Cyber Extension - Pusbangluh Deptan http://cybex.pertanian.go.id/rss id Petani, Penyuluh Pertanian, Bpp Kunci Kedaulatan Pangan http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9069/petani-penyuluh-pertanian-bpp-kunci-kedaulatan-pangan Berkurangnya jumlah penyuluh pertanian di lapangan dan menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah. Sesuai dengan amanat UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, jumlah tenaga penyuluh pertanian di Indonesia masih belum ideal. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr.Ir.Momon Rusmono,MS pada pertemuan koordinasi penyelenggaraan penyuluhan dan percepatan pendataan petani 2017 di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Yogyakarta tanggal 9 Agustus 2017 mengatakan dari 72.000 desa yang berpotensi di bidang pertanian, baru tersedia 44.000 tenaga penyuluh pertanian. Jumlah tenaga penyuluh yang berstatus Pegawai Negeri Sipil saat ini mencapai sekitar 25.000 orang, sedangnya yang bersatus Tenaga Harian Lepas (THL) berjumlah sekitar 19.000 orang. "Penyebab kurangnya jumlah tenaga penyuluh dipicu dinamika dan perkembangan zaman, diantaranya adanya perubahan transisi lembaga penyuluhan yang tadinya berdiri sendiri, namun saat ini diintegrasikan dengan dinas. Kedua jumlah penyuluh yang berkurang karena pensiun. Ketiga, tugas penyuluh yang semakin meningkat dan berorientasi untuk memenuhi target produksi. Keempat wilayah binaan penyuluh yang semakin luas," ujar Kepala Badan. Langkah awal untuk mengatasi hal tersebut adalah meningkatkan minat petani untuk menjadi penyuluh swadaya. Penumbuhan penyuluh swadaya hendaknya dibarengi dengan penumbuhan Pos Penyuluhan Desa (POSLUHDES). Perkembangan dinamika strategis yang dihadapi dalam penyelenggaraan penyuluhan, perlu disikapi dengan upaya untuk memperkuat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian. Perubahan kelembagaan penyuluhan pasca UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang telah terjadi perlu disikapi positif dan bijaksana. Balai Penyuluhan Pertanian merupakan kelembagaan penyuluhan pemerintah yang paling depan dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Keberadaan para penyuluh yang langsung berhubungan dengan para pelaku utama maupun pelaku usaha menjadi ujung tombak yang menentukan berhasil tidaknya pelaksanaan suatu program atau kegiatan terutama dalam hal penyampaian informasi, percepatan inovasi teknologi, serta perubahan perilaku dan sikap para petani. Keberadaan BPP dan para penyuluh tersebut harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk menjalankan fungsinya secara efektif dan efisien. Fungsi BPP yang awalnya sebagai tempat pertemuan para penyuluh, pelaku utama dan pelaku usaha dalam penyelenggaraan penyuluhan diharapkan dapat ditingkatkan dengan fungsi penyebarluasan informasi dan teknologi pertanian secara cepat, efektif dan efisien, untuk dapat memfasilitasi akses petani terhadap sumber-sumber permodalan, pasar, dan teknologi pertanian. Kepala BPPSDMP menyatakan, "penyuluhan tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan besar dari pelatihan dan pendidikan". Untuk meningkatkan kapasitas penyuluh maka dilakukan pelatihan dengan sistem jemput bola (on the job training) dengan pola widyaiswara yang mendatangi BPP. Selain itu sinergi penyuluhan dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian perlu dilakukan, karena inovasi teknologi ada artinya bila tidak sampai ke petani. Disinilah peran penyuluh sebagai agen perubahan menyampaikan dan memotivasi petani untuk meningkatkan hasil produksinya dengan memanfaatkan inovasi teknologi tersebut.Perubahan jaman dan perkembangan teknologi tidak dapat ditanggapi dengan santai, sudah saatnya penyuluhan dilakukan dengan pendekatan fungsi yakni menjadi agen perubahan bagi petani. Pemanfaatan simluhtan dan cyberextension dapat meningkatkan eksistensi penyuluhan di lapangan. Tidak dapat dipungkiri seluruh data dilapangan berupa luas lahan, kepemilikan, jenis komoditas berasal dari penyuluh, namun perlu peningkatan pemanfaatan teknologi informasi untuk mengolah data tersebut hingga data tersebut dapat dimanfaatkan secara cepat dan akurat. SIMLUHTAN merupakan basis data untuk petani dan kelompok tani. Disela-sela arahannya, Kepala