Profil Kita

PROVINSI MALUKU MAKS REHATALINIT PENYULUH PERTANIAN SWADAYA TELADAN KOTA AMBON

Sumber Gambar:

Ambon khususnya dan provinsi Maluku pada umumnya, sudah terkenal sebagai penghasil rempah-rempah. Masyarakatnya cenderung menggantungkan hidupnya pada hasil perkebunan tersebut. Hal ini sudah berlangsung turun temurun hingga tidaklah berlebihan kalau provinsi ini dikenal sebaga ibu mirempah-rempah yang memiliki daya tarik luar biasa bagi dunia internasional sejak masa lalu.
Disamping rempah-rempah berupa cengkih maupun pala, beberapa komoditas buah unggulan juga dimilikinya juga seperti : durian, manggis, langsat, duku dan cempedak yang memiliki cita rasa yang lezat. Pohon tanaman ini merupakan warisan masa lampau sehingga banyak diantaranya yang telah berumur tua dan perlu peremajaan. Kedua jenis tanaman, baik tanaman rempah maupun buah ini selalu menjadi andalan masyarakat lokal karena disamping berbuah setiap tahunnya sebagai penopang ekonomi keluarga, di sela-selanya juga dapat ditanami singkong, ubi dan talas sebagai makanan tambahan sehari-hari.
Namun, akhir-akhir ini suasana tidak lagi seperti dulu. Telah terjadi perubahan drastis akibat kondisi iklim dan cuaca yang tidak menentu. Tanaman buah dan rempah tidak lagi memberi hasil menjanjikan seperti masa yang lalu. Disisi lain, pertumbuhan penduduk yang pesat tidak diiringi dengan pertambahan lahan, yang mengakibatkan semakin berkurangnya penghasilan masyarakat petani lokal. Ditambah lagi dengan kebutuhan biaya hidup yang semakin tinggi telah membuat kondisi masyarakat petani lokal semakin susah dan jauh dari kesejahteraan yang diidam-idamkan.
Adalah Markus Rehatalanit ,petani sekaligus penyuluh swadaya yang tidak mau kondisi ini dibiarkan berlarut-larut. Sebab, akan membuat kehidupan petani semakin memprihatinkan. Bersama-sama rekan petani lainnya, pemuda kelahiran Ambon 12 Desember 1964 ini berupaya merubah pola pikir tradisional dan kebiasaan petani lokal selama ini. Dari semula yang hanya cukup mengharapkan hasil panen tanaman perkebunan saja menjadi petani yang produktif dan inovatif .Petani didorong agar mengoptimalkan lahan mereka dengan berbagai tanaman hortikultura berupa : cabe, tomat, terong, ketimun, buncis, kacangpanjang, jagung, kubis, kangkung, sawi, bayam, semangka, melon serta pepaya yang dapat mendatangkan penghasilan dalam hitungan bulan .Hal ini dilakukan Markus-demikian ia biasa dipanggil, karena ia melihat banyak lahan berbukit batukarang yang menganggur hanya karena tidak dapat ditanami tanaman perkebunan. Padahal,dapat ditanami tanaman semusim seperti di atas.
Setelah melakukan ujicoba di lahan berbatu karang miliknya pada tahun 1996 yang mendatangkan hasil lumayan bahkan melebihi hasi ltanaman perkebunan, maka masyarakat di desanya mulai tertarik untuk mengikuti jejak Markus. Melihat responpositif masyarakattani di desanya membuat Markus bersuka cita dan berupaya untuk menjalin hubungan kerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Ambon maupun Provinsi Maluku untuk ikut membimbing masyarakat yang telah membuka diri dan tertarik untuk memproduksi tanaman semusirn tersebut. Atas bimbingan Dinas Pertanian juga pada tahun 1997 dibentuk kelompoktani (KT) GERBANG MAS yang artinya BERGERAK MEMBANGUN MASYARAKAT yang diketua ioleh Markus sendiri.
Selanjutnya Markus terus menggarap lahan berbatu karang miliknya sambil tetap memotivasi petani untuk bercocoktanam sesuai petunjuk petugas Penyuluh Pertanian agar dapat memberikan hasil yang maksimal. Upaya Markus berhasil dengan kian banyaknya petani yang mengikuti jejaknya. Sehingga akhirnya, dibentuklah dua KT baru di tahun 1998 dantiga KT lainnya di tahun 2000. Semuanya itu di dalam desa Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. Selanjutnya, suami tercinta dari Maria Moni haraponini, terus mengembangkan sayap penyuluhannya di desa-desa tetangga sambil membentuk embrio KT di masing-masing desa untuk diresmikan menjadi KT baru oleh Dinas Pertanian Kota Ambon.
Bukanlah Markus namanya kalau tidak gigih dan bersemangat tinggi. Berkat kelebihannya itupulalah, Dinas Pertanian memberikan kesempatan bagi Bapak satu anak ini untuk mengikuti berbagai pelatihan pertanian. Diantaranya adalah pelatihan di kelompoktani Sadagori, Sukabumi, Jawa Barat tahun 1998 dan mengikuti Penas di Tasikmalaya, Jawa Barat tahun 2001. Motto yang selaludipegangnya: KERAJINAN TANPA MEMANFAATKAN TEKNOLOGI MEMBERIKAN HASIL YANG BIASA, SEDANGKAN KERAJINAN DENGAN MEMANFATKAN TEKNOLOGI MEMBERIKAN HASIL YANG LUAR BIASA." Motto ini pula yang selalu ditanamkannya kepada sesama petani di desa Hutumur imaupun kecamatan Leitimur Selatan dan kota Ambon.
Dari waktu kewaktu, eksistensi dan prestasi Markus terus meningkat dan diakui.Tidakhanya di tingkat lokal, ia juga tercatat sebagai anggota KONTAK TANI NELAYAN ANDALAN (KTNA) Tingkat Nasional sejak tahun 2001. Yang lainnya adalah: Tahun 2006, ikut membidani lahirnya KTNA Kota Ambon dan KTNA provinsi Maluku; Tahun 2010, membentuk GAPOKTAN SUMBER REJEKI dan Markus sendiri terpilih sebagai ketuanya; Tahun 2011, mengikuti pelatihan di BBPP Lembang, Jawa Barat; Tahun 2012 , tim monitoring BBPP Lembang mengunjungi lahan Markus di kota Ambon dan mempersiapkan pembentukan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Gerbang Mas; Tahun 2012, mengikuti pelatihan P4S Pemula di BBPP Lembang serta studi banding P4S di kotaBatu, Malang, JawaTimur, dan banyak lagi. Misalnya, Markus juga aktif di Dewan Rempah Maluku, suatu organisasi yang berupaya mengembalikan kejayaan rempah Maluku . Bersama Dewan Rempah Indonesia

Tanggal Artikel : 24-02-2016

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Provinsi Maluku Utara Nahrowi Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Halmahera Timur
  2. Provinsi Papua Umar Rmagia Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Merauke
  3. Provinsi Papua Barat Herman Sefle Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Soron
  4. Azis Tone Petani Berprestasi, Kabupaten Bolaang Mongodow Th. 2016