Cyber Extension - Pusbangluh Deptan http://cybex.pertanian.go.id/rss id Tingkatkan Produksi Sentra Bawang Putih Sembalun Melalui Koorporasi http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9080/tingkatkan-produksi-sentra-bawang-putih-sembalun-melalui-koorporasi Kawasan Sembalun di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat telah lama dikenal sebagai sentra pertanian bawang putih. "Faktor kurangnya benih unggul masih menjadi kendala utama bagi pengembangan bawang putih Sembalun", ungkap Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Ir. Zaini. Benih khas varietas Sangga Sembalun saat ini hanya berjumlah 350 ton dengan asumsi cukup untuk ditanam di atas lahan seluas 350 ha dengan hitungan rata-rata 1 ton per hektar. Padahal Sembalun menargetkan pada musim tanam ini 1.750 hektar ditanami bawang putih. "Benih-Benih ini yang nanti kita kembangkan untuk pengembangan bawang putih Sembalun," ujar Zaini.Selain menjadi sentra bawang putih, Sembalun sudah memiliki beberapa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang maju dan mengarah pada korporasi yang sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo. Ir. Zaini menjelaskan upaya yang dilakukan oleh Dinas untuk mendukung peningkatan Gapoktan menjadi koorporasi adalah melalui perbaikan infrastruktur, ketersediaan air yang cukup, jaringan irigasi yang memadai, alat dan mesin pertanian, pemberantasan hama dan penyakit tanaman, pergudangan dan yang palin penting adalah adanya kepastian pasar. "Kita melegalitaskan kelompok tani dengan Surat Keputusan dari Bupati, hal ini dilakukan agar kelompok termotivasi dan mau terus mengembangkan usahanya", jelas Zaini.Disisi lain dijelaskan oleh salah satu petani yang sukses di Sembalun, Risdun bahwa persoalan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan. Kondisi pertanian bawang putih di Sembalun terbagi di beberapa titik. Dari hasil produksi di beberapa titik tersebut harga jual saat panen basah berkisar di angka Rp 21 ribu per kg, sedangkan saat panen kering ialah Rp 66 per kilogram. Nilai ini menurut Risdun sangat baik bagi para petani. Oleh karena itu, mereka berharap impor dapat ditekan semaksimal mungkin. "Tanpa ada impor pun kita dapat mencukupi kebutuhan nasional, jelas Risdun yang juga Ketua Kelompok Tani Gumilang.Pendampingan oleh penyuluh pertanian dilapangan pun tidak putus-putusnya dilakukan. Walaupun jumlah penyuluh yang semakin berkurang, di Sembalun sendiri terdapat 2 Penyuluh Pertanian PNS dan 3 orang THLTBPP tidak mengurangi semangat untuk mewujudkan koorporasi di bidang pertanian. Selain identifikasi kelompok, bentuk kelembagaan dan pengukuhan kelembagaan kelompok yang sudah lama tidak aktif pun dilakukan oleh penyuluh di Sembalun. Kunjungan lapang, pendampingan, pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha dilakukan agar mereka mau dan dan mengorganisasikan kelompoknya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktifitas, efisensi usaha, pendapatan dan kesejahteraanya. Dengan demikian Kementerian Pertanian optimis dapat mencapai peningkatan produksi bawang putih dilahan seluas 60 ribu ha pada tahun 2019 dengan mendorong petani membangun korporasi usaha taninya. (Nurlaily). Gerbang Daerah 2017-10-20 10:22:31 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9080/tingkatkan-produksi-sentra-bawang-putih-sembalun-melalui-koorporasi Bawang Putih “komoditas Unggulan Yang Menjadi Nadi Kehidupan Petani Kecamatan Sembalun” http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9079/bawang-putih-komoditas-unggulan-yang-menjadi-nadi-kehidupan-petani-kecamatan-sembalun Berada di lereng Gunung Rinjani, Kecamatan Sembalun yang secara administratif terletak di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi pertanian yang sangat menjanjikan khususnya komoditas hortikultura. Pada tahun 1990-an Kecamatan Sembalun terkenal dengan komoditas bawang putih "Sangga Sembalun" yang memiliki aroma lebih kuat, pedasnya juga lebih terasa. "Kalau bawang putih lain itu butuh 10 siung, bawang ini hanya butuh 3 siung", ungkap Indri (salah satu penyuluh pertanian Kecamatan Sembalun). Dengan keunggulan tersebut, produk kita bahkan mampu memasok ke Bali hingga 37 ton, Bima 8 ton, Kupang 2 ton, dan Kalimantan 1,5 ton, tambahnya. Cita-cita Sembalun dengan pengembangan produk unggulan ini adalah menjadi sentra bawang putih dan memenuhi stok nasional, namun kemauan warga untuk fokus mengembangkan bawang putih sempat meredup karena persoalan penyakit tanaman