Badan menyatakan dalam rangka mengawal pemberian subsidi bagi petani yang berhak dan untuk memastikan subsidi tersebut tepat sasaran, diperlukan adanya instrumen pengendalian yang akurat yang sekaligus sebagai alat pengawasan. Salah satu alternatif untuk melakukan pengendalian subsidi pupuk yaitu dengan penggunaan kartu tani. Kartu Tani merupakan kartu multifungsi yang memuat informasi petani, lahan, kebutuhan saprotan, informasi panen, maupun sebagai kartu debit untuk penerimaan tabungan, pinjaman, subsidi maupun bantuan. Tentunya informasi tersebut didapatkan melalui identifikasi penyuluh dilapangan dan telah diverifikasi oleh BPP/Dinas Pertanian setempat. Untuk penerapan dan penyebarluasan penggunaan Kartu Tani, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Bank Himbara) akan menyediakan solusi sistem yang terintegrasi dengan kartu. Kartu Tani sebagai akses layanan perbankan memiliki keunggulan single entry, validasi yang berjenjang dan transparan serta dikelola dalam suatu database sistem yang memuat data petani secara lebih lengkap. Diharapkan melalui upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas BPP, penyuluh dan perlindungan petani, pembangunan pertanian dapat berjalan sehingga kedaulatan pangan dapat terwujud. (Nurlaily). Gerbang Daerah 2017-08-15 13:50:31 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9069/petani-penyuluh-pertanian-bpp-kunci-kedaulatan-pangan “penyuluh Pertanian Jawa Timur Siap Wujudkan Ekonomi Pangan Berkeadilan Melalui Penguatan Kemitraan Pelaku Utama Dan Pelaku U http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9068/penyuluh-pertanian-jawa-timur-siap-wujudkan-ekonomi-pangan-berkeadilan-melalui-penguatan-kemitraan-pelaku-utama-dan-pelaku-us Komitmen tersebut disampaikan oleh penyuluh pertanian se-Jawa Timur pada (BBPP) Ketindan, Malang, Jawa Timur tanggal 29 Juli 2017 di depan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Momon Rusmono, MS. Para penyuluh, dimanapun posisinya tetap harus mengoptimalkan upaya dan kinerjanya untuk menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik untuk negeri. Masalah pertanian di Indonesia begitu kompleks serta banyaknya kekurangan di sisi petani baik dari aspek pendidikan, modal dan kapasitas membutuhkan kinerja yang lebih baik dari pemerintah dan penyuluh pertanian hingga berdampak positif untuk peningkatan produksi, kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Militansi penyuluhan orientasinya adalah untuk kesejahteraan petani. Maka peran penyuluh sangat besar dalam tumbuh dan kembangnya pembangunan pertanian.Penyuluhan tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan besar dari pelatihan dan pendidikan. Demikian pula sinergi penyuluhan dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian perlu dilakukan, karena inovasi teknologi ada artinya bila tidak sampai ke petani. Disinilah peran penyuluh sebagai agen perubahan menyampaikan dan memotivasi petani untuk meningkatkan hasil produksinya dengan memanfaatkan inovasi teknologi tersebut.Kepala BPPSDMP menyampaikan perlu adanya perubahan pola fikir ditingkat penyuluh. Sudah saatnya untuk menunjukkan kinerja penyuluh yang terbaik. "Bangun komunikasi yang efektif antara penyuluh dengan berbagai pihak untuk mensukseskan pembangunan pertanian", tegasnya."Sudah saatnya kita memperkuat Sistem penyuluhan yang dimulai dari kelembagaan penyuluhan, kelembagaan petani, ketenagaan penyuluhan, penyelenggaraan penyuluhan serta didukung dengan sarana, prasarana, pembiayaan serta pembinaan dan pengawasan"."Adanya perubahan kelembagaan penyuluhan yang telah terjadi perlu disikapi dengan bijak, jangan menganggap ini adalah hambatan namun jadikan perubahan ini menjadi hal yang positif", tambah Kabadan. Dengan adanya UU No 23 Tahun 2013 perlu merubah paradigma berfikir ke arah positif dengan menggerakkan penyuluhan disertai dukungan dana dan kebijakan agar penyelenggaraan penyuluhan dapat berjalan dengan baik. "Mari kita tumbuhkan kelembagaan penyuluhan khususnya di tingkat kecamatan dan desa. Kita kembangkan kelembagaan penyuluhan yang bernama POSLUHDES", ajak Beliau. Kelembagaan penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan dan desa perlu dihidupkan dan ditumbuhkembangkan, termasuk memperkuat balai