Profil Kita

PROVINSI SULAWESI UTARA (KSU) MOKAPOG OLLOT (KEP) BERPRESTASI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA

Sumber Gambar: profil penghargaan 2018

Didesa Ollot dua Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara pada tanggal 12 februari 1998 telah berdiri kelompok tani melati II yang beranggotakan 25 orang dengan luas lahan garapan sawah 25 ha, lahan kering tegalan 32 ha dalam perjalanan Kelompok Tani Melati. II ini terus berkembang untuk dapat meningkatkan pendapatan anggotanya.
pada tanggal 29 november 2004 kelompok tani ini mendirikan suatu lembaga yang berbadan hukum yaitu Lembaga Simpan Pinjam Berbasis Masyarakat (LSP-BM) Mokapog yang beranggotakan Kelompok Tani 25 Orang dengan Modal Awal Rp. 2,700,000.- (dua juta tujuh ratus ribu rupiah) dan pada tanggal 14 juli 2006 lembaga ini didaftarkan untuk mendapatkan pengesahan Akta Notaris nomor 77.

Pada Tahun 2006 Bedasarkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) LSP-BM ini merubah sistim untuk mendapatkan stimulan dana dari pemerintah maka terbentuklah Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Mokapog Ollot dan mendapatkan suntikan dana melalui Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) sebesar Rp. 175,000,000 (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) Tahun 2009. Dengan adanya suntikan dana tersebut maka lembaga ini semakin leluasa untuk mengembangkan sayap baik pemasaran, penjualan dan bermitra dengan pihak Ke III.
Unit – Unit Usaha yang dibentuk unit usaha pelayanan jasa simpan pinjam/Usaha Ekonomi Produktif (UEP), unit usaha pengolahan/pemasaran hasil pertanian, unit usaha sarana produksi dan Alsintan.
Perkembangan usahanya mulai pembelian pangan, jagung dan saprodi baik dari anggota kelompok tani maupun masyarakat sekitarnya untuk pemasarannya sudah meluas keluar kabupaten bahkan sampai luar Provinsi Sulawesi Utara antara lain Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Maluku Utara bermitra dengan PT. Poyato untuk pemasaran jagung yang berada di Kabupaten Gorontalo Utara dan pemasaran benih padi Non Hibrida bekerjasama dengan PT. Pertani Tbk Manado.
Berkembangnya usaha tani dan peluang pasarnya terbuka maka berdasarkan kesepakatan dalam Rapat Anggota (RAT) Gapoktan tahunbuku 2014 Lembaga ini dibentuk menjadi Koperasi Serba Usaha (KSU) Mokapog Ollot dengan Nomor Badan Hukum 16/BH/XXV.II/II/2015 Tanggal 24 Februari 2015, jumlah Anggota 176 orang. Susunan pengurus Ketua Ishak Datuela, Sekretaris Wisno Labindjang dan Bendahara Nasrul Rahman.
Kegiatan yang dilakukan untuk pengembangan usaha tani sudah berjalan dengan baik namun dalam pengelolaannya masih terbagi-bagi terutama dalam pembukuannya ada yang dikelola oleh Gapoktan dan LSP-BM. Hal ini yang menjadi kendala sehingga fungsi koperasinya yang sudah berbadan hukum cukup lama belum berfungsi secara baik sehingga perlu perbaikan kedepannya. Atas dasar kesepakatan pengurus bahwa RAT tahun 2019 akan diusahakan berdasarkan laporan RAT koperasi serba usaha Mokapog Ollot.

KEGIATAN PENGEMBANGAN KOPERASI SERBA USAHA (KSU) MOKAPOG OLLOT
Pemerintah Desa Ollot Dua Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dalam peningkatan produksi benih padi maupun pangan masyarakat pada Koperasi Serba Usaha Melalui Kelompok tani melati.II, yang melakukan Kegiatan Penangkaran Benih Padi Non Hibrida. Untuk mendukung kegitan itu Pemerintah Desa Ollot Dua memberikan modal dana untuk dikembangkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang pelaksana oprasionalnya adalah Pengurus Koperasi Serba Usaha KSU Mokapog Ollot. Berdasarkan kesepakatan sebagian pendapatan dari hasil keuntungan diberikan kontribusinya pada desa Melalui PAD.

KEBERHASILAN
Pendekatan yang dilakukan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dilakukan uji coba dalam penerapan teknologi tapat guna, melakukan demplot pada usaha kelompok, melakukan perbandingan suatu usaha dengan penerapan analisa usaha.
Dengan adanya penerapan teknologi penanaman jajar legowo masyarakat tani dan kelompok tani sudah dapat membedakan tentang pengasillan dari setiap panen yang dulunya tanam acak penghasilannya gabah kering panen kurang lebih 2.400 – 2.500 kg/ha namun dengan mengunakan sistim jajar legowo hasil panen bisa mencapai 4.500 – 5.000 kg/ha. Selain itu berkat teknologi yang diterapkan terhadap kelompok tani, maka petani bisa menanam selingan dalam 2 kali setahun yaitu padi, jagung, padi.
Peran penyuluhdalampendampingan kepadakelompok tentang pentingnya jejaring dan kemitraan dengan pihak ke III maka petani sudah berkurang atas ketergantunganya dengan pihak tengkulak atau sistim ijon rentenir. Salah satu kelompok tani yang sudah bermitra yaitu Kelompok Tani Melati II bermitrakan dengan program PNPM-MPD melalui Unit Pengelolah Kegiatan (UPK) dengan sistim simpan pinjam dengan bunga 2 % menurun. Selain itu 25 orang anggota kelompok tani melati II dimitrakan dengan program Bank Indonesia (BI) Melalui Penanaman Padi Sistim Salibu (Tanam Satu Kali Panen Berulang – Ulang ) dan juga mendapatkan ijin usaha perorangan sebagi salah satu syarat mendapatkan pinjaman pada BRI tidak mendapatkan anggunandengan batas pinjaman maksimal RP. 25,000,000.-
Modal usaha Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) yang dikelolah melalui Koperasi Serba Usaha (KSU) Mokapog Ollot sampai dengan posisi per 31 Desember Tahun 2017 Sejumlah Rp. 1,025,184,981.- (satu miliyar dua puluh lima juta seratus delapan puluh empat ribu sembilan ratus delapan puluh satu rupiah) dari modal awal Rp 2.700.000,- (dua juta tujuh ratus ribu rupiah).

Keberhasilan yang telah diperoleh tidak putus begitu saja, masih ada harapan yang lebih besar lagi kedepannya dengan aktifnya pengurus dan peran serta anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Mokapog Ollot diharapkan menjadi penopang ekonomi masyarakat khususnya di wilayah koperasi tersebut dan umumnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara. (Suwarna)

Tanggal Artikel : 21-08-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Misran Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Pasaman
  2. Dasmawati, Sp Penyuluh Pertanian Pns Teladan Kabupaten Kampar
  3. H. Sayuti Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Ogan Komering Ulu
  4. Sunardi, Petani Dari Karimun