dan fluktuasi harga. Selain itu adanya impor bawang putih secara besar-besaran di Indonesia pada tahun 1998, yang menyebabkan harga bawang putih menurun sehingga produksi bawang putih dari Sembalun pun menurun drastis, jelas Indri. Gerbang Daerah 2017-10-20 10:15:23 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9079/bawang-putih-komoditas-unggulan-yang-menjadi-nadi-kehidupan-petani-kecamatan-sembalun Wujudkan Profesionalisme Kelembagaan Petani Melalui Koorporasi http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9078/wujudkan-profesionalisme-kelembagaan-petani-melalui-koorporasi "Minat generasi muda untuk memilih dan memasuki Fakultas Pertanian menurun, hal ini menjadi tantangan bagi kita untuk membuktikan bahwa sektor pertanian memiliki nilai keuntungan, sektor pertanian dapat memberikan kesejahteraan dan sektor pertanian merupakan dunia industri", demikian pernyataan Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dr. Ir. Susrachman Suwandi, MP pada acara Pembukaan Kelembagaan Ekonomi Petani/Wanita Tani di Padjajaran Suite Hotel tanggal 2 Oktober 2017.Menjawab tantangan diatas, Kementerian Pertanian menawarkan konsep kelembagaan petani berbentuk Kelembagaan Ekonomi Petani yang mengubah pola kerja petani agar lebih maju dan modern dalam bentuk korporasi seperti yang diarahkan oleh Presiden Joko Widodo. Korporasi petani dibentuk dari kelompok tani, gabungan kelompok tani hingga kelompok petani besar atau koperasi petani yang nantinya akan mendapat kepemilikan saham bersama dengan BUMN. Peningkatan kapasitas kelembagaan petani ini bertujuan untuk meningkatkan skala ekonomi, efisiensi usaha dan posisi tawar petani. Hal ini diarahkan melalui peningkatan kelembagaan petani menjadi kelembagaan ekonomi petani dengan memberi peluang bagi kelompoktani, gabungan kelompoktani yang telah merintis kegiatan usaha produktif.Dijelaskan oleh Sekretaris Badan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, dinyatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban mendorong dan memfasilitasi terbentuknya kelembagaan petani dan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP). Kegiatan penumbuhan dan pengembangan kelembagaan ekonomi petani merupakan salah satu terobosan dalam rangka mengembangkan penyuluhan pertanian yang dihela pasar melalui penerapan berbagai metode pemberdayaan. Dengan adanya model ini diharapkan dapat diperoleh alternatif pemberdayaan petani dalam pengembangan usaha yang dikelola oleh petani secara profesional di sektor pertanian.BPPSDMP sesuai dengan tupoksinya melakukan pendekatan penyuluhan untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian yang difokuskan melalui pengawalan dan pendampingan penyuluh mengingat kondisi kelembagaan ekonomi petani masih dihadapkan pada beberapa permasalahan, antara lain manajemen organisasi dan usaha yang masih lemah, belum berorientasi usaha produktif serta belum memiliki.kekuatan hukum sehingga mempunyai posisi tawar dan aksesibilitas yang rendah terhadap sumber informasi, teknologi, pembiayaan maupun pasar.Diakhir sambutannya, Sekretaris Badan menyatakan harapan untuk pengembangan KEP dan pengembangan kawasan adalah meningkatnya kemampuan KEP dengan skala usaha yang lebih menguntungkan, lebih efisien dan mempunyai posisi tawar yang kuat, serta meningkatnya jaringan kemitraan agribisnis KEP dengan pelaku usaha lainnya dalam memanfaatkan peluang usaha dan memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. (Nurlaily). Gerbang Daerah 2017-10-09 11:14:20 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9078/wujudkan-profesionalisme-kelembagaan-petani-melalui-koorporasi ”transformasi Kelembagaan Petani Menuju Terwujudnya Korporasi Petani” http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9077/transformasi-kelembagaan-petani-menuju-terwujudnya-korporasi-petani Pengembangan ekonomi perdesaan tidak terlepas dari potensi sumber daya manusia nya, salah satunya adalah peran perempuan yang berusaha di bidang pertanian. Jumlah perempuan yang bergerak di sektor pertanian sebanyak 7.343.172 jiwa dan data di Simluhtan menunjukkan dari jumlah 556.766 poktan, 23.601 kelompok merupakan wanita tani (data per September 2017). Melihat potensi yang cukup besar tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), melaksanakan kegiatan bimbingan teknis kepada 120 orang perwakilan Kelompok Ekonomi Petani atau KEP dan Kelompok Wanita Tani dari 10 provinsi di Bogor Valley Hotel pada tanggal 28-30 September 2017. