Profil Kita

PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (KSU) MADA REBU (KEP) BERPRESTASI KABUPATEN SIKKA

Sumber Gambar: profil penghargaan 2018

Disebuah Dusun yang terpencil dari Ibukota Kabupaten Sikka, Dusun Kloangrotat Desa Pogon, Kecamatan Waigete merupakan salah satu dari sekian banyak lembaga serupa yang tersebar di 21 Kabupaten/Kota di Propinsi NTT, lebih khusus lagi adalah salah satu dari 21 lembaga serupa yang ada di Kabupaten Sikka. Wilayah kerja Koperasi Serba Usaha Gapoktan Mada Rebu mencakupi seluruh wilayah administratif Desa Pogon Kecamatan Waigete pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Sikka pada umumnya. Topografi wilayah Desa Pogon dengan ketinggian kurang dari 750 m dpl, kemiringan tanah15-30% dan kondisi tanah berbukit. Dengan jarak dari ibu kota kabupaten lebih kurang 20 Km.
Pada tanggal 05 Desember 2009 telah berdiri lembaga petani dengan nama Gapoktan Mada Rebu yang beranggotakan 3 Kelompok Tani dengan jumlah anggota sebanyak 43 orang. Modal awal dari anggota sebesar Rp.927.000. Dalam perjalanan kegiatan Gapoktan Mada Rebu ini terus berkembang sampai tahun 2013 ada bantuan dana BLM-PUAP sebesar Rp.100.000.000 dan terus berupaya untuk dapat meningkatkan tingkat pendapatan anggota melalui kelompok tani. Pada tahun 2014 perkembangan jumlah poktan menjadi 5 poktan, jumlah anggota sebanyak 74 orang dengan modal sebesar 130.527.900 dari segi usaha simpan pinjam, usaha ternak babi dan sapi sesuai Rencana Usaha Anggota (RUA).
Semakin berkembangnya usaha, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh anggota yaitu harga jual yang tidak menentu sehingga peternak sangat dirugikan karena permainan para blantik. Pada tahun 2014 Gapoktan Mada Rebu melaksanakan pertemuan berkat bimbingan dan pembinaan dari penyuluh THL-TBPP Desa Pogon dan dari Dinas Koperasi Kabupaten Sikka atas kesepakatan dalam pertemuan tersebut dibentuklah sebuah lembaga petani dengan nama "Koperasi Serba Usaha (KSU) Gapoktan Mada Rebu" Berbadan Hukum Nomor : 10/BH/XXIV.10/VII/2015, dipimpin oleh Ketua: Laurensius Susar (HP.082144965717). Sekretaris: Yosefa SurIyani Bendahara : Maria Rosalinda Odang. Anggota berjumlah 381 orang dan Pegawai koperasi sebanyak 7 orang.
Tujuan didirikannya Koperasi adalah : 1) Memiliki dasar hukum yang kuat; 2) Meningkatkan kegiatan usaha perekonomian anggota dan masyarakat; 3) Meningkatkan taraf hidup yang lebih baik; 4) Meningkatkan kwalitas ternak yang baik; 5) Memotong alur penjualan ternak yang sulit dikontrol; 6) Meningkatkan nilai jual ternak yang lebih baik; 7) Koperasi sebagai sentra penyediaan ternak unggul.
Bidang Usaha
1. Simpan Pinjam
Modal awal usaha sebesar Rp.927.000 berupa iuran anggota 43 orang. Selanjutnya anggota melakukan simpan pinjam, tahun 2013 mendapat bantuan dana BLM-PUAP sebesar Rp.100.000.000 sehingga total modal Rp.130.527.900,Usaha semakin meningkat sehingga aset sampai sekarang sebesar Rp. 479.115.263,terdiri dari simpanan pokok Rp.34.100.000,simpanan wajib Rp.40.000.000, simpanan sukarela Rp.137.991.000,dana solidaritas Rp.6.805.000,dana pembangunan Rp.2.325.000, dana cadangan Rp.11.568.307, sisa hasil usaha s/d bulan Juni 2018 sebesar Rp.46.325.956, pinjaman modal pihak PNPM/Mitra sebesar Rp.100.000.000. Usaha ini diberikan oleh Koperasi dengan melihat usahatani yang akan dikelolahnya dan sistim pengembalian tiap bulan sesuai tanggal jatuh tempo. Dalam simpan pinjam ini koperasi sangat selektif dan dilakukan survey lapangan. Usaha simpan pinjam ini sudah bermitra dengan PNPM Kecamatan Waigete dan BUMDES Desa Pogon. Koperasi ini sudah melaksanakan RAT ke IV Tahun Buku 2017. Dari usaha simpan pinjam, Koperasi menyisikan Dana Sosial yang diambil dari SHU yang dipergunakan untuk membantu anggota yang sakit rawat nginap, anggota yang meninggal berupa dana kematian dan karangan bunga.
Usaha simpan pinjam diberikan oleh Koperasi berupa pinjaman anggota minimal Rp.1.000.000 dan maksimal Rp. 20.000.000,- dengan bunga sebesar Rp.10.000/bulan dan administrasi pinjaman sebesar Rp.20.000 untuk pinjaman Rp.1.000.000 sedangan pinjaman Rp.20.000.000, bunga sebesar Rp. 200.000/bulan dan administarsi pinjaman Rp.400.000. sesuai dengan lama pinjaman.

