Cyber Extension - Pusbangluh Deptan http://cybex.pertanian.go.id/rss id Jarkomluhdes: Sarana Pendukung Program Pembangunan Pertanian Desa http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9098/jarkomluhdes-sarana-pendukung-program-pembangunan-pertanian-desa Dalam rangka pemberdayaan masyarakat perdesaan di wilayah Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengembangkan dan meningkatkan kapasitas Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) dengan melengkapi Jaringan Komunikasi Pos Penyuluhan Desa (Jarkomluhdes). Pengembangan Jarkomluhdes didasari oleh keinginan Pemprov Jabar agar penyebaran informasi dan teknologi dalam pembangunan pertanian mulai dari hulu sampai hilir bisa sepenuhnya diterima dengan cepat, mudah dan murah oleh para petani. Tujuannya untuk memperkuat sistem dan jaringan penyuluhan pertanian berbasis teknologi digital guna meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas pertanian. Adanya jaringan ini juga akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani serta mendukung ketahanan pangan.Jarkomluhdes dikembangkan dengan menggunakan sistem aplikasi berbasis website, dimanfaatkan sebagai wahana dalam pengembangan agribisnis pertanian dan untuk pengembangan data produksi/produktivitas secara terpadu dengan stake holder lainnya di desa. Selain itu, aplikasi video teleconference Jamkorluhdes bisa dimanfaatkan sebagai sosialisasi program pembangunan, perencanaan program desa, komunikasi dan diskusi antar desa, serta evaluasi program dan kebijakan di desa.Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) meresmikan penggunaan Jarkomluhdes di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Rabu (14/01/2018). Saat ini Jarkomluhdes baru menjangkaui 375 desa di 15 kabupaten. Targetnya, seluruh desa di Jabar yang berjumlah 5.962 desa akan terhubung dengan Jarkomluhdes dan untuk tahun 2018 ini rencana penambahan jaringan akan dilakukan di 1.000 desa."Sekarang baru di 375 desa, ke depan tentu PR kita harus semua desa karena saya yakin di tiap desa ada anak yang sekolah dan pasti bisa mengoperasikan IT," ujar Aher.Jamkorluhdes merupakan layanan sarana prasarana Posluhdes berbasis Teknologi Informasi Komunikasi yang diarahkan pengembangannya untuk menyebarkan inovasi dan inovasi baru, terkait inovasi baru, teknis budidaya, dan informasi pasar. Dengan begitu, kini 375 Posluhdes terkoneksi melalui jaringan internet sehingga para petani akan mudah mengetahui informasi tentang harga komoditas, potensi desa, rencana produksi, luas panen, hingga memudahkan memasarkan produk pertanian."Tentu ini urusan internetisasi desa-desa kita, urusan memasarkan produk-produk pertanian di desa kita mutlak harus pakai internet," ujar Aher usai peresmian."Selain untuk mendorong produksi juga untuk pemasaran. Ini perangkat IT yang dibangun di kelompok pertanian atau Gapoktan di desa-desa untuk alat komunikasi seperti konsultasi ke dinas, ke penyuluh dan informasi harga barang pendukung pertanian, disaat yang sama juga bisa menjadi sarana pemasaran dan sharing pendapat," lanjut Aher.Usai meresmikan, Aher didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar, Hendy Jatnika, mencoba aplikasi video teleconference pada Jarkomluhdes ini dan berdiskusi bersama beberapa posluhdes dari 375 posluhdes yang terhubung secara bersamaan. Gerbang Daerah 2018-02-15 11:31:49 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9098/jarkomluhdes-sarana-pendukung-program-pembangunan-pertanian-desa Pesona “si Kuning” Dari Grobogan http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9097/pesona-si-kuning-dari-grobogan