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka mempercepat pembentukan korporasi petani sebagaimana yang menjadi harapan Presiden Joko Widodo. Penumbuhan dan pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan petani dalam melaksanakan kegiatan usahatani yang berorientasi pasar baik telah berbadan hukum maupun yang belum berbadan hukum dalam bentuk koperasi pertanian, Kelompok Usaha Bersama (KUB), maupun badan usaha milik petani lainnya. Harapan untuk pengembangan KEP dan pengembangan kawasan adalah meningkatnya kemampuan KEP dengan skala usaha yang lebih menguntungkan, lebih efisien dan mempunyai posisi tawar yang kuat, serta meningkatnya jaringan kemitraan agribisnis KEP dengan pelaku usaha lainnya dalam memanfaatkan peluang usaha dan memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. Sekretaris Badan PPSDMP, Dr.Ir.Surachman Suwardi,MP dalam sambutannya pada acara Bimbingan Teknis Kelembagaan Ekonomi Petani/Wanita Tani menyatakan bahwa sudah saatnya petani melalukan transformasi dalam melaksanakan usaha taninya. Transformasi tersebut dimulai dari transformasi kelembagaan, transformasi skala usaha, pengembangan aspek hulu dan hilir serta adanya pembinaan dan perberdayaan yang terintegritas serta multi sektor, tambahnya. "Bertani bukan hobi, bertani adalah usaha, bisnis". "Bapak dan Ibu jangan sekedar bangga menjadi petani semata, namun harus bangga dan mampu menjadi pengusaha dibidang pertanian", pesan Sekretaris Badan. Sekretaris Badan PPSDMP, menjelaskan dalam membentuk korporasi petani akan dipilih Gapoktan (gabungan kelompok tani) yang memadai sehingga proses penggabungan atau merger usahanya bisa lebih maksimal. Ia mengatakan di Indonesia telah ada 14.641 KEP yang terbentuk. Jumlah ini akan dioptimalkan dan ditumbuhkembangkan lagi sebagai cikal bakal terbentuknya korporasi petani. "Kita akan mengakuisisi KEP dan KWT yang sudah lebih mandiri kegiatan usahanya dengan BUMDes," ungkap Sekretaris Badan. (Nurlaily). Gerbang Daerah 2017-09-29 11:06:59 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9077/transformasi-kelembagaan-petani-menuju-terwujudnya-korporasi-petani Tingkatkan Pelayanan Informasi Publik Melalui Ppid http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9076/tingkatkan-pelayanan-informasi-publik-melalui-ppid Terbitnya Undang-undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), menuntut adanya keterbukaan penyelenggaraan negara dalam segala aspek khususnya yang sumber dananya berasal dari APBN, APBD, Sumbangan Luar Negeri atau Hibah. Untuk memberikan akses informasi publik dalam rangka pengawasan publik dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam setiap proses kebijakannya, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) perlu melakukan pengelolaan dan pelayanan informasi publik dan dokumentasi secara akuntabel dan transparan. Sekretaris BPPSDMP, Dr. Ir Surachman Suwardi, MP dalam arahannya pada pembukaan Pertemuan Koordinasi PPID di Bogor pada tanggal 19 September 2017 menyampaikan bahwa pengelolaan Informasi Publik dimaksudkan untuk meningkatkan layanan informasi publik kepada masyarakat, menciptakan dan menjamin kelacaran dalam pelayanan informasi publik. "Untuk membentuk Good Governance dan Good Government keterbukaan Informasi mempunyai peran penting dengan mengikuti prinsip akurat, benar dan tidak menyesatkan", ujar Surachman. "Rakyat memiliki keingintahuan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah, disinilah peran pemerintah untuk melakukan keterbukaan informasi publik sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jangan takut untuk memberikan akses Informasi kepada publik, karena mereka berhak tahu perihal proses pembangunan yang kita kerjakan", tambah Surachman. Selain itu Sekretaris Badan kembali lagi mengingatkan peserta yang berjumlah 40 orang dan berasal dari UPT lingkup BPPSDMP untuk mempublikasikan hasil kinerjanya melalui media khususnya melalui media sosial. Hal ini dilakukan sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dimana semua orang butuh informasi secara cepat dan akurat. "Menjadi kewajiban pemerintah atau institusi untuk memberikan progress kepada publik melalui publikasi di media". Pemilihan media juga menjadi salah satu unsur penting, jangan sampai media yang digunakan tidak jelas dan tidak bisa dipertanggung jawabkan, ujarnya. (Nurlaily). Gerbang Daerah 2017-09-22 10:13:54 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9076/tingkatkan-pelayanan-informasi-publik-melalui-ppid