2. Pengolahan Minyak Kelapa Murni
Usaha pengolahan minyak kelapa murni dimulai bulan maret 2015 sampai dengan sekarang dengan bahan dasar buah kelapa tua. Produksi perbulan sebanyak 100-250 botol dengan harga perbotol Rp. 25.000. Wilayah pemasaran di Kabupaten Sikka sampai tingkat Provinsi NTT. Pemasukan yang didapatkan dari hasil penjualan sebesar Rp. 125.000/bulan.

3. Ternak Ayam Potong
Usaha ternak ayam potong mulai tahun 2015. Dalam perjalanan usaha ini mengalami peningkatan sehingga produksi pada tahun 2017 sebanyak 250 ekor/bulan. Penjualan di pasar dan pesanan pelanggan (Pengepul) dengan harga berat hidup sebesar Rp.30.000/kg. Bibit ayam potong dan kandang diperoleh dari modal Koperasi yang diberikan kepada anggota. Pemasukan yang diperoleh dari hasil penjualan ayam potong sebesar Rp. 150.000/bulan.
4. Usaha Tanaman Pangan (Padi Lahan Kering dan Jagung Hibrida)
Luas tanaman padi yang dikelola seluas 1 Ha dengan produksi/tahun 3,2 Ton/Ha. Hasil tersebut di jual kepada anggota Koperasi dengan harga Rp.7.000/Kg gabah kering. Sedangan luas tanaman jagung : 1 Ha dengan produksi/tahun 7 Ton/Ha. Hasil tersebut di jual kepada anggota Koperasi dan pasar tradisional dengan harga Rp.5.000/Kg jagung pipil.

5. Usaha Ternak Sapi Potong
Usaha ternak sapi yang dilakukan oleh anggota Koperasi sebanyak 32 ekor. Sapi jantan 4 ekor dan betina 28 ekor. Usaha tersebut diawali dengan usulan dari anggota melalui Rencana Usaha Anggota. Modal awal berasal dari modal Koperasi. Seiring dengan berjalannya waktu usaha ternak sapi potong mengalami peningkatan produksi sampai sekarang berjumlah 116 ekor. Ternak sapi tersebut selain dijual kepada anggota juga kepada masyarakat umum yang membutuhkan, dengan harga rata-rata/ekor sebesar Rp.4.500.000 sampai 5.000.000. Hasil penjualan digunakan untuk pendidikan anak. Pupuk kotoran ternak dibuat dalam bentuk pupuk bokashi dan dijual kepada anggota digunakan untuk tanaman pangan dan perkebunan (Kakao). Harga pupuk bokashi Rp.2.000/Kg. Dalam usaha ternak sapi dilakukan proses IB yang dicanangkan oleh Gubernur Provinsi NTT dalam rangkaian kegiatan panen jagung. Hasil usaha ternak sapi potong diberikan kepada Koperasi sebesar 2 %/ekor dari hasil penjualan, Penadapatan koperasi dari hasil jual sapi potong sebesar Rp.100.000/ekor untuk diberikan kepada Koperasi.

6. Usaha Pemasaran Kakao
Luas tanaman kakao di wilayah Koperasi Gapoktan Mada Rebu sekitar 120 Ha. Hasil produksi kakao dalam bentuk coklat, rata-rata produksi 50 – 70 kg selanjutnya hasil coklat dari anggota dikumpulkan di Koperasi. Koperasi menfasilitasi /bermitra dengan perusahaan BANGWITA dan pedagang pengumpul dengan kisaran harga Rp.30.000/Kg. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi bahwa kakao harus hasil fermentasi, bersih dari kotoran sehingga perlu disortir sehingga kualitasnya terjamin. Hasil dari usaha pemasaran kakao diberikan kepada Koperasi sebesar 2 %/kg dari hasil penjualan sehingga Koperasi dapat pemasukan Rp.600/kg.

