sumberdaya dan pencapaian produksi perlu didukung dengan perangkat keras (software) dan perangkat lunak (hardware).Salah satu perangkat lunak berupa informasi sudah disiapkan oleh pemerintah dalam hal ini Badan Litbang Pertanian.Perangkat itu adalah Kalender Tanam Terpadu (katam) yang disiapkan untuk setiap kabupaten.Diharapkan dengan memanfaatkan ini, petani dapat melihat waktu terbaik melakukan penanaman sekaligus mendapatkan rekomendasi penggunaan varietas dan pemupukan yang tepat.

 

Pendekatan pengembangan kalender tanam ini disusun berdasarkan kondisi aktual dilapang dan kondisi potensial dengan menggunakan analisis klimatologis.Kondisi aktual diketahui dari luas tanam dan insensitas penanaman, sedangkan kondisi potensial disimpulkan melalui analisis ketersediaan air berdasarkan curah hujan seperti pada Diagram alir penyusunan peta kalender tanam aktual dan potensial. Jika pun terjadi perubahan waktu tanam, maka BMKG akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian agar menyebarluaskan informasinya ke daerah. Jadi selain akurat, informasinya juga terupdate. Bagi wilayah yang belum mengakses internet, bisa menghubungi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang tersedian di masing-masing .

 

IV. CARA MENGAKSES 

 

4.1 Bertanya Langsung Kepada PPL di LapanganPenyuluh Pertanian Lapangan (PPL) merupakan ujung tombak dalam penyebarluasan informasi pertanian termasuk Katam. Sosialisasi dan penyampaian bahan penyuluhan Katam sudah disampaikan kepada PPL dan dilakukan hingga level Balai Penyuluh Pertanian di setiap Kecamatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sehingga PPL di lapangan sudah memahami dan bisa menyampaikan isi Katam kepada petani sebagai pengguna informasi.

 

Salah satu fungsi PPL adalah sebagai fasilitator. Hal ini memiliki makna bahwa setiap saat dibutuhkan oleh petani sebagai objek yang dilayani, maka PPL harus siap memenuhi permintaan dari petani tersebut. Katam sebagai salah satu media atau bahan penyuluhan harus mendapatkan prioritas untuk disampaikan kepada petani yang membutuhkannya terutama pada WKPP yang memiliki potensi padi sawah.

 

4.2 SMS di Handphone (Short Message Service)Era modern saat ini membuat informasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan bagi siapapun termasuk petani. Handphone sebagai alat penghubung antara petani satu dengan yang lainnya saat ini bukan barang mewah lagi, hampir setiap petani sudah familiar dan memilikinya. Melalui layanan sms yang ada maka petani bisa menggunakannya untuk mengakses informasi katam dengan mudah.

 

Informasi kalender tanam terpadu juga dapat didapatkan menggunakan telpon genggam dengan melakukan pengirim pesan/sms ke nomor sms center
• 082-123-456-400
• 082-123-456-500

 

4.3 Katam Versi Ringan untuk Smartphone AndroidKetik kata kunci yang diinginkan dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten, dan kecamatan.Pilih komoditas Padi sawah, Jagung, atau Kedelai.Untuk rekomendasi pupuk, dapat dipilih jenis pupuk yang ada, yaitu Tunggal, Phosnka, Pelangi, Kujang, atau 151010.Tekan tombol Katam untuk informasi kalender tanam.Tekan tombol Pupuk untuk rekomendasi pupuk atau kebutuhan pupuk.Tekan tombol Rawan untuk rekomendasi VUB sesuai dengan tingkat kerawanan.

 

4.4 Katam Interaktif Melalui Jaringan InternetMelalui PC (Personal Computer), netbook, ataupun laptop yang dilengkapi jaringan internet maka kita akan dengan mudah mengakses informasi katam. Melalui katam versi interaktif di internet kita dapat menelusuri informasi yang tersedia dengan lebih lengkap. Selain itu kita dapat men-download/mengunduh data yang kita inginkan hingga level kecamatan.
Alamat situs Kementerian Pertanian (www.deptan.go.id), atau alamat situs Badan Litbang Pertanian (www.litbang.deptan.go.id) atau melalui situs Balitklimat (www.balitklimat.litbang.deptan.go.id) atau dengan klik link address"Kalender Tanam Terpadu" yang tersedia pada bagian lain di halaman utama situs ini.

 

V. KESIMPULAN

 

Katam diharapkan akan menjadi acuan awal untuk terus meningkatkan iklim kegiatan pertanian yang seharusnya menjadi tulang punggung bangsa Indonesia yang agraris. Sosialiasi perlu dilakukan oleh petugas yang disiapkan dan melibatkan pihak lain yang bersentuhan dengan sektor pertanian. Kontroling, monitoring dan evaluasi yang terus menerus akan meningkatkan kualitas katam serta aplikasinya di sektor pertanian.

 

Tentu, keberhasilan membangun pertanian Indonesia tidak sekedar adanya katam ini karena masih diperlukan peran serta seluruh stakeholder dan pihak yang bersentuhan dengan bidang pertanian dari hulu hingga hilir.Kemauan untuk membuka diri dan saling memberikan komitmen bagi pembangunan pertanian menjadi kata kunci keberhasilan.Sehingga tujuan utama pembangunan pertanian yakni kesejahteraan petani dapat meningkat dan berkelanjutan.

 

Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (Penyuluh BPTP Kep. Babel)

Sumber Bacaan : - Litbang Kementerian Pertanian. 2017. Kalender Tanam Terpadu
Versi 2.4 MK 2017.
- http://katam.litbang.deptan.go.id/

Sumber Gambar : Badan Litbang Pertanian

Tanggal Artikel Diupload : 31-12-2017
Tanggal Cetak : 20-04-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386