Memiliki lahan pertanian yang cukup luas, membuat sebagian besar masyarakat di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah lebih memilih pertanian sebagai mata pencaharian utama mereka. Berbagai macam jenis tanamanpun mulai dikembangkan para petani, salah satunya tanaman kedelai yang kapasitas produksinya bisa mencapai 2,6 ton/Ha. Tingginya permintaan pasar dan besarnya keuntungan, menjadikan tanaman kedelai kini mulai merambah ke berbagai kecamatan seperti di Kecamatan Karangrayung, Kradenan, Gabus, Toroh, dan Pulokulon, dengan luas lahan keseluruhan lebih dari 300 hektar. Pemerintah Kabupaten Grobogan terus berupaya meningkatkan produksi kedelai, baik dengan penggunaan varietas berkualitas yang memiliki produksi tinggi maupun melakukan perluasan areal tanam. Kedelai varietas lokal Grobogan telah sejak lama menjadi pilihan petani di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Grobogan. Untuk mewujudkan Grobogan sebagai Kota Kedelai dan menjadi ikon kedelai nasional, Pemkab Grobogan mendirikan Rumah Kedelai Grobogan (RKG) yang menggambarkan kegiatan agrobisnis kedelai mulai dari hulu hingga hilir. Di RKG terdapat seed centre, tempat pengolahan tempe dan tahu higienis, ruang pembelajaran, lahan percontohan, pusat promosi dan resto.Namun, usaha Pemkab tidak akan berjalan dengan lancar apabila tidak didukung oleh petani dan penyuluh pertanian yang selalu memotivasi petani untuk meningkatkan produksinya. Penyuluhan pertanian harus mampu memberdayakan petani dan pelaku usaha pertanian lain untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraannya. Melalui kegiatan penyuluhan, petani ditingkatkan kemampuannya agar dapat mengelola usaha taninya dengan produktif, efisien dan menguntungkan, sehingga petani dan keluarganya dapat meningkatkan kesejahteraanya. Salah seorang petani kedelai yang juga menjadi penyuluh swadaya, Siti Aminah menjelaskan alasannya menanam kedelai varietas ini karena umurnya lebih pendek, biji polongnya besar dengan berat per 100 biji 18 s.d 20 gram sama dengan kedelai impor. Selain itu, wanita kelahiran 17 Januari 1969 ini menyatakan keunggulan lain dari varietas Grobogan adalah kandungan protein dalam kedelai sebesar 43%. Bila diolah, kedelai varietas ini memiliki keunggulan dalam mendongkrak produksi tahu atau tempe yang sifatnya babar (lebih banyak hasilnya), rasanya pun relatif lebih enak dibanding kedelai impor. Tingkat kematangan polong dan daun bersamaan sehingga pada saat dipanen daun kedelai sudah rontok. Selain itu, masa tanam varietas ini terhitung pendek (74-76 hari) dan mudah beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan tanah. " Dari sisi hasil, untuk penanaman pada lahan 1 Ha, saya mendapatkan hasil 2,6 ton", ungkapnya.Sejak kecil ia telah menggeluti dunia pertanian membantu orang tuanya, hal itulah yang akhirnya mendorong Siti Aminah menjadi penyuluh swadaya yang dikukuhkan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan pada tahun 2015. Sebagai seorang penyuluh swadaya, ia mendedikasikan waktunya untuk membantu petani lainnya disamping aktivitas sehari-hari sebagai petani. Mulai dari sosialisasi cara menanam kedelai yang baik, pertemuan poktan hingga pendampingan. "Setelah menjadi PPS banyak sekali pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan, baik dari Dinas Pertanian maupun dari pengalaman petani lainnya di lapangan", imbuhnya. Dari bertani kedelai, ia mampu membesarkan 2 orang putra dan 3 orang putrinya, bahkan salah seorang anaknya sudah bekerja di Taiwan. "Dulu orang menyatakan bahwa