Profil Kita

PROVINSI SULAWESI TENGAH I GEDE SUDIRJA PENYULUH PERTANIAN SWADAYA TELADAN KABUPATEN DONGGALA

Sumber Gambar:

Pembangunan pertanian yang berkelanjutan merupakan keniscayaan dalam pemenuhan kebutuhan pangan, memperluas lapangan kerja dan lapangan berusaha serta mengentaskan kemiskinan. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan meningkatkan kinerja penyuluh pertanian melalui Revitalisasi Penyuluhan Pertanian untuk mencapai keberhasilan pembangunan pertanian. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2006 menyatakan bahwa penyuluhan dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Pegawai Negeri Sipil (PNS), Penyuluh Pertanian Swadaya dan/ Penyuluh Pertanian Swasta.
Penyuluh Pertanian Swadaya adalah pelaku utama yang berhasil dalam usahanya dan warga masyarakat lainnya yang dengan kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh. I.G. Subirja Pria kelahiran Bali – Bali 11- 03-1968, lulusan SMAN I di Bali Tahun 1987 yang kini sudah dikaruniai 2 orang putera yang masing-masing masih menempuh pendidikan. Pada saat itu I.G. Subirja merantau keluar dari Propinsi Bali Merantau ke daerah Sulawesi Tengah yaitu Kabupaten Donggala. Kecamatan Dampelas, Desa Malonas, harapan masa depan bagi I.G. Subirja.Seorang I.G. Subirja menanggung hidup keluarganya cukup lumayan banyak dengan anak 2 bersaudara. Secara ekonomi keluarganya tergolong cukup mampu karena hanya sebagai petani peternak sapi potong dan bercocok tanaman Pangan sehingga cukup untuk menghidupi keluarga besarnya, ia pahami sungguh2, Waktu itu di tempat tinggal yang baru sebagian masih hutan belantara, namun sudah ada rumah
sederhana sekedar tempat bernaung bersama keluarga, dan lahan pertanian yang telah disiapkan untuk di berdayakan. Dengan bekal ketemapilan beternak dan bertani mulai memanfaatkan lahan 1 hektar di Tanami padi dan jagung dan 1 hektar di Tanami karet. Waktu terus berjalan, keterampilan berternak ia terapkan semaksimal mungkin, sehingga hasil pertanian dan peternaknya mulai terasa manfaatnya, kehidupan baru mulai tertata dengan baik, perekonomian keluarga semakin terangkat, I,G.Subirja dengan ilmu bertani dan berternak sapi potong bisa modal untuk hidup, selain itu ia menganggap orang tuanya hanya mampu untuk membiayainya hingga lulus SMA tahun 1987.
Dengan berbekali Ijazah SMAN ia mencoba untuk hidup mandiri dengan bekerja bertani dan beternak sudah lumayan besar hasilnya , maka ia putuskan ingin mandiri menjadi petani dan beternak. Menjadi petani adalah panggilan hatinya, dengan bertani ia bisa mengelola usahanya sendiri dan dianggap mampu menghidupi keluarga sebagaimana penghidupan yang layak. Dari hasil tabungannya selama bekerja tani ternak ia dapat membeli lahan pertanian seluas 4 hektar yang pada awalnya ditanami komoditas hortikultura (Kacang panjang, Cabe) padi dan sayuran lainnya serta bibit tanaman buah-buahan sehingga usahanya semakin berkembang. Dengan bertani penghasilannya merasa lebih cukup, perekonomian keluarga meningkat sehingga bisa menyekolahkan puteranya sampai perguruan tinggi.Karena dianggap berhasil maka tidak heran apa bila tempat usaha taninya selalu dijadikan tempat study banding dan magang bagi petani ternakn lain, yang ingin belajar bertani dan beternak khususnyatenak sapi potong. Ketua KTNA Kecamatan Dsa Malonas Kecamatan Dampelas ia sandang bahkan manjadi salah satu pengurus di Gapoktan "Maju Bersama " Kecamatan Dampelas " dan bendahara KUD Bina Mukti dan Bendahara UP-FMA desa Malonas..
Karena sering diminta untuk menjadi fasilitator dan narasumber dalam berbagai pelatihan bagi petani, maka ia dikukuhkan menjadi Penyuluh Pertanian Swadaya oleh Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian dan ditetapkan sebagai fasilitator tetap di "P4S Donggala dengan membina 16 kelompok tani hortikultura terutama Peternakan Sapi Potong jenis sapi Bali.
Keseriusan I.G.Subirja sebagai petani ternak sapi potong saat sekarang sudah mempunyai 21 ekor, dan tidak pelit dalam menularkan ilmunya kepada sesama petani,menjadi fasilitator dan narasumber diberbagai kegiatan di P4S Kabupaten Donggala, bahkan sampai ke Kabupaten tetangga, sudah selayaknya ditetapkan sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya teladan Nasional Tahun 2014 mewakili Provinsi Sulawesi Tengah

 

Tanggal Artikel : 24-02-2016

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Provinsi Sulawesi Selatan Burhani Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Bantaeng
  2. Provinsi Sulawesi Tenggara I Made Jiwanata Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Konawe Selatan
  3. Provinsi Gorontalo H. Junus Djama Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kota Gorontalo
  4. Provinsi Sulawesi Barat Harsono Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Kabupaten Majene