Cyber Extension - Pusbangluh Deptan http://cybex.pertanian.go.id/rss id Kedaulatan Pangan Di Tangan Penyuluh Pertanian http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9084/kedaulatan-pangan-di-tangan-penyuluh-pertanian Orientasi pembangunan pertanian di Indonesia saat ini berdasarkan pada sistem agribisnis, dimana kelembagaan petani memegang peranan penting dalam keberhasilan pembangunan pertanian. Kelembagaan petani di pedesaan memiliki kontribusi dalam akselerasi pengembangan sosial ekonomi petani, aksesibilitas pada informasi pertanian, aksesibilitas pada modal, infrastruktur, dan pasar, dan adopsi inovasi pertanian. Presiden Joko Widodo pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2017 tanggal 5 Januari 2017, mengamanatkan agar pemerintah mendorong usaha (bisnis) petani sehingga mempunyai skala ekonomi, berorientasi pasar berbasis kawasan dengan bentuk korporasi. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pertanian melakukan upaya pengembangan kelembagaan ekonomi petani, termasuk di dalamnya penguatan kapasitas kelembagaan petani, dalam bentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP). Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dr.Ir. Momon Rusmono, MS dalam sambutannya pada acara Bimbingan Teknis Kelembagaan Ekonomi Petani yang dilaksanakan di Hotel Permata Bogor, tanggal 7 Desember 2017 menyatakan sesuai dengan amanat Undang-Undang No 16 Tahun 2006 tentang SP3K dan diperkuat oleh Undang-undang No 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, pemerintah dan pemerintah daerah berperan memfasilitasi dan memberdayakan petani melalui kelembagaan petani seperti poktan dan gapoktan, agar tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang kuat dan mandiri dalam bentuk kelembagaan ekonomi petani/Badan Usaha Milik Petani (BUMP), yang berbadan hukum seperti koperasi tani dan Perseroan Terbatas (PT) bidang pertanian yang dikelola oleh petani.Berdasarkan data yang ada di Pusat Penyuluhan Pertanian terlihat bahwa jumlah kelembagaan petani di seluruh Indonesia saat ini berjumlah 641.653 kelompok yang terdiri dari 564.027 kelompoktani, 63.139 gapoktan, dan 14.487 kelembagaan ekonomi petani (data Simluhtan per 1 Desember 2017).Dari data diatas, menjadi tugas kita bersama untuk menumbuhkan dan mengembangkan kelembagaan ekonomi, ungkap Kabadan.BPPSDMP terus berupaya untuk mewujudkan petani sebagai pelakuutama bidang pertanian yang professional,mandiri dan berdaya. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan sinergi dari berbagai pihak, diantaranya program desa, fasilitasi permodalan dari perbankan, penguatan kelembagaan ekonomi petani melalui kemitraan usaha dan lainnya. Sinergi membutuhkan pendampingan dari berbagai pihak, diantaranya adalah penyuluh pertanian. Penyuluh pertanian memiliki militansi dalam kesejahteraan petani. "Kedaulatan pangan tidak akan terwujud tanpa adanya kesejahteraan petani, dan penyuluh pertanian memiliki peranan dalam mewujudkan kesejahteraan petani melalui pendampingan better farming, better bisnis, better orientation,better income dan better living", tambah Kabadan. Dengan adanya kelembagaan ekonomi petani diharapkan dapat menjadi titik temu yang dapat menghubungkan pelaku usaha dalam menetapkan: harga, dukungan sarana produksi, dan pengembangan usaha. Pada kesempatan yang sama Kabadan mengungkapkan indikator kinerja penyuluh dalam penumbuh kembangan kelembagaan petani, yaitu :1. Berapa persen kelembagaan peani yang menerapkan sistem pertanian terpadu?2. Berapa persen kelompok yang mengalami peningkatan kelas kelompok?3. Berapa persen kelompok tani /gapoktan yang meningkat menjadi Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP)?Terakhir, Kabadan berpesan kepada 111 orang petugas dari dinas yang menangani penyuluhan pertanian dari 29 provinsi yang menjadi peserta bimtek untuk melakukan proses edukasi dan pembelajaran kepada petani, menginisiasi penumbuhan KEP, serta memfasilitasi kemitraan dan jejaring pemasaran yang lebih baik. (Nurlaily) Gerbang Daerah 2017-12-08 14:07:58 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9084/kedaulatan-pangan-di-tangan-penyuluh-pertanian Kementan Fasilitasi Penguatan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Dan Peningkatan Kapasitas Penyuluhan Pertanian http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9083/kementan-fasilitasi-penguatan-kelembagaan-penyuluhan-pertanian-dan-peningkatan-kapasitas-penyuluhan-pertanian   