Selasa, 27 Okt 2020

Cocopeat Sebagai Media Tanam Alternatif Selain Tanah

Cocopeat Sebagai Media Tanam Alternatif Selain Tanah

Dalam bercocok tanam, tak hanya tanah yang bisa diandalkan sebagai media tanam. Masih ada media tanam lain, cocopeat salah satunya. Media tanam organik  ini memiliki kualitas tak kalah dengan tanah. Cocopeat adalah media tanam yang dibuat dari sabut kelapa. Oleh karena itu, paling mudah ditemukan di negara-negara tropis dan kepulauan, seperti Indonesia. Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menggunakannya. Baik untuk digunakan bersama tanah, atau berdiri sendiri. Cocopeat juga banyak dipilih sebagai pengganti tanah.

Apa itu Cocopeat?

Cocopeat adalah produk sampingan kelapa setelah kita mengekstraksi serat dari batok/tempurung kelapa. Secara sederhana, cocopeat adalah spon yang berasal dari serat sabut kelapa yang dihancurkan atau dilembutkan. Sering juga disebut sebagai sabut gambut atau debu sabut, cocopeat berwarna coklat muda. Cocopeat memiliki kemampuan untuk menahan sejumlah besar air layaknya spons.

 Manfaat Cocopeat

Cocopeat memiliki sifat mudah menyerap dan menyimpan air. Ia juga memiliki pori-pori, yang memudahkan pertukaran udara, dan masuknya sinar matahari. Kandungan Trichoderma molds-nya, sejenis enzim dari jamur, dapat mengurangi penyakit dalam tanah. Dengan demikian, cocopeat dapat menjaga tanah tetap gembur dan subur.Dalam 1 kg Cocopeat dapat menampung hingga 16 liter air. Karena kemampuannya dalam menyerap cairan, cocopeat dapat meningkatkan porositas tanah. Efek positifnya, tanah akan menahan lebih banyak udara dan air sehingga sirkulasi serta drainase pada wadah/lahan akan lebih terjaga.

Karena porositas/tingkat kegemburan tanah yang tinggi, pembentukan akar tanaman akan mudah dan tanaman akan lebih sehat dan subur. Tanaman sehat berarti ada lebih banyak buah di dalamnya. Sangat cocok untuk sayuran berdaun seperti sawi, bayam dan kangkung yang dibudidayakan dalam pot. Nilai PH Cocopeat adalah 5,8 hingga 6,5, yang merupakan kisaran sempurna bagi sebagian besar jenis tanaman untuk tumbuh. Cocopeat bisa juga digunakan sebagai media untuk budidaya tanaman secara hidroponik.

Meski disebut-sebut sebagai media tanam alternatif berkualitas sebaik tanah, namun unsur hara yang ada di tanah, tidak ada padanya. Oleh karena itu, cocopeat memerlukan tambahan pupuk sebagai penyubur

Kelebihan dari media tanam Cocopeat :

  1. Teksturnya mirip tanah
  2. Dapat menyerap air dengan baik
  3. Ramah lingkungan
  4. Lebih tahan lama
  5. Lebih mudah untuk pemula

 

Langkah-Langkah Membuat Cocopeat

Pembuatan Cocopeat melibatkan beberapa langkah sebelum menghasilkan serbuk cocopeat yang dapat digunakan untuk kebun. Berikut ini langkah-langkah bagaimana membuat Cocopeat di rumah.

Mengumpulkan Sabut Kelapa.

  • Pertama-tama perlu mengambil sabut kelapa
  • Jika sabut kelapa masih basah sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu
  • Kumpulkan sabut kelapa yang sudah dikeringkan.
  • Pertama potong sabut kelapa menjadi bagian yang lebih kecil menggunakan gunting.
  • Kemudian giling sekam kelapa ini dalam mixer.
  • Pisahkan serbuk dan serat kelapa.
  • Serat kelapa kemudian diolah lebih lanjut hingga akhirnya menjadi Cocopeat.
  • Serbuk kelapa dicuci dengan air untuk menghilangkan unsur-unsur seperti kalium, natrium dan klorida.
  • Cocopeat sudah siap untuk digunakan. Cocopeat dapatdisimpan dalam wadah dan mengompresnya untuk penggunaan di masa mendatang

 

Pengaplikasian Cocopeat

Untuk menggunakannya dalam pot atau menyiapkan campuran pot yang baik, dibutuhkan 4 hal. Pertama-tama, ambil 30% dari tanah kebun normal dalam pot, lalu tambahkan 30% kompos organik, kemudian tambahkan 20% dari Cocopeat di dalamnya dan akhirnya campurkan 20% serbuk kayu dengan bahan-bahan tersebut.Sekarang campuran media tanam yang penuh dengan nutrisi telah siap digunakan dan memiliki kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

 

Sumber :

https://properti.kompas.com/read/2009/04/14/10523297/cocopeat.media.tanam.alternatif.selain.tanah

https://diskapang.ntbprov.go.id/detailpost/cocopeat-sebagai-media-tanam

Disusun oleh : Ike Wahyuni, SP_ Penyuluh Pertanian Muda pada Kecamatan Sangir Kab. Solok Selatan

TERBARU
PROGRAM DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARAN PERTANIAN DIMASIFKAN PADA AGENDA NGOBRAS

program direktorat jenderal prasarana dan saran pertanian dimasifkan pada agenda ngobras

KEMENTAN MASIFKAN PROGRAM BADAN KARANTINA PERTANIAN TAHUN 2023 MELALUI PROGRAM MSPP

kementan masifkan program badan karantina pertanian tahun 2023 melalui program mspp

KEMENTAN MASIFKAN PROGRAM GENTA ORGANIK MELALUI TALKSHOW MSPP

kementan masifkan program genta organik melalui talkshow mspp

Kementan Masifkan Gerakan Genta Organik Melalui Rapat Koordinasi Penyuluhan Nasional Tahun 2023

kementan masifkan gerakan genta organik melalui rapat koordinasi penyuluhan nasional tahun 2023

DUKUNG PROGRAM GENTA ORGANIK, PENYULUH PERTANIAN KEMBANGKAN BERAS ORGANIK

dukung program genta organik, penyuluh pertanian kembangkan beras organik