Profil Kita

PROVINSI SULAWESI BARAT HARSONO PENYULUH PERTANIAN SWADAYA TELADAN KABUPATEN MAJENE

Sumber Gambar:

Harsono dilahirkan di Palla Palang, 11 Mareti 1966, alamat saat ini Desa Palla Pallang, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Riwayat pendidikan lulus SD Negeri 10 Palla-Pallang tahun 1979, lulus SMP Negeri Somba tahun 1983 setelah lulus SMP, ia melanjutkan sekolahnya ke SMEA dan lulus tahun 1986 ia dikaruniai 5 (lima) orang anak, anak pertama dan kedua telah menyelesaikan study di perguruan tinggi, yang ketiga masih semester 6, anak yang keempat masih duduk dibangku SMA dan anak yang terakhir/bungsu masih di bangku SMP.
Setelah menamatkan SMEA ia bekerja di sebuah perusahaan swasta hanya beberapa bulan saja ia menyadari bahwa pekerjaan yang digelutinya kurang menyenangkan sehingga Ia memilih untuk berusahatani sendiri dengan bimbingan dari para penyuluh. Pelatihan dan kursus yang pernah diikuti : 1). Jambore SL-PTT tahun 2001, 2). Forum Penyuluh Pertanian Swadaya tahun 2007, dan 3). Pelatihan Petani Pengamat Hama tahun 2014. Lahan pertanian yang ia miliki hanya 1 hektar dengan 3 kali musim tanam selama 1 tahun, 2 kali tanam padi, 1 kali tanam palawija, jenis padi yang ditanami a). varitas Mikongga, b). Ciherang dengan bimbingan para penyuluh pertanian dan penyuluh Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam tiga tahun terakhir produksi padi 8 ton/ha, Gabah Kering Giling (GKG) sedangkan biaya produksi 2 juta rupiah/ha dengan melakukan pengawalan dan pendampingan program SLP-PTT padi. Sedangkan Unit Pelayanan Saprodi (UPS) telah di fasilitasi untuk dibentuk sehingga UPS tersebut dapat sebagai pengecer resmi pupuk urea bersubsidi. Sementara kalao dijual Gabah Kering Giling (GKG) dengan harga Rp. 6.500,-/liter. Disamping berusahatani juga mengelola Unit Pengelola Jawatan Alsintan (UPJA) dari tahun 2010 sampai sekarang, jenis UPJA yang dikelola adalah : a). Hand Traktor, b) Perontok padi, selain dipergunakan di sawah milik sendiri dan kelompok juga disewakan hasilnya disimpan di kas Bendahara. Karena dengan ketekunan dan keuletannya sehingga banyak petani disekitar wilayahnya yang datang untuk bertukar informasi/belajar cara-cara bertani yang mudah diterima petani. Hal itu membuatnya sejak tahun 2008 ia di angkat menjadi Penyuluh Swadaya, sebagai penyuluh swadaya ia sering datang ke Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ulumanda, kabupaten Majene untuk berdiskusi dan membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pertanian atau masalah-masalah yang hangat dibicarakan saat ini terutama penyakit hama karet dan lain-lain. Diskusi ia lakukan bersama-sama dengan para penyuluh Pertanian PNS, dan Penyuluh THL-TBPP. Sebagai seorang Penyuluh Pertanian Swadaya walau tidak digaji sama pemerintah ia tetap rajin untuk membina kelompoktani, Gapoktan yang menjadi tanggungjawabnya bahkan rencana kerjanya bersama-sama dengan penyuluh yang ada di BPP Ulumanda. Ia juga dinobatkan sebagai Ketua Gapoktan, karena rajin dan ulet dalam menjalankan tugasnya sebagai Penyuluh Swadaya, ia juga rajin berkunjung ke kelompoktani dan kelompok gapoktan yang ia bina. Ia sadar bahwa sebagai Penyuluh Swadaya, Harsono adalah penting untuk mempasilitasi kelompoktani. Pertemuan kelompok dilaksanakan secara rutin sebagai alat kontrol untuk mengetahui apa permasalahan yang terjadi diapangan, disamping itu juga ia sebagai Ketua bertanggungjawab atas keuangan kelompok. Banyak impian-impian yang ingin ia dilakukan dalam membantu para petani, diantaranya pemikiran-pemikiran yang ikut memberikan konstribusi pada petani sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani ;
1. Mengajak petani untuk mau dan mampu melakukan perubahan, perilaku dalam penanaman hortikultura dengan memanfaatkan lahan pekarangan dan menerapkan teknologi hedroponik;
2. Mengajak petani untuk segera mengurangi pupuk yang merusak tanah (kimia) dalam mengelola tanaman hortikulutra yang beralih pada pengelolaan usahatani yang berbasis kesehatan yang dikenal sebagai pertanian ramah lingkungan (organik).
Pendampingan yang telah dilakukan tersebut di atas berdampak positif adanya peningkatan pendapatan kepada petani sebagai penyuluh swadaya. Ia tidak pernah putus asa dalam membantu dan mengayomi petani, ia berpegang teguh pada prinsip "sebaik-sebaik manusia adalah yang bermanfaat kepada orang lain". Semoga Allah SWT mempermudah segala urusan kami.
?

Tanggal Artikel : 24-02-2016

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Provinsi Maluku Maks Rehatalinit Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kota Ambon
  2. Provinsi Maluku Utara Nahrowi Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Halmahera Timur
  3. Provinsi Papua Umar Rmagia Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Merauke
  4. Provinsi Papua Barat Herman Sefle Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Soron