Gerbang Daerah 2017-12-03 21:59:57 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9083/kementan-fasilitasi-penguatan-kelembagaan-penyuluhan-pertanian-dan-peningkatan-kapasitas-penyuluhan-pertanian Jambore Penyuluh Pertanian, Ajang Silaturahmi Dan Unjuk Kemampuan Penyuluh Pertanian http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9082/jambore-penyuluh-pertanian-ajang-silaturahmi-dan-unjuk-kemampuan-penyuluh-pertanian Untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan jiwa korsa penyuluh pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) melaksanakan Jambore Penyuluh Pertanian di Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMKPP) Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Kegiatan jambore yang diikuti oleh ribuan penyuluh se Jawa Barat ini berlangsung selama 2 hari yakni 15-16 November 2017. Selain untuk meningkatkan jiwa korsa, kegiatan ini dilaksanakan untuk mendorong motivasi kerja dalam mendukung keberhasilan swasembada, kemandirian dan kedaulatan pangan, hal ini disampaikan oleh Ketua Perhiptani Jawa Barat, Bapak Arifin. Ditambahkan oleh Arifin, jambore penyuluh pertanian di Provinsi Jawa Barat dilaksanakan setiap tahun dengan didukung oleh APBD, namun tahun 2017 ini pelaksanaan jambore dilaksanakan secara mandiri dan swadaya tidak ada bantuan dari APBD. Adanya kesadaran serta persamaan pemikiran mendorong para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini. Rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan jambore penyuluh pertanian 2017 antara gelar inovasi teknologi, lomba menyuluh, lomba roleplay (bermain peran), senam masal, pentas seni, serta dialog interaktif terkait kebijakan penyuluhan kedepan. Enan, salah seorang penyuluh dari Kabupaten Majalengka mengatakan, "Jambore penyuluh pertanian merupakan ajang silaturahmi dan unjuk kemampuan penyuluh", ia sangat senang dan mendapatkan banyak ilmu serta pengalaman setelah mengikuti jambore penyuluhan ini. Selain itu ia juga berharap kedepan, lebih banyak para pemerhati penyuluhan dapat hadir dalam acara yang melibatkan ribuan penyuluh pertanian tersebut. "Kalau bisa Pak Menteri Pertanian dan Pak Gubernur Jawa Barat dapat hadir pada acara ini, jadi penyuluh tambah semangat", ungkapnya. (Nurlaily). Gerbang Daerah 2017-11-21 17:07:10 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9082/jambore-penyuluh-pertanian-ajang-silaturahmi-dan-unjuk-kemampuan-penyuluh-pertanian Peningkatan Kemampuan Sdm Melalui Workshop Penyusunan Artikel http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9081/peningkatan-kemampuan-sdm-melalui-workshop-penyusunan-artikel Dunia Dalam Genggaman, itulah ungkapan dimana informasi memegang peranan strategis dalam kehidupan. Saat ini informasi hendaknya bersifat akurat, tepat waktu, relevan, lengkap dan mudah didapatkan. Dalam dunia penyuluhan pertanian, informasi dapat berupa berita maupun materi dalam bentuk artikel maupun feature. Dalam perkembangan informasi dan komunikasi yang semakin pesat saat ini, siapapun dituntut untuk dapat mengemas informasi menjadi menarik. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian mengadakan Workshop Penyusunan Artikel dengan melibatkan 50 orang peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian, pranata humas lingkup UPT BPPSDMP serta karyawan dan karyawati Pusat Penyuluhan Pertanian. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Arch, Bogor pada tanggal 20-22 November 2017 ini bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia yang dapat menyajikan informasi baik dalam bentuk berita/artikel maupun materi penyuluhan secara menarik, update dan berisi. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Fathan A. Rasyid menyampaikan dalam sambutan pembukaannya, "Personal penyuluh pertanian harus mampu untuk menulis artikel secara menarik, efisien di media massa baik cetak, elektronik maupun media sosial". Dijelaskan olek Kapusluh tulisan yang dibuat hendaknya dapat menarik anak-anak muda (generasi muda) untuk terjun menjadi enterpreneur muda dibidang pertanian. Penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam dunia pertanian hendaknya dapat menjadi jajaran terdepan dan mendukung pembangunan pertanian melalui penulisan artikel."Penyuluh yang profesional adalah penyuluh yang dapat menulis dengan hatinya, sehingga dapat menyentuh hati pembacanya", ungkap