Cyber Extension - Pusbangluh Deptan http://cybex.pertanian.go.id/rss id Sosialisasi Kartu Tani Dan Pertemuan Percepatan Validasi Data Melalui Simluhtan Di Wilayah Jawa Barat http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9065/sosialisasi-kartu-tani-dan-pertemuan-percepatan-validasi-data-melalui-simluhtan-di-wilayah-jawa-barat Dalam rangka penerapan dan penyebarluasan penggunaan Kartu Tani, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Himpunan Bank Negara (HIMBARA) akan menyediakan solusi sistem yang terintegrasi dengan kartu. Kartu Tani merupakan kartu yang dapat memberikan manfaat tidak hanya untuk petani semata, Kementerian dan Lembaga terkait pun menerima manfaat dari kartu tani tersebut. Bagi Petani keuntungan yang diperoleh antara lain dana yang diterima utuh, pembelian pupuk subsidi sesuai dengan kuota yang diberikan sehingga jumlah dan kualitas pembelian pupuk sesuai. Adanya ketersediaan data yang lengka dan akurat dapat digunakan oleh Kementerian Pertanian sebagai dasar penyusunan kebijakan, proyeksi hasil panen lebih akurat dan acuan dalam penyusunan subsidi. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman bersama Menteri BUMN, Rini Soewandi, pada acara pembahasan Perkembangan Program Kartu Tani yang dilaksanakan di Kantor Pusat BNI pada tanggal 20 Februari 2017 menyatakan agar Kartu Tani di 5 provinsi di Pulau Jawa sudah bisa digunakan oleh para petani sebagai alat penebusan pupuk bersubsidi dan transaksi lainnya pada bulan Juni 2017. Untuk itu diharapkan dilakukan adanya percepatan terutama untuk melakukan verifikasi dan validasi data petani. Disepakati data dasar petani berasal dari Simluhtan yang akan diverifikasi dengan data pendukung lainnya. Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, maka BPPSDMP Pertanian melakukan sosialisasi Kartu Tani dan pertemuan percepatan validasi data melalui SIMLUHTAN di wilayah Jawa Barat dengan membagi 4 wilayah utama yakni Sukabumi. Cianjur, Bogor, Sukabumi, Kota Depok, dan Kota Bogor pada tanggal 31 Mei 2017 di Bogor. Kabupaten Purwakarta, Karawang, Subang, Bekasi, Kota Bekasi pada tanggal 3 Juni 2017 di Purwakarta. Kabupaten Indramayu, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Kota Cirebon, Sumedang pada tanggal 6 Juni 2017 di Cirebon dan Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Bandung, Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung pada tanggal 8 Juni 2017 di Garut. Pertemuan ini melibatkan penyuluh, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), Bank Mandiri. Diharapkan melalui pertemuan ini dapat diperoleh data kelompok tani beserta lahannya secara update sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. (Nurlaily). Gerbang Daerah 2017-06-22 13:59:51 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9065/sosialisasi-kartu-tani-dan-pertemuan-percepatan-validasi-data-melalui-simluhtan-di-wilayah-jawa-barat Potensi Agrowisata Di Daerah Kecamatan Tebas Sungai, Sambas http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9064/potensi-agrowisata-di-daerah-kecamatan-tebas-sungai-sambas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan menggalakkan Agrowisata Berbasis Komoditi Pertanian hal ini sejalan dengan salah satu kebijakan Kementerian Pertanian RI yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani pada khususnya dan masyarakat di wilayah yang bersangkutan pada umumnya. Agrowisata adalah usahatani yang salahsatu fungsi lainnya adalah sebagai obyek pariwisata. Landasan dalam pengembangan agrowisata ialah sinergi antara pertanian dan pariwisata, dengan demikian pengembangan pertanian dan parawisata secara simultan merupakan salah satu bentuk pengembangan ekonomi kreatif di sektor pertanian yang dapat memberikan nilai tambah bagi usaha agribisnis dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani. Gerbang Daerah 2017-06-22 13:51:44 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9064/potensi-agrowisata-di-daerah-kecamatan-tebas-sungai-sambas Kementerian Pertanian Menjaring Calon Pengusaha Di Bidang Pertanian Melalui Bimtek Kelembagaan Ekonomi Petani http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9063/kementerian-pertanian-menjaring-calon-pengusaha-di-bidang-pertanian-melalui-bimtek-kelembagaan-ekonomi-petani Penumbuhan dan pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) merupakan salah satu terobosan dalam rangka pemberdayaan petani melalui pengembangan usaha yang dikelola oleh petani secara profesional. Namun, sampai saat ini KEP masih dihadapkan pada beberapa permasalahan, antara lain: manajemen organisasi dan usaha yang masih lemah, belum berorientasi usaha produktif dan masih banyak yang belum memiliki kekuatan hukum sehingga mempunyai posisi tawar dan aksesibilitas yang rendah terhadap sumber informasi, teknologi, pembiayaan maupun pasar. Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas KEP, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (Badan PPSDMP) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Pengembangan KEP yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 13 - 15 Juni 2017 di Hotel Arch Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan selain untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan pengurus KEP, juga sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan KEP dalam mengelola usahatani melalui pengembangan jejaring usaha dan kemitraan bisnis berbasis komoditas pertanian. Bimtek KEP diikuti oleh sekitar 100 orang pengurus KEP yang berasal dari 71 kabupaten di 14 provinsi dan dibuka secara resmi oleh Ir. Hari Priyono, M.Si selaku Plt. Kepala Badan PPSDMP. Dalam arahannya, beliau memberikan motivasi kepada peserta untuk mau mengelola usaha di bidang pertanian karena usaha di sektor ini merupakan usaha yang berkembang dan menjanjikan. Selain itu beliau juga menyampaikan agar peserta mau membentuk KEP yang dapat memberikan nilai tambah bagi anggotanya. KEP harus mampu mengelola dan menguasai usaha di sektor hilir, seperti sortasi, grading, pengemasan, pengolahan dan pemasaran. KEP juga harus dapat mengelola usaha simpan pinjam agar anggotanya tidak tergantung kepada tengkulak selain sebagai usaha tambahan untuk memupuk modal. Beliau berharap agar para peserta dapat memanfaatkan pertemuan ini sebagai ajang untuk tukar menukar informasi, pengalaman dan manfaat baik dari sesama peserta maupun dari narasumber. Selain itu, peserta juga dapat membangun jaringan komunikasi melalui berbagai media dalam mengembangkan usaha dan jejaring serta kemitraan bisnis. Melalui pertemuan ini, para peserta diarahkan untuk menjadi contoh/pilot project KEP yang maju dan berkembang serta berhasil dalam mngelola usaha yang mnguntungkan. Untuk itu, beliau meminta Pusat Penyuluhan Pertanian dapat memberikan kemudahan terhadap akses informasi, harga, peluang usaha, permodalan dan pemasaran, serta membina dan memonitor secara konsisten dan berkelanjutan terhadap perkembangan KEP. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Ir. Fathan A.Rasyid, M.Ag yang turut memberikan arahan kepada para peserta menyatakan bahwa untuk mendukung keberhasilan tujuan tersebut diatas, para penyuluh pertanian di masing-masing wilayah kerja penyuluh pertanian (WKPP) harus memiliki kompetensi dan kemampuan di bidang entrepreneurship, leadership dan manajerial dalam mendampingi dan membina KEP. (Rina YS) Gerbang Daerah 2017-06-13 23:15:41 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9063/kementerian-pertanian-menjaring-calon-pengusaha-di-bidang-pertanian-melalui-bimtek-kelembagaan-ekonomi-petani Penjajakan Kerjasama Di Wilayah Perbatasan http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9062/penjajakan-kerjasama-di-wilayah-perbatasan Sebagai tindak lanjut dari pertemuan Joint Committee Meeting I yang dilaksanakan pada tanggal 29-30 Maret 2017 di Malaka,Malaysia, Kementerian Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia menurunkan tim "Fact Finding Mission to Entikong, West Kalimantan, Indonesia on the Joint Border Development Programme for Agricultral Coorperation Between Indonesia and Malaysia yang terdiri dari Mr. Christoper John Biai (Principan Assistat Director, Departement of Agriculture), Dr. Noraini Samat (Senior Scientst, MARDI), Mr. Benedict Teo Chung Beng (Assistant Director, Departement of Agriculture Sarawak), Mr. Yazid Bostamam (Senior Scientist, Departement of Agriculture Sarawak), Mr. Nicholas AK Jenek (Assistant Director Veterinary Divison, Departement of Agriculture Sarawak) pada tanggal 24-27 Mei 2017. Menurut Kepala Pusat Penyuluhan, BPPSDMP Fathan A Rasyid, kedatangan rombongan dari kementerian Malaysia, dalam rangka meningkatkan hubungan persahabatan dengan negara tetangga, salah satunya dengan meningkatkan hubungan di bidang ekonomi.Dalam kunjungan tim ini selain mendapatkan penjelasan mengenai potensi pertanian Kalimantan Barat dari Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP serta Perwakilan dari Balitbangtan, tim juga melakukan meninjau Pelatihan Bengkel Alsintan yang dilaksanakan di Alsintan Centre, Pontianak. