Profil Kita

PROVINSI SULAWESI SELATAN BURHANI PENYULUH PERTANIAN SWADAYA TELADAN KABUPATEN BANTAENG

Sumber Gambar:

Burhani, merupakan Penyuluh Pertanian Swadaya Kabupaten Bantaeng Provinsi Gorontalo Tahun 2014. Burhani lahir di Bantaeng pada tgl 15 Januari 1977 dengan alamat di Kelurahan Banyorang Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Oleh karena keuletannya, Burhani ditugaskan sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya tahun 2006 (SK Bupati No. 521/52/I/2013 di BPPK Kecamatan Tompobulu. Jumlah kelompok tani binaan sebanyak 3 (tiga) kelompok, yaitu (1) Kelompok Tani Pattalasan II, (2) Kelompok Tani Batu Menteng, dan (3) Kelompok Tani Paradaya.
Selain sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya, Burhani juga sebagai petani kakao mulai dari budidaya sampai dengan pembibitan, sebagai pengelola pupuk organik dan penangkar benih padi dengan luas areal sawah 60 ha, yang ditanami dengan 8 (delapan) varietas padi.
Kegiatan pelatihan, rembug, dan lokakarya yang telah diikuti sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya:
1. Magang Agribisnis Pembuatan Pupuk, Kompos Organik Bagi Calon Tenant Pusat Inkubator Agribisnis (PIA) tahun 2008;
2. Diklat Pemberdayaan Pemuda Tani tahun tahun 2005;
3. Pelatihan dan Pemanfaatan Internet dan Website Departemen Pertanian thn 2007;
4. Pelatihan Pembuatan " Chips Jagung Enak Bantaeng " tahun 2007;
5. Pelatihan Kepemimpinan, Kewirausahaan, dan Manajemen Bagi Pemuda Tani tahun 2008;
6. Penanganan Lahan Kritis dan Banjir di Kabupaten Bantaeng tahun 2008.
7. Pelatihan Jaringan Informasi Agribisnis tahun 2011;
8. Workshop Rainforest Alliance tahun 2011;
9. Tudung Sipulung tahun 2011;
10. Seminar lingkungan hidup tahun 2011.
11. Diklat Teknis Agribisnis Kakao bagi Non Aparatur tahun 2012;
12. Pemberdayaan Kapasitas Petani Kakao dalam Usaha Peningkatan Potensi dan
Kualitas Kakao di Kabupaten Bantaeng tahun 2012;
13. Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Kakao tahun 2012;
14. Pembinaan dan Sertifikasi Pangan Organik Sub Sektor Tanaman Pangan dan
Hortikultura tahun 2013; dan
13. Lokakarya Kakao Lestari tahun 2013.
Dalam membina kelompok tani, Burhani lebih fokus pada pembinaan dalam hal budidaya tanaman kakao karena hasilnya lebih menguntungkan. Burhani melakukan perubahan perilaku dalam pelaksanaan usaha tani dengan pendekatan kegiatan penyuluhan yang bersifat partisipatif dan berorientasi mengatasi masalah. Kegiatan penyuluhan yang bersifat benah kelompok bertujuan untuk meningkatkan peran aktif kelompok tani. Burhani tidak hanya memberikan penyuluhan ke kelompok tani binaannya, tetapi juga membuat pupuk organik dan percontohan memperbanyak kakao untuk pembibitan pada lahan sendiri dengan sistem sambung pucuk sehingga banyak pemuda tani dari desa lain yang magang di tempat Burhani.
Dalam memberikan penyuluhan kepada petani/kelompok tani, dia menganjurkan usaha tani terpadu, antara lain budidaya palawija, kakao dengan ternak sapi atau domba/kambing atau dengan unggas untuk meningkatkan pendapatan petanin dan keluarganya. Selain itu, Burhani juga memfasilitasi peternak dalam program inseminasi buatan agar kualitas genetik ternak semakin baik.
Sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya, Burhani meningkatkan kapasitasnya dengan mendalami ilmu ekonomi, sehingga dia dipercayai sebagai ketua Koperasi Pertanian Pemuda Indonesia (KOPERPINDO). Melalui koperasi pertanian ini, telah dilakukan konsolidasi usaha para petani dengan mengintegrasikan lahan-lahan sempit milik petani dalam suatu sistem manajemen usaha koperasi secara terpadu dalam skala usaha ekonomis. Dengan adanya koperasi pertanian ini, diharapkan dapat membina para pemuda di perdesaan untuk tertarik di sektor pertanian. Beberapa usaha yang dikembangkan dalam koperasi pertanian meliputi (1) perbengkelan pertanian, (2) pelatihan dan aplikasi sistem pertanian terpadu, (3) pusat niaga produk pertanian, (4) produksi pupuk organik, (4) pelayanan jasa alsintan bagi petani, (5) pusat pelayanan bibit unggul tanaman, (6) pusat pengembngan ternak, dan (7) pusat pengembangan perikanan.
Hasil yang telah dicapai/karya yang dihasilkan serta dampaknya terhadap kelompok tani di wilayah binaannya, adalah:
1. Melaksanakan pendampingan, memprakarsai, dan mewujudkan penerapan teknologi pembibitan sambung pucuk pada tanaman kakao;
2. Pemeliharaan ternak sapi secara intensif yang mengakibatkan pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif yang ditanami Hijauan Makanan Ternak (HMT);
3. Pemanfaatan limbah menjadi pupuk bokashi dan biogas;
4. Pemanfaatan jerami menjadi pakan ternak;
5. Uji coba beberapa varietas jagung manis spesifik lokasi dengan prodiktivitas tinggi;
6. Fasilitasi kerjasama bidang peminjaman alat pertanian (mesin pencacah) dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku;
7. Sebagai narasumber tentang " Peningkatan petani Kakao dalam Pemanfaatan Alat pengolahan Pupuk Organik (APPO) " yang difasilitasi oleh Program Studi Keteknikan Pertanian Universitas Hasanuddin.
8. Sebagai narasumber dalam kegiatan Kursus Wirausaha Orientasi Pedesaan (KWD) yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga UPTD SKB Bantaeng.
9. Fasilitasi mnusyawarah pembentukan Tim Internal System Control (ICS) Kabupaten Bantaeng dalam rangka persiapan menuju sertifikasi komoditi kakao sehingga dapat mempermudah petani dalam informasi mengenai sertifikasi komoditi dan Jaringan Pertanian Lestari/ Sustainable Agriculture Network (SAN).

 

Tanggal Artikel : 24-02-2016

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Provinsi Sulawesi Tenggara I Made Jiwanata Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Konawe Selatan
  2. Provinsi Gorontalo H. Junus Djama Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kota Gorontalo
  3. Provinsi Sulawesi Barat Harsono Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Majene
  4. Provinsi Maluku Maks Rehatalinit Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kota Ambon