penyuluhan sebagai simpul koordinasi. Balai penyuluhan sebagai pusat data dan informasi pertanian di tingkat kecamatan, dapat di jadikan pusat pendidikan, pelatihan serta pusat pengembangan kemitraan. Sesuai UU nomor 19 tahun 2013, tentang perlindungan dan pemberdayaan tani, Kelembagaan petani tidak semata-mata berupa kelompok tani dan gapoktan, namun bisa berupa badan usaha milik petani, koperasi pertanian dan kelompok usaha bersama. Bila poktan/gapoktan sudah baik hendaknya dikembangkan menjadi Kelembagaan Ekonomi Petani. Menjadi salah satu tugas penyuluh petanian untuk menumbuh dan mengembangkan minat petani untuk mau tergabung dalam kelompok tani sehingga kedepannya kelembagaan ekonomi petani dapat meningkat. Menyikapi perkembangan dinamika strategis yang dihadapi dalam penyelenggaraan penyuluhan, dilakukan dengan memperkuat Balai Penyuluhan Pertanian dan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian. Kekurangan jumlah penyuluh di lapangan telah diatasi dengan pengangkatan THLTBPP usia dibawah 35 tahun. Untuk THL TBPP yang berusia diatas 35 tahun akan diupayakan jalur Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (P3K). Untuk mengatasi jumlah penyuluh yang semakin berkurang, perlu ditingkatkan minat petani untuk menjadi penyuluh swadaya. Penumbuhan penyuluh swadaya hendaknya dibarengi dengan penumbuhan POSLUHDES. Untuk mengurangi biaya operasional dalam peningkatan kapasitas penyuluh, dilakukan pelatihan dengan sistem jemput bola (on job training) dengan pola widyaiswara yang mendatangi BPP. Gerbang Daerah 2017-08-07 10:41:22 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9068/penyuluh-pertanian-jawa-timur-siap-wujudkan-ekonomi-pangan-berkeadilan-melalui-penguatan-kemitraan-pelaku-utama-dan-pelaku-us Leadership Training “menyiapkan Sdm Dalam Mendukung Kementan Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045” http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9067/leadership-training-menyiapkan-sdm-dalam-mendukung-kementan-menuju-lumbung-pangan-dunia-2045 Pentingnya sektor pertanian dalam pembangunan di Indonesia mendorong pemerintah untuk memprioritaskan Pembangunan Pertanian sebagai salah satu program pembangunan nasional yang harus disukseskan. Hal tersebut dipertegas dalam visi Kementerian Pertanian 2005-2025 yaitu terwujudnya sistem pertanian industrial berkelanjutan yang berdayasaing dan mampu menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Selain itu Kementerian Pertanian mentargetkan Indonesia dapat menjadi Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045. Untuk dapat menjamin keberhasilan program-program tersebut, banyak hal yang harus dipersiapkan. Salah satu diantaranya yang dinilai mempunyai peranan yang amat penting adalah tersedianya sumber daya manusia pertanian dengan jumlah yang cukup, penyebaran yang merata serta mutu yang prima. Upaya untuk dapat menyediakan sumber daya manusia pertanian banyak macamnya salah satunya adalah kerjasama antara Kementerian Pertanian dan ESQ 165 dalam menggelar Leadership Training 2017, yang dilaksanakan di Auditorium Gedung A, Kementerian Pertanian, Jakarta pada tanggal 17 Juli 2017.Leadership Training 2017 diikuti oleh 600 pegawai lingkup Kementerian Pertanian yang berusia dibawah 40 tahun dan dipandu Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian dan Bramantyo Wibisono beserta team. Sekretaris Jenderal Kementan Hari Priyono dalam sambutan pembukaannya, mengatakan, training bertujuan memberikan pembekalan dan pemahaman kepada peserta bahwa mereka adalah generasi penerus di Kementerian Pertanian. "Mereka harus mempunyai ide besar terhadap kemajuan Kementan untuk menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045, serta harus memiliki semangat kerja yang tinggi, integritas, disiplin, inovatif, dan lainnya," tegasnya.Hari Priyono menyatakan persoalan pangan menjadi isu paling krusial di dunia mengingat dunia juga sedang menghadapi tantangan berupa perubahan iklim. Banyak petani yang terkecoh dengan perubahan iklim yang terjadi ketika menentukan pola tanam, sementara mereka belum mengantisipasi atas perubahan iklim yang terjadi. Meski demikian, Hari menyampaikan pemerintah optimis Indonesia dapat menjadi lumbung pangan dunia pada 2045 dengan sumber daya yang