menjadi petani itu tidak akan maju, tapi saya sudah merasakan kemajuan dalam hidup saya dan keluarga. Dimana ada kemauan dan usaha keras untuk maju pasti akan berhasil" tambah Aminah. Pengalamannya inilah yang ia tularkan sebagai motivasi kepada petani lain di daerahnya. Penyataan Siti Aminah diperkuat oleh penyataan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Ir. Edhie Sudaryanto, MM, "Kualitas kedelai lokal dari Grobogan bahkan pernah menjuarai lomba nasional karena memiliki warna biji yang putih kekuningan dan memiliki ukuran 16-20 gram/100 biji, tingkat produktivitas tanamannya tergolong cukup tinggi yaitu berkisar 2,0 sampai 3,5 ton/ha, serta umur panennya yang cenderung pendek." Disamping itu, biji kedelai Grobogan juga tidak mudah pecah maupun rontok. Sehingga pada saat pengangkutan hasil panen, tidak banyak biji yang hilang maupun tercecer. Kualitas rasa yang dihasilkan kedelai lokal Kabupaten Grobogan ternyata juga tidak kalah unggul. Ketika diolah menjadi susu kedelai, rasa langu yang dihasilkan tidak tertalu terasa, sehingga tidak salah bila sekarang ini banyak pelaku industri seperti produsen tempe, susu kedelai, maupun produsen kecap yang lebih memilih kedelai lokal Grobogan dibandingkan dengan varietas kedelai lainnya", jelas Edhie.Adapun kendala yang sering dihadapi para petani kedelai di Grobogan yaitu merosotnya harga kedelai pada saat panen raya tiba. Kondisi ini tentunya sangat merugikan para petani setempat, sehingga ke depannya diharapkan para petani mulai menerapkan strategi yang lebih baik agar hasil panen yang didapatkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Meskipun perkembangan budidaya kedelai di daerah Grobogan saat ini berkembang dengan pesat, namun pemerintah terus menghimbau masyarakat agar jangan cepat puas dengan hasil yang didapatkan. (Nurlaily). Gerbang Daerah 2018-02-08 10:46:23 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9097/pesona-si-kuning-dari-grobogan Penguatan Kelembagaan Dan Ketenagaan Penyuluhan Pertanian Mendukung Swasembada Dan Swasembada Berlanjutan http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9096/penguatan-kelembagaan-dan-ketenagaan-penyuluhan-pertanian-mendukung-swasembada-dan-swasembada-berlanjutan Kabupaten Lebak memiliki potensi pertanian seluas kurang lebih 54 ribu ha sawah yg tersebar di 28 ke Gerbang Daerah 2018-02-04 10:09:07 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9096/penguatan-kelembagaan-dan-ketenagaan-penyuluhan-pertanian-mendukung-swasembada-dan-swasembada-berlanjutan Temu Tugas Penyuluh Pertanian Tri Wulan I Kabupaten Sikka http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9095/temu-tugas-penyuluh-pertanian-tri-wulan-i-kabupaten-sikka Temu Tugas Penyuluh Pertanian Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur di gelar di Dinas Pertanian Kabupaten Sikka pada tanggal 30 Januari 2018 dengan mengundang Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mengawali kegiatan Wakil Bupati Sikka, Drs. Paulus Nong Susar pada saat pembukaan memberikan arahan yang menekankan pada kemampuan Penyuluh Pertanian sebagai penggerak masyarakat khususnya petani yang masih membutuhkan pendampingan Penyuluh Pertanian. Gerbang Daerah 2018-02-02 12:51:09 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9095/temu-tugas-penyuluh-pertanian-tri-wulan-i-kabupaten-sikka Uji Petik Pedoman Rencana Aksi Penerapan Sistem Pertanian Terpadu (spt) http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9094/uji-petik-pedoman-rencana-aksi-penerapan-sistem-pertanian-terpadu-spt Kementerian Pertanian telah