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalbar, Hazairin menjelaskan bengkel alsintan ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian dan Institut Pertanian Bogor. Melalui pelatihan yang dilaksanakan selama 7 hari ini diharapkan upaya untuk menciptakan sistem mekanisasi pertanian sehinga produk pertanian yang dihasilkan khususnya di wilayah perbatasan memiliki nilai daya saing tinggi dapat terwujud. Kegiatan ini diikuti oleh penyuluh pertanian dari Provinsi Kalimantan Barat, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) wilayah Perbatasan, anggota Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP), serta teknisi dan Operator Alsintan yang berada di Provinsi Kalimantan Barat. Dalam kesempatan tersebut Yazid Bostamam mengungkapkan ia sangat tertarik dengan pelatihan yang dilaksanakan di bengkel alsintan ini. "Di negeri kami bila membeli alat pertanian dan terjadi kerusakan, tidak ada tempat untuk memperbaiki, kami harus membeli alat baru lagi. Sedangkan di Indonesia selain ada bengkel alsintan sebagai tempat reparasi alat dan mesin pertanian dilatih pula tenaga-tenaga handal untuk memperbaiki alat mesin tersebut, bila ditinjau dari sisi ekonomi hal ini tidak mubazir", ungkapnya. Selanjutnya Tim mengunjungi Kawasan Penanaman Jagung di Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang. Sentra produksi jagung di Kalbar dipusatkan di Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, karena lahan di lokasi tersebut cocok untuk pengembangan jagung. Kawasan ini merupakan kawasan Angkatan Udara yang dikelola oleh petani jagung. Pemprov Kalbar telah menetapkan jagung sebagai salah satu komoditas unggulan dengan program Gentaton (Gerakan Satu Juta Ton). Provinsi Kalimantan Barat merupakan sentra jagung di Kalimantan, yakni sebesar 57,23 persen, sementara tiga provinsi lainnya sebesar 42,77 persen. Rombongan tim disambut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Holtikultura dan Perikanan (Hangpang Holtikan) Kabupaten Sanggau Ir H John Hendri M Si, Dandim 1204 Sanggau Letkol Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa, Camat Kembayan Ignasius Nono, Kapolsek Kecamatan Kembayan Iptu Beny Subagio, Danramil Kembayan Kapten Inf Dewa, Kepala Desa Tunggal Bakti Wiji dan Kepala BP3K Kembayan, Asing.Selain meninjau kawasan Jagung, Tim juga mengunjungi Desa Tebas Sungai, Semparuk yang merupakan kawasan padi, peternakan dan jeruk madu. Pada kunjungan di lokasi ini selain melihat hamparan padi, rombongan tim dapat melihat langsung kesiapan kawasan perbatasan untuk mengekspor beras ke negara tetangga. Cristopher John Piai mengatakan, terkait impor beras dari Indonesia pihaknya akan melaporkan terlebih dahulu kepada pemerintah Malaysia."Kita belum ada kata putus, untuk ini dihantar tim yang lima orang ini untuk mendapatkan fakta yang kita lihat untuk kita laporkan, temuan yang kita dapat kita sampaikan baru disana akan membicarakan. Kita belum bisa buat keputusan, akan tunggu pihak atasan untuk membuat keputusan. Kita akan laporkan kepada pihak atasan terlebih dahulu," jelasnya.Ditambahkan oleh Cristoper, Ia sangat mengagumi potensi pertanian yang tersedia di Indonesia khususnya di wilayah perbatasan Provinsi Kalimantan Barat, selain itu pemanfaatan teknologi seperti Hazton pun dirasa sangat menguntungkan petani. "Saya akan coba bawa berita baik ini untuk diaplikasikan di Malaysia", ungkapnya. (Nurlaily). Gerbang Daerah 2017-06-09 11:53:04 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9062/penjajakan-kerjasama-di-wilayah-perbatasan Lebih Dari 25.000 Eksemplar Informasi Dan Materi Penyuluhan Dibagikan Di Penas Xv 2017 http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9061/lebih-dari-25000-eksemplar-informasi-dan-materi-penyuluhan-dibagikan-di-penas-xv-2017 Pengunjung membludak menjelang penutupan Penas XV 2017. Antusias warga yang ingin mengunjungi stand pameran, area gelar teknologi dan aneka permainan di lokasi Stadion Harapan Bangsa sangat tinggi. Mulai dari radius 1 km menuju stadion Harapan Bangsa mulai macet, warga berbondong-bondong ke even petani nelayan tersebut.Salah seorang pengunjung, Fadhil mengaku kewalahan untuk masuk menuju stand pameran di Hall A1. "Padat sekali, mulai siang tadi ramenya, untuk jalan aja susah," katanya. Menurutnya, ini sebagai bentuk antusias masyarakat dalam memeriahkan acara nasional 3-4 tahunan itu. Gerbang Daerah 2017-05-22 11:46:01 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9061/lebih-dari-25000-eksemplar-informasi-dan-materi-penyuluhan-dibagikan-di-penas-xv-2017