dimiliki. "Petani Indonesia adalah petani yang kuat dan tangguh. Meskipun adanya anggapan bahwa petani tidak berpendidikan, kumuh dan lemah tidak menyurutkan petani untuk memenuhi kebutuhan pangan", imbuhnya. Dia meyakini sektor pertanian dapat menjadi penggerak ekonomi nasional. Untuk itu, dia mendorong generasi muda berupaya melakukan inovasi di bidang pertanian. Dengan demikian, sektor pertanian tidak menjadi terpuruk dan terpinggirkan.Sementara itu, Ary Ginanjar menjelaskan, leadership training bertema "Menyiapkan Generasi Muda Pertanian Wujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045" ini akan mereprogram alam bawah sadar agar para peserta juga berubah untuk menghadapi persaingan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). "Kemudian mengalahkan ketakutan-ketakutan dan memunculkan pengelolaan emosi yang positif dalam hidup hingga mereka bisa menarik hal positif dalam hidup," ungkapnya.Dalam pengarahannya, Menteri Pertanian memotivasi peserta training untuk mau berubah pola fikir dari sekedar menjalankan rutinitas semata tetapi dapat membuat sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. "Tidak ada yang tidak mungkin bila ada kemauan, manfaatkan waktu dengan baik", ungkap Mentan. Mentan menyatakan kunci keberhasilan adalah kedisiplinan, rajin, kejujuran, kerja keras, berani dan bertanggung jawab.Ditambahkan oleh Mentan, suatu kehormatan dari Presiden RI atas apresiasi kinerja Kementan. Diakhir sambutannya Mentan mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap kinerja pegawai lingkup Kementan sehingga swasembada beras dapat tercapai. Kedepan kita wujudkan swasembada bawang putih, gula konsumsi, daging, yang pada akhirnya mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045.(Nurlaily).Leadership Training 2017 diikuti oleh 600 pegawai lingkup Kementerian Pertanian yang berusia dibawah 40 tahun dan dipandu Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian dan Bramantyo Wibisono beserta team. Sekretaris Jenderal Kementan Hari Priyono dalam sambutan pembukaannya, mengatakan, training bertujuan memberikan pembekalan dan pemahaman kepada peserta bahwa mereka adalah generasi penerus di Kementerian Pertanian. "Mereka harus mempunyai ide besar terhadap kemajuan Kementan untuk menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045, serta harus memiliki semangat kerja yang tinggi, integritas, disiplin, inovatif, dan lainnya," tegasnya.Hari Priyono menyatakan persoalan pangan menjadi isu paling krusial di dunia mengingat dunia juga sedang menghadapi tantangan berupa perubahan iklim. Banyak petani yang terkecoh dengan perubahan iklim yang terjadi ketika menentukan pola tanam, sementara mereka belum mengantisipasi atas perubahan iklim yang terjadi. Meski demikian, Hari menyampaikan pemerintah optimis Indonesia dapat menjadi lumbung pangan dunia pada 2045 dengan sumber daya yang dimiliki. "Petani Indonesia adalah petani yang kuat dan tangguh. Meskipun adanya anggapan bahwa petani tidak berpendidikan, kumuh dan lemah tidak menyurutkan petani untuk memenuhi kebutuhan pangan", imbuhnya. Dia meyakini sektor pertanian dapat menjadi penggerak ekonomi nasional. Untuk itu, dia mendorong generasi muda berupaya melakukan inovasi di bidang pertanian. Dengan demikian, sektor pertanian tidak menjadi terpuruk dan terpinggirkan.Sementara itu, Ary Ginanjar menjelaskan, leadership training bertema "Menyiapkan Generasi Muda Pertanian Wujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045" ini akan mereprogram alam bawah sadar agar para peserta juga berubah untuk menghadapi persaingan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). "Kemudian mengalahkan ketakutan-ketakutan dan memunculkan pengelolaan emosi yang positif dalam hidup hingga mereka bisa menarik hal positif dalam hidup," ungkapnya.Dalam pengarahannya, Menteri Pertanian memotivasi peserta training untuk mau berubah pola fikir dari sekedar menjalankan rutinitas semata tetapi dapat membuat sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. "Tidak ada yang tidak mungkin bila ada kemauan, manfaatkan waktu dengan baik", ungkap Mentan. Mentan menyatakan kunci keberhasilan adalah kedisiplinan, rajin, kejujuran, kerja keras, berani dan bertanggung jawab.Ditambahkan oleh Mentan, suatu kehormatan dari Presiden RI atas apresiasi kinerja Kementan. Diakhir sambutannya Mentan mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap kinerja pegawai lingkup Kementan sehingga swasembada beras dapat tercapai. Kedepan kita wujudkan swasembada bawang putih, gula konsumsi, daging, yang pada akhirnya mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045.