Kamis, 06 Feb 2020

CARA PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DARI TEMBAKAU

CARA PEMBUATAN PESTISIDA NABATI  DARI TEMBAKAU

Kedudukan tembakau bagi petani di antara komoditi pertanian lainnya mungkin bukan yang paling menguntungkan.Tapi tembakau selalu menjadi komoditi yang paling diandalkan di wiayah-wilayah di mana tembakau ditanam.

Pola tanam pertanian secara umum dibedakan tiga musim.Pertama, musim ketigo (bulan Mei s/d Oktober) yaitu waktu tanam pada musim kemarau.Pada musim ini, saat tepat untuk menanam tembakau karena pada musim kemarau mutu hasil tembakau dianggap lebih baik.

Desa Riwo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, memiliki luas lahan yang cukup untuk komoditas tembakau, yang mana pola tanam sudah mulai berubah dari padi, jagung dan palawija, sekarang terlihat berubah sebagian besar petani sudah memilih tembakau sebagai pengganti tanaman palawija, sehingga tembakau juga dapat dimanfaatkan untuk membuat pestisida nabati yang bisa diaplikasi pada tanaman padi dan jagung di musim tertentu,

Kedua, musim laboh (bulan Oktober s/d November) adalah musim tanam palawija (jagung, padi dan kacang hijau), karena musim ini dianggap waktu transisi antara musim kemarau ke musim hujan, dimana curah hujan baru dimulai sedikit.Ketiga, musim rendeng (bulan Desember s/d Mei) adalah musim penghujan yang cocok untuk tanam padi karena pada musim ini curah hujan cukup tinggi.Tanaman padi umumnya membutuhkan pengairan yang cukup baik.

Selain menjadi salah satu bahan dasar rokok, ternyata tembakau juga dapat dijadikan sebagai pestisida nabati