Kapusluh. Ditambahkan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan, Zahron Helmy, pelaksanaan workshop ini bertujuan untuk menghasilkan orang-orang yang memiliki pemikiran kritis tentang pembangunan pertanian secara tertulis. "Untuk mengetahui kemajuan pembangunan pertanian disemua lini diperlukan informasi yang dikemas secara menarik dan memiliki isi (makna) didalamnya", tambah Zahron. Secara singkat ia menekankan harapan dari pelaksanaan ini adalah mencetak penulis ilmiah populer dengan baik dan memiliki orang-orang yang tidak hanya sekedar menulis tetapi memahami substansi dari apa yang ditulisnya. Selama pelaksanaan kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan tentang teknik penulisan ilmiah semi populer, teknik penulisan berita di media massa dan media online serta vlog sebagai media kekinian yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi secara menarik baik oleh penyuluh pertanian maupun oleh para pranata humas lainnya. (Nurlaily). Gerbang Daerah 2017-11-21 17:01:10 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9081/peningkatan-kemampuan-sdm-melalui-workshop-penyusunan-artikel Tingkatkan Produksi Sentra Bawang Putih Sembalun Melalui Koorporasi http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9080/tingkatkan-produksi-sentra-bawang-putih-sembalun-melalui-koorporasi Kawasan Sembalun di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat telah lama dikenal sebagai sentra pertanian bawang putih. "Faktor kurangnya benih unggul masih menjadi kendala utama bagi pengembangan bawang putih Sembalun", ungkap Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Ir. Zaini. Benih khas varietas Sangga Sembalun saat ini hanya berjumlah 350 ton dengan asumsi cukup untuk ditanam di atas lahan seluas 350 ha dengan hitungan rata-rata 1 ton per hektar. Padahal Sembalun menargetkan pada musim tanam ini 1.750 hektar ditanami bawang putih. "Benih-Benih ini yang nanti kita kembangkan untuk pengembangan bawang putih Sembalun," ujar Zaini.Selain menjadi sentra bawang putih, Sembalun sudah memiliki beberapa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang maju dan mengarah pada korporasi yang sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo. Ir. Zaini menjelaskan upaya yang dilakukan oleh Dinas untuk mendukung peningkatan Gapoktan menjadi koorporasi adalah melalui perbaikan infrastruktur, ketersediaan air yang cukup, jaringan irigasi yang memadai, alat dan mesin pertanian, pemberantasan hama dan penyakit tanaman, pergudangan dan yang palin penting adalah adanya kepastian pasar. "Kita melegalitaskan kelompok tani dengan Surat Keputusan dari Bupati, hal ini dilakukan agar kelompok termotivasi dan mau terus mengembangkan usahanya", jelas Zaini.Disisi lain dijelaskan oleh salah satu petani yang sukses di Sembalun, Risdun bahwa persoalan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan. Kondisi pertanian bawang putih di Sembalun terbagi di beberapa titik. Dari hasil produksi di beberapa titik tersebut harga jual saat panen basah berkisar di angka Rp 21 ribu per kg, sedangkan saat panen kering ialah Rp 66 per kilogram. Nilai ini menurut Risdun sangat baik bagi para petani. Oleh karena itu, mereka berharap impor dapat ditekan semaksimal mungkin. "Tanpa ada impor pun kita dapat mencukupi kebutuhan nasional, jelas Risdun yang juga Ketua Kelompok Tani Gumilang.Pendampingan oleh penyuluh pertanian dilapangan pun tidak putus-putusnya dilakukan. Walaupun jumlah penyuluh yang semakin berkurang, di Sembalun sendiri terdapat 2 Penyuluh Pertanian PNS dan 3 orang THLTBPP tidak mengurangi semangat untuk mewujudkan koorporasi di bidang pertanian. Selain identifikasi kelompok, bentuk kelembagaan dan pengukuhan kelembagaan kelompok yang sudah lama tidak aktif pun dilakukan oleh penyuluh di Sembalun. Kunjungan lapang, pendampingan, pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha dilakukan agar mereka mau dan dan mengorganisasikan kelompoknya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktifitas, efisensi usaha, pendapatan dan kesejahteraanya. Dengan demikian Kementerian Pertanian optimis dapat mencapai peningkatan produksi bawang putih dilahan seluas 60 ribu ha pada tahun 2019 dengan mendorong petani membangun korporasi usaha taninya. (Nurlaily). Gerbang Daerah 2017-10-20 10:22:31 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9080/tingkatkan-produksi-sentra-bawang-putih-sembalun-melalui-koorporasi