Profil Kita

PROVINSI PAPUA BARAT HERMAN SEFLE PENYULUH PERTANIAN SWADAYA TELADAN KABUPATEN SORON

Sumber Gambar:

Herman Sefle merupakan putra asli suku Moi. Dilahirkan tanggal 10 April tahun 1972 di Sorong Distrik Salawati Kabupaten Sorong, Herman Sefle mengawali pekerjaannya sebagai petani sejak tahun 1991. Masa kecil Herman tidaklah seberuntung teman-temannya yang lain. Dia harus meninggalkan kelas dua SMP nya, tidak melanjutkan pendidikannya lagi karena keterbatasan kemampuan ekonomi orang tuanya. Pria yang tinggal di Jalan Kacang RT 003/002 Malawele Distrik Aimas Kabupaten Sorong ini, harus menerima kenyataan pahit itu, putus sekolah. Dia bertekad untuk ikut membantu menyelamatkan kehidupan keluarganya.
Herman Safle yang ketika itu masih tergolong anak-anak, pada tahun 1989 sejak dia keluar sekolah, ingin mencari kerja. Dia memasukkan lamaran di PT. Sele Raya dan setahun kemudian Herman mendapat panggilan untuk bekerja dan dipekerjakan di bagian Drilling Sele Alpha di Kabupaten Merauke/diperbatasan Merauke. Di sini Herman bertahan selama 1 tahun. Karena masih tergolong sangat muda dan tempat kerjanya terlalu jauh dari orang tuanya, maka pada tahun 1991, Herman memutuskan untuk keluar bekerja di PT Sele Raya, dia memilih untuk pulang kampung ke Sorong dan sejak itu pula Herman membantu orang tuanya berkebun. Dia belajar menanam Ubi kayu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akan bahan pangan pokoknya. Sebagai seorang pemuda yang sudah bulat memilih profesinya jadi petani, Herman Sefle bekerja dengan rajin dan tekun. Dia tidak mau setengah-setengah.
Tahun 1995, ia membuka lahan seluas 2 (dua) Hektar dan ditanami Ubi Kayu semua. Herman memilih Ubi Kayu karena Komoditas ini termasuk yang sangat menjanjikan, sebab kota Sorong terkenal dengan Oleh-oleh Keripiknya, sehingga mau menanam seberapa luas pun pasti tetap laku dijual. Hingga sekarang, suami tercinta dari Fince Sesa ini, telah dijadikan langganan pembuat Keripik Singkong dan hal ini sudah berjalan selama 6 (enam) tahun.
Tahun 1998, seorang Penyuluh Pertanian yang bernama Marthinus Sesa yang juga putra asli Sorong dan bertugas di Kampung Herman, mengajak dan mengajari Herman menanam Padi Sawah. Kini sang Penyuluh tersebut telah menjadi Kepala Dinas Pertanian di Kabupten Sorong Selatan. Herman membuka lahan Sawah seluas 1 Ha, disamping tetap menanam Ubi Kayu (singkong). Awalnya dia ragu, sebab selama ini anggapannya yang bisa mengolah sawah dan menanam padi itu hanyalah orang Jawa. Berkat keinginannya yang tinggi, ternyata dia bisa juga menanam padi Sawah. Karena selama ini dia beranggapan, tanaman padi merupakan tanaman yang harus dirawat sepanjang musimnya hingga panen. Berbeda dengan Ubi Kayu, begitu ditanam ditinggal dan menunggu selama 6-8 bulan sudah bisa dipanen. Sejak itu, Herman memilih mencari lokasi tempat tinggal yang dekat dengan orang-orang Jawa, agar dia lebih mudah belajar dan bertanya kepada saudara-saudaranya yang berasal dari Jawa.
Pada Tahun 1999, Herman Sefle beserta teman-temannya dari Jawa, mencoba membentuk Kelompoktani yang kemudian Herman dipilih sebagai Ketua Kelompok. Merupakan suatu penghargaan bagi Herman, karena anggota kelompoknya umumnya berasal dari suku Jawa, namun dia bisa memimpinnya. Tujuan mendirikan kelompok tersebut adalah guna memudahkan dan meringankan pekerjaan tanah sawah hingga masa panen padinya. Herman yang rajin berkonsultasi dengan Penyuluh dan Kepala Dinas ini, lama-lama memutuskan bahwa bertanam padi sawah merupakan awal dari peningkatan kesejahteraan dirinya dan keluarganya. Teknologi inovasi baru yang dia dapat, selalu disampaikan kepada anggota kelompoknya. Memang diakui bahwa Herman adalah kepanjangan tangan Penyuluh Pertanian. Dia banyak memberikan penyuluhan kepada petani lainnya bersama Penyuluh yang ada ditempat itu.
Berkat kegigihannya membantu memberi penyuluhan kepada sesama petani itulah, maka Dinas tanaman Pangan dan Hortikultura mengukuhkan bapak dari 3 (tiga) orang putra ini, sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya.

Tanggal Artikel : 24-02-2016

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Azis Tone Petani Berprestasi, Kabupaten Bolaang Mongodow Th. 2016
  2. Misran Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Pasaman
  3. Dasmawati, Sp Penyuluh Pertanian Pns Teladan Kabupaten Kampar
  4. H. Sayuti Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Ogan Komering Ulu