menyusun Strategi Induk Pembangunan Pertanian 2015-2045, dengan visi utama terwujudnya sistem pertanian bioindustri berkelanjutan yang menghasilkan beragam pangan sehat dan produk bernilai tambah tinggi dari sumberdaya hayati pertanian dan kelautan tropika. Untuk mewujudkan visi tersebut, salah satu misi pembangunan pertanian yang akan dijalankan ialah mengembangkan sistem usahatani pertanian tropika agroekologi terpadu bioindustri, di mana salah satu pilar penopangnya adalah sistem usahatani bio/agroindustri dan bio/agroservices terpadu.Berdasarkan Indikator Kinerja Utama Pusat Penyuluhan Pertanian, salah satu sasaran kegiatan yang telah ditetapkan yaitu meningkatnya kelembagaan petani yang menerapkan sistem pertanian terpadu. Secara umum, Sistem Pertanian Terpadu merupakan suatu kombinasi usahatani yang dapat mengurangi erosi, meningkatkan hasil tanaman, mendaur-ulang hara dan aktivitas biologis tanah, meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi serangan hama dan penyakit, meningkatkan intensitas penggunaan lahan, meningkatkan keuntungan usahatani, dan oleh karenanya dapat mengurangi kemiskinan dan gizi buruk, serta meningkatkan keberlanjutan daya dukung lingkungan.Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian c.q. Pusat Penyuluhan Pertanian telah menyusun draft Pedoman Rencana Aksi Penerapan Sistem Pertanian Terpadu (SPT) sebagai acuan bagi penyelenggara penyuluhan dalam melakukan pembinaan kepada kelembagaan petani. Dalam pedoman ini terdapat 10 (sepuluh) model Sistem Pertanian Terpadu yang dapat dijadikan acuan, yaitu 1) Pengelolaan Pertanian Terpadu; 2) Pengelolaan Hara Terpadu; 3) Pengelolaan Hama Terpadu; 4) Pengelolaan Air Terpadu; 5) Pengelolaan Ternak Terpadu; 6) Pengelolaan Limbah Terpadu; 7) Pangan Untuk Manusia; 8) Pakan Ternak; 9) Energi /Biogas; dan 10) Pupuk Organik.Guna penyempurnaan pedoman ini, pada tanggal 23 s.d. 25 Januari 2018 telah dilakukan uji petik di provinsi Jawa Barat dan Lampung. Uji petik di provinsi Lampung dilakukan di UPT Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sidomulyo dan UPT Penyuluhan Pertanian Kecamatan Candipuro (Kabupaten Lampung Selatan) serta di UPT Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kota Gajah (Kabupaten Lampung Tengah). Dalam uji petik tersebut hadir para penyuluh dan perwakilan kelompok tani yang mewakili kelas kemampuan kelompoktani yang berbeda di masing-masing UPT Penyuluhan. Uji petik dilakukan untuk menggali persamaan pemahaman serta memperoleh masukan dari para pelaku di tingkat lapangan, baik dari penyuluh maupun petani.Kepala UPTD Penyuluhan Pertanian Provinsi Lampung, Ir. Maria Jojor RN, MTA mengatakan bahwa Provinsi Lampung sangat mendukung dan akan melakukan pengawalan dan pendampingan, demi menjaga kelestarian dan keberlangsungan alam serta pengembangan pembangunan pertanian.Sementara itu, perwakilan dari tim Pusluhtan yang turun ke lapangan, Inang Sariati menyatakan bahwa penerapan SPT di kelompoktani yang sebagian besar mengusahakan komoditi tanaman pangan, hortikultura dan peternakan telah dilakukan, namun masih ada juga petani yang belum mau dan mampu melakukan pemanfaatan kotoran ternak untuk digunakan sebagai penghasil biogas. Selain itu, masih ada petani yang mengandalkan pestisida dalam penanggulangan serangan hama, sedangkan air yang digunakan untuk kebutuhan pengelolaan uasahatani umumnya masih mengandalkan sumur bor.(doewa) Gerbang Daerah 2018-02-01 09:51:14 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9094/uji-petik-pedoman-rencana-aksi-penerapan-sistem-pertanian-terpadu-spt