(Nurlaily). Gerbang Daerah 2017-07-18 11:14:18 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9067/leadership-training-menyiapkan-sdm-dalam-mendukung-kementan-menuju-lumbung-pangan-dunia-2045 “keikhlasan”,kunci Sukses Haji Saupi Penyuluh Swadaya Dari Lombok Tengah http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9066/keikhlasankunci-sukses-haji-saupi-penyuluh-swadaya-dari-lombok-tengah Sumber daya manusia pertanian memiliki peran vital dalam mendukung suksesnya program kedaulatan pangan Indonesia, termasuk didalamnya para penyuluh pertanian baik PN, THLTBPP maupun penyuluh swadaya. Kehadiran petani yang mampu menjadi penyuluh (penyuluh swadaya) bisa melengkapi kekurangan tenaga penyuluh organik atau penyuluh PNS secara nasional. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong para petani yang berprestasi untuk juga bisa menjadi penyuluh pertanian swadaya. Gerbang Daerah 2017-07-13 10:42:39 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9066/keikhlasankunci-sukses-haji-saupi-penyuluh-swadaya-dari-lombok-tengah Sosialisasi Kartu Tani Dan Pertemuan Percepatan Validasi Data Melalui Simluhtan Di Wilayah Jawa Barat http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9065/sosialisasi-kartu-tani-dan-pertemuan-percepatan-validasi-data-melalui-simluhtan-di-wilayah-jawa-barat Dalam rangka penerapan dan penyebarluasan penggunaan Kartu Tani, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Himpunan Bank Negara (HIMBARA) akan menyediakan solusi sistem yang terintegrasi dengan kartu. Kartu Tani merupakan kartu yang dapat memberikan manfaat tidak hanya untuk petani semata, Kementerian dan Lembaga terkait pun menerima manfaat dari kartu tani tersebut. Bagi Petani keuntungan yang diperoleh antara lain dana yang diterima utuh, pembelian pupuk subsidi sesuai dengan kuota yang diberikan sehingga jumlah dan kualitas pembelian pupuk sesuai. Adanya ketersediaan data yang lengka dan akurat dapat digunakan oleh Kementerian Pertanian sebagai dasar penyusunan kebijakan, proyeksi hasil panen lebih akurat dan acuan dalam penyusunan subsidi. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman bersama Menteri BUMN, Rini Soewandi, pada acara pembahasan Perkembangan Program Kartu Tani yang dilaksanakan di Kantor Pusat BNI pada tanggal 20 Februari 2017 menyatakan agar Kartu Tani di 5 provinsi di Pulau Jawa sudah bisa digunakan oleh para petani sebagai alat penebusan pupuk bersubsidi dan transaksi lainnya pada bulan Juni 2017. Untuk itu diharapkan dilakukan adanya percepatan terutama untuk melakukan verifikasi dan validasi data petani. Disepakati data dasar petani berasal dari Simluhtan yang akan diverifikasi dengan data pendukung lainnya. Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, maka BPPSDMP Pertanian melakukan sosialisasi Kartu Tani dan pertemuan percepatan validasi data melalui SIMLUHTAN di wilayah Jawa Barat dengan membagi 4 wilayah utama yakni Sukabumi. Cianjur, Bogor, Sukabumi, Kota Depok, dan Kota Bogor pada tanggal 31 Mei 2017 di Bogor. Kabupaten Purwakarta, Karawang, Subang, Bekasi, Kota Bekasi pada tanggal 3 Juni 2017 di Purwakarta. Kabupaten Indramayu, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Kota Cirebon, Sumedang pada tanggal 6 Juni 2017 di Cirebon dan Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Bandung, Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung pada tanggal 8 Juni 2017 di Garut. Pertemuan ini melibatkan penyuluh, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), Bank Mandiri. Diharapkan melalui pertemuan ini dapat diperoleh data kelompok tani beserta lahannya secara update sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. (Nurlaily). Gerbang Daerah 2017-06-22 13:59:51 admin http://cybex.pertanian.go.id/gerbangnasional/detail/9065/sosialisasi-kartu-tani-dan-pertemuan-percepatan-validasi-data-melalui-simluhtan-di-wilayah-jawa-barat