Profil Kita

PROVINSI SULAWESI TENGGARA I MADE JIWANATA PENYULUH PERTANIAN SWADAYA TELADAN KABUPATEN KONAWE SELATAN

Sumber Gambar:

I Made Jiwanata, laki laki yang kelahiran 31 Maret 1977, telah ditetapkan sebagai Penyuluh Swadaya Berprestasi mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara. Pekerjaaan utamanya sebagai petani, mulai melaksakan kegiatan sebagai Penyuluh Swadaya tahun 2011, beralamat di Desa Langgomea, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penyuluh swadaya ini dikaruniai 1 isteri dan 4 orang anak, telah banyak berprestasi dan berkarya bersama penyuluh pertanian PNS setempat. Berikut disampaikan profil kerjanya, seperti prestasi dan karya khusus, tingkat kesulitan lokasi dan kelompok binaannya.
Sesuai prosedur kerja setiap tahun berkoordiansi dengan penyuluh pertanian PNS, selalu menyusun rencana kerja Penyuluhan Pertanian yang akan dilaksanakannya. Beberapa Topik ilmu dan tehnologi sektor tanaman pangan yang disampaikannya langsung ke kelompok tani atau petani langsung adalah: Pembuatan Kompos, Efisiensi Penggunaan Air, Pengendalian Hama Terpadu, Tehnologi Padi Tandur Jajar, Percontohan Pemanfatan Pekarangan Dengan Sayuran, Perbaikan Alsintan, Mengamati Kesuburan Tanah Melalui Pemanfaatan Pahan Organik. Untuk sub sektor lain penyuluh swadaya ini memelihara ayam dan sapi, ikan air tawar yang dilaksanakan secara pertanian campuran (mix farming). Kegiatan yang disampaikan ini terlebih dulu diadakannya percontohan, sehingga rekan rekannya sangat yakin, yang hasilnya secara berkala disampaikan dan dikoordinasikan dengan Penyuluh Pertanian PNS. Laporan yang disampaikan meliputi masalah tehnis, sosial, ekonomi, Upaya pemecahan ketiga masalah tersebut, yang dilengkapi dengan daftar hadir masing masing pertemuan.
Dalam melaksanakan tugas koordinasinya, beberapa topik yang telah dilaksanakannya antara lain : (1). Menyusun jadwal tanam, bersama gapoktan, P3A, PU Pengairan, dan PPL. (2). Membahas varietas padi yang akan ditanam, (3). Pengamatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). (4). Persiapan panen dan Pasca panen, (5). Penyediaan saprodi serta (6). Koordinasi lapangan dengan instansi terkait. Untuk menambah ilmu pengetahuan dan tehnologinya beberapa pelatihan telah didikuti dengan baik. Masih di desa Langgomea, beberapa kelompok yang dibentuknya dan bekerja sama dengan koorparasi, dari berbagai sub sektor antara lain : (1). Kelompok Inti Tanaman padi, anggota 23 orang, (2).Kelompok Ternak Harapan Bersama, usaha sapi 24 ekor, jumlah peserta 13 orang, (3) Kelompok Ternak Cahaya makmur, Ayam Buras 450 ekor/ Itik 1000 ekor, anggota 15 orang, (4). Kelompok Tani ternak Cipta karya (5). Kelompok Wanita Tani Bangkit, pemanfatan pekarangan.(6). Kelompok tani Bunga sadar, klas lanjut. (7). Kelompok Panca Buana Tunggak Bakti, beranggotakan 128 orang, yang merupakan gabungan dari P3A, Perpadi, dan Lembaga adat.
Beberapa kontrak untuk penyediaan saprodi dilaksanakannya dengan Toko Pupuk Surya Tani dan PT Pertani, termasuk dengan Gapoktan, P3A, dan Perpadi. Dalam menumbuhkembangkan jiwa kepemimpinan/ kewirausahaan nya, I Made Jiwanata asal Transmigrasi Provinsi Bali ini, telah memberikan materi kepemimpinan atau manangemen seperti: Usaha Tani Padi, Pembentukan Wanita tani, Pengelolaan pekarangan, dan Managemen Konflik. Sementara analisa usaha tani dilaksanakannya untuk meyakinkan rekannya seperti: analisa usaha tani Padi sawah, Ternak sapi, ayam dan itik, Sayuran, termasuk pengelolaan UPJA dan Alsintan.
Disadari oleh penyuluh swadaya tanpa imbalan ini bahwa, transfer ilmu dan tehnologi baru dapat dilaksanakan ke petani melalui percontohan, dan pembelajaran partisipatif, maka di lahannya sendiri di kelurahan Subak Sari di desa Langgomea, telah dilaksanakannya percontohan seperti: (1). Tehnologi padi Jajar Legowo, (2). Pemupukan berimbang, (3). Penggunaaan pestisida yang efisien, (4). Pengelolaan Air yang efisien, (5). Pemanfatan pestisida Alternatif, (6). SLPTT, (7). Percontohan benih jagung komposit, benih jenis panah merah ketimun. (8). Intensifikasi ternak sapi lewat pengandangan, pengaturan pakan, dan mengendalian serangga penggangu, (9). Mina padi ikan nila. Dengan demikian, beliau mencoba dulu baru mengaplikasinya bila berhasil, sehingga resiko kegagalan ditanggungnya sendiri tanpa menyerahkannya kepada petani biasa.
Materi penyuluhan berupa ilmu dan tehnologi sektor tanaman pangan yang disampaikannya langsung kekelompok tani atau petani langsung dalam bentuk leaflet antara lain: Pembuatan kompos, Efisiensi penggunaan Air padi sawah, Pengendalian hama terpadu Tikus dan Keong mas, Tehnologi padi tandur jajar, Pemanfatan pekarangan sayuran, perbaikan Alsintan, Analisa Usaha tani Padi sawah. Laporan terhadap penyuluhan yang sudah dilaksanakannya disampaikannya kepada BP3K di Kecamatan Uepai, minimal 4 X setahun, termasuk topik koordinasi dan jadwal tanam.
Tingkat kesulitan sesuai kondisi wilayah kerja relatif mudah dan datar, dengan jarak tempuh sekitar 10 km, jumlah binaan hanya satu desa yakni desa Langgomea. Dengan masa pengabdian lebih dari 3 tahun, transmigrasi asal Provinsi Bali Kabupaten Badung, Kecamatan Belakkiuh, tahun 1982 ini selain Penyuluh Swadaya, juga mempunyai jabatan sosial antara lain: Ketua KTNA Kecamatan Uepai, Pengurus Gapoktan Desa Langgomea, Pengurus kelompok Tani Bunga Sadari, Anggota Badan Perwakilan Desa, dan Ketua Majelis Tinggi Parisade Hindu Darma Desa Langgomea.
Akhinya dalam kelanjutan melaksanakan tugasnya beliau mengharapkan adanya pengawasan pupuk bersubsidi yang ketat agar terhindar dari kelangkaan, sementara yang menyangkut operasionalnya agar pemerintah dapat menyiapkan anggaran untuk itu.

 

Tanggal Artikel : 24-02-2016

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Provinsi Gorontalo H. Junus Djama Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kota Gorontalo
  2. Provinsi Sulawesi Barat Harsono Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Majene
  3. Provinsi Maluku Maks Rehatalinit Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kota Ambon
  4. Provinsi Maluku Utara Nahrowi Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Halmahera Timur