Profil Kita

PROVINSI SULAWESI SELATAN KOPERASI TANI HARAPAN JAYA (KEP) BERPRESTASI KABUPATEN MAROS

Sumber Gambar: profil penghargaan 2018

Didirikan pada tanggal 8 Desember 2014 di Lingkungan Data, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Koperasi ini telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Koperasi dan UKM dengan akta badan hukum Nomor 17/BH/XXIV.10/XII/ 2014 tanggal 12 Desember 2014. Terbentuknya koperasi ini berasal dari kelompok tani yang kemudian bergabung dengan kelompok tani yang lain membentuk gabungan kelompok tani Sipakatau, yang kemudian menjadi koperasi tani. Pada tahun 2014, jumlah anggota yang terdaftar dalam koperasi berjumlah 36 orang dan saat ini telah berkembang menjadi 68 anggota. Koperasi Tani Harapan Jaya mempunyai visi menjadikan Maros sebagai lumbung beras di Sulawesi Selatan. Untuk mencapai visi tersebut, kemudian ditetapkan misi, antara lain:
1. Memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah koperasi;
2. Memberdayakan lahan kurang produktif/belum dimanfaatkan;
3. Menyediakan pupuk berkualitas dengan harga terjangkau; dan
4. Menyediakan sarana dan prasarana produksi pertanian
Pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) pertama, terpilih pengurus yang terdiri dari ketua dijabat oleh H. M Tadjuddin, sekretaris dijabat oleh Nirwana, dan bendahara dijabat oleh Salwatiah, dan Dewan pengawas, yang dijabat oleh Anwar (ketua) dan dua orang anggota. Ambo Tuwo dan Ambo Appe. Selain itu, untuk menunjang dan memperlancar kegiatan koperasi, ditetapkan lima unit usaha yang diketuai oleh manajer. Unit usaha tani dan sarana prasarana pertanian diketuai oleh Nurlina, unit usaha infomasi dan teknologi diketuai Mardiah, unit usaha alat dan masin pertanian diketuai oleh Hasnia, unit usaha pembiayaan/simpan pinjam diketuai oleh Maryam, dan unit usaha pengolahan dan pemasaran diketuai oleh Ani.
Pada tahun pertama, unit usaha simpan pinjam serta unit pemasaran dan pengolahan yang sudah berjalan kegiatannya. Pemupukan modal berasal dari iuran anggota sebesar Rp 10.000 untuk setiap anggota per bulan. Uang yang terkumpul kemudian dipinjamkan kepada anggota yang membutuhkan dengan bunga sebesar 2% setiap bulan. Unit usaha tani dan sarana prasarana melakukan pembelian gabah dari para petani anggotanya di lahan seluas 200 ha. Gabah ini kemudian diolah menjadi beras dan dikemas dalam kemasan 10 kg dengan merk dagang Beras Melati HJ. Pemasaran produk ini mencakup pasar lokal di Kecamatan Maros Baru.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota, Koperasi Tani Harapan Jaya membangun kantor sekretariat melalui dana swadaya dari anggota, gudang penyimpanan gabah yang dilengkapi dengan mesin penggilingan gabah, dan lantai jemur. Selain itu, Koperasi Tani Harapan Jaya juga mengoperasionalkan 2 unit traktor roda 2 yang berasal dari bantuan pemerintah.
Keberadaan Koperasi Tani Harapan Jaya sangat dirasakan manfaatnya oleh anggota dan masyarakat dengan meningkatnya pendapatan dari anggota dan masyarakat sekitar. Dalam kegiatannya, koperasi tidak hanya melibatkan anggotanya saja, tetapi juga masyarakat sekitar. Pengadaan gabah oleh unit usaha pengolahan dan pemasaran tidak hanya mengambil dari petani anggota, melainkan dari petani-petani lain di wilayah Kecamatan Maros Baru untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Saat ini kapasitas gabah yang dikumpulkan mencapai 30 sampai 40 ton per musim tanam dan menghasilkan 18 sampai 24 ton beras. Sebagian besar beras tersebut dipasarkan melalui Toko Tani Indonesia. Sejak 2016, Koperasi Tani Harapan Jaya menjalin kerjasama pemasaran dengan 3 Toko Tani Indonesia, yaitu TTI Imam, TTI Melati dan TTI Hilda. Untuk memenuhi permintaan pasar, produk beras melati HJ dikemas dalam ukuran kemasan 5 kg, 10 kg, dan 25 kg. Koperasi Tani Harapan Jaya masih mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan TTI. Untuk memenuhi permintaan tersebut, Koperasi Tani Harapan Jaya mempunyai cita-cita memperluas jangkauan wilayah dan keanggotaan untuk petani-petani di Kecamatan Maros Baru.
Selain itu, Koperasi Tani Harapan Jaya membuka kios pupuk untuk melayani kebutuhan pupuk anggota dan petani non anggota. Unit pengolahan hasil pertanian dengan memberdayakan ibu-ibu di sekitar koperasi mengolah berbagai makanan tradisional khas Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dinilai mempunyai dampak yang positif terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga.
-o0o-

Tanggal Artikel : 21-08-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Provinsi Sulawesi Utara (ksu) Mokapog Ollot (kep) Berprestasi Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
  2. Misran Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Pasaman
  3. Dasmawati, Sp Penyuluh Pertanian Pns Teladan Kabupaten Kampar
  4. H. Sayuti Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Ogan Komering Ulu