Jum'at, 04 Des 2020

BUDIDAYA BUNCIS KENYA

BUDIDAYA BUNCIS KENYA

Buncis (Phaseolus Vulgaris) merupakan tanaman sayuran buah yang termasuk dalam kelompok polong-polongan atau leguminosa. Tanaman ini aslinya berasal dari Amerika Selatan dan Tengah, namun menyebar dan sudah dibudidayakan diseluruh dunia selama lebih dari 7000 tahun. Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), tiga negara produsen utama buncis adalah Tiongkok, Indonesia dan India dimana Tiongkok memproduksi 60% buncis di dunia.

Di Indonesia terdapat 2 jenis varietas tanaman buncis, yaitu tipe merambat dan tipe tegak. Untuk jenis varietas tegak, ketinggian tanaman berkisar antara 30cm sampai 70cm dan biasanya pembudidayaan dilakukan di dataran rendah, antara 400-900 mdpl. Sedangkan jenis varietas merambat memiliki tinggi tanaman mencapai 3m dan dibudidayakan di daerah dataran tinggi antara 1000-1500 mdpl. Baby buncis Kenya merupakan varietas yang tegak dan memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari jenis buncis lain, yaitu berwarna putih mengkilap dan bijinya berwarna hitam. Buahnya sendiri berwarna hijau tua dan lebih elastis.

Prospek

Salah satu sayuran impor yang sedang populer adalah buncis Kenya. Dari segi perawatan, buncis Kenya tergolong sangat mudah dan masa panennya pun tergolong cepat, yaitu 45 hari. Namun, pembudidayanya masih dapat dihitung dengan jari, sehingga ada peluang besar untuk membudidayakan varietas ini baik untuk memenuhi permintaan di pasar lokal maupun pasar international.
Risiko
Secara umum, membudidayakan Buncis Kenya tidak terlalu sulit dan buncis Kenya terkenal memiliki tingkat kegagalan yang rendah. Namun, dalam pembudidayaan buncis Kenya, perawatan yang baik tetap dibutuhkan untuk menghasilkan panen terbaik. Buncis Kenya rentan untuk terserang hama seperti ulat pemakan daun, sedangkan penyakit yang biasa menyerang buncis Kenya adalah bercak hitam pada daun. Selain hama dan penyakit, hal penting lainnya adalah curah hujan. Jika curah hujan terlalu banyak akan menyebabkan hasil panen kurang maksimal.

Persiapan Lahan dan Penanaman.
Bersihkan lahan dari sisa tanaman, gulma, kerikil dan bebatuan. Cangkul tanah sampai gembur dengan kedalaman seibu jari atau kira-kira 6cm. Buatlah guludan (bedengan) selebar 1,5 meter dengan panjang relatif (bebas) dengan tinggi 1 jengkal. Pembuatan  guludan tanah bisa di tanah miring atau datar karena tak berpengaruh pada pertumbuhan maupun proses memanen. Tambahkan pupuk kandang sebagai pupuk dasar dari kotoran domba, sapi atau ayam.

Agar proses pertumbuhan lebih cepat berikan pupuk dari kotoran ayam dengan takaran satu genggam tangan, lalu tutup guludan tanah dengan plastik mulsa dan lubangi plastik mulsa dengan diameter 5-7cm. Lalu masukkan satu butir benih per satu lubang tanam. Benih Buncis Kenya berwarna putih mengkilat dan bersih. Setiap 1 kg benih dapat memenuhi kebutuhan di areal lahan seluas 30 tumak (1 tumak =14 m2). Guludan tanah selebar 1,5 meter dapat ditanami tiga baris benih Buncis Kenya dengan jarak tanam 40cm persegi. Jadi populasi per m2 sebanyak 9-12 tanaman.

Pemeliharaan.
Lakukan penyiraman setelah benih Buncis Kenya ditanam. Benih akan tumbuh sekitar 2 minggu HST (hari setelah tanam). Pada 2 minggu HST berikan pupuk susulan jenis 2577 dengan dosis 3 gram per tanaman. Pupuk jenis 2577 berfungsi untuk menguatkan akar, batang dan daun. Dua minggu kemudian berikan kembali pupuk NPK 16-16 untuk penyeimbang akar, daun dan batang saat pertumbuhan. Dua minggu setelah pemberian pupuk NPK 16-16 berikan pupuk NPK Glower dan KNO untuk percepatan proses bunga dan pembuahan. Semua pupuk diberikan dengan dosis 3 gram per batang tanaman.

Hama tanaman yang kerap dijumpai ialah ulat pemakan daun. Pemberian pestisida Dithane (dosis 2 ml per 5 liter air) untuk mengusir hama ulat cukup dilakukan jika hama telah menyerang karena biasanya hama menyerang saat curah hujan tinggi, dan penyemprotan bisa dilakukan dua minggu sekali. Penyakit yang menyerang seperti bercak hitam pada daun biasanya muncul saat tanaman berumur 4 minggu atau ketika mulai tumbuh bunga. Biasanya penyakit tersebut dibasmi dengan memetik dan membuang bagian daun yang terkena bercak hitam agar tak menjalar ke daun lain.

Penyiraman saat musim hujan tidak perlu sering dilakukan, namun jika memasuki kemarau bisa dilakukan penyiraman 2 sampai 3 hari sekali. Frekuensi hujan yang terlalu sering bisa mengganggu proses pertumbuhan yang melambat, sebaliknya jika sering terkena sinar matahari maka pertumbuhan bisa berlangsung lebih cepat.

Panen.
Buncis Kenya siap panen saat umur 45 hari. Satu batang tanaman menghasilkan sekitar 8 hingga belasan buah Buncis Kenya dalam sekali panen. Panen sebaiknya dilakukan saat siang hari atau saat matahari bersinar untuk menghindari Buncis Kenya terkena paparan air hujan. Cara memanen Buncis Kenya dengan cara dipetik pada bagian ujung buah, sisakan sedikit tangkai daun yang menempel pada buah. Buncis Kenya yang telah dipanen dicuci bersih, ditiriskan lalu disortir untuk memilih Buncis Kenya kualitas bagus. Timbang Buncis Kenya lalu kemas menggunakan kemasan plastik wrapping, dan siap dipasarkan.

 

Ismoyo Mabrurri

BPP Sagaranten

TERBARU
Pemberdayaan Kelembagaan Petani dan KEP diKabupaten Sumba Tengah

pemberdayaan kelembagaan petani dan kep dikabupaten sumba tengah

Implementasi Peran Kostratani di BPP Pray Au

implementasi peran kostratani di bpp pray au

GENTA ORGANIK SOLUSI PUPUK MAHAL

genta organik solusi pupuk mahal

OPTIMALKAN DIGITALISASI PENYULUHAN PERTANIAN

optimalkan digitalisasi penyuluhan pertanian

Indonesia Jadi Eksportir Besar Tanaman Hias

indonesia jadi eksportir besar tanaman hias