7. Sarana Prasarana
Pelayanan lain yang dilakukan oleh koperasi adalah penyewaan kursi, terpal dan alat-alat dapur, selain untuk anggota juga untuk masyarakat umum. Jasa kursi per-malam Rp.1.000, Terpal per-malam Rp.5.000 dan alat-alat dapur per-malam Rp.50.000.

8. Usaha Pemasaran Sembako
Sesuai rapat anggota usaha pemasaran sembako akan dilaksanakan pada bulan September 2018. Usaha ini diperuntukan semua anggota dan masyarakat umum dapat membeli barang-barang sembako di Koperasi sehingga dapat terjangkau dipasaran.

Selain kegiatan dibidang usaha tani kegiatan rutin lainnya juga dilaksanakan seperti mengunjungi kelompok tani yang tergabung di koperasi Mada Rebu dengan mengevaluasi kegiatan setiap 3 (tiga) bulan sekali bersama penyuluh pendamping. Mensosialisasikan ke kelompok-kelompok yang belum bergabung di Koperasi. Pertemuan rutin bulanan setiap tanggal 06 setiap bulan. Melaksanakan rapat anggota tahunan yang dilaksanakan setiap akhir tahun buku. Perkembangan usaha koperasi sampai dengan bulan Juni 2018 sebesar Rp. 479.115.200,-

Keberhasilan
Saat ini Kantor sekretariat masih menempati rumah dari ketua Gapoktan. Untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota, Koperasi Serba Usaha (KSU) Gapoktan Mada Rebu pada bulan Juni 2018 Koperasi sudah membeli sebidang tanah seluas 450 m2 sebesar Rp. 30.000.000 diambil dari SHU Tahun Buku 2015 sampai dengan Tahun Buku 2017 sebesar Rp. 15.000.000 dan partisipasi anggota sebanyak Rp. 15.000/orang. Rencana pembangunan kantor Koperasi dimulai pada bulan Juli 2019. Selain itu dampak adanya Koperasi Serba Usaha (KSU) Gapoktan Mada Rebu sangat dirasakan oleh anggota dan masyarakat dengan meningkatkan kebutuhan pangan, sandang, papan dan pendidikan. Rata-Rata pendidikan anak sampai tingkat SLTA bahkan sampai tingkat Sarjana. Selain itu Koperasi juga menfasilitasi kegiatan pengembangan Jagung Hibrida dan Padi Gogo di Kebun Contoh Kelompok Tani Balik Baler seluas 1 Ha, dengan produksi Musim Tanam 2015/2016 Rata-Rata Jagung Hibrida 7 Ton/Ha dan Padi Gogo 3,2 Ton/Ha. Dengan keberhasilan tersebut Gubernur Provinsi NTT hadir dalam kegiatan Panen Perdana Jagung Hibrida.
Keberhasilan yang telah diperoleh tidak putus begitu saja, masih ada harapan yang lebih besar lagi kedepan yaitu menjadikan Koperasi Serba Usaha (KSU) Gapoktan Mada Rebu sebagai Sentral Koperasi Tani yang ada di Kabupaten Sikka pada khususnya dan Provinsi NTT pada umumnya.
Untuk mewujudkan impian yang diharapkan koperasi, maka perlu dukungan semua anggota dan masyarakat sekitarnya, sesuai dengan Visi Koperasi Serba Usaha (KSU) Gapoktan Mada Rebu "Menjadikan Koperasi Serba Usaha Gapoktan Mada Rebu yang handal untuk mewujudkan perekonomian desa dalam meningkatkan kesejahteraan anggota" SEMOGA.(Suwarna).

Tanggal Artikel : 21-08-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Provinsi Sulawesi Selatan Koperasi Tani Harapan Jaya (kep) Berprestasi Kabupaten Maros
  2. Provinsi Sulawesi Utara (ksu) Mokapog Ollot (kep) Berprestasi Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
  3. Misran Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Pasaman
  4. Dasmawati, Sp Penyuluh Pertanian Pns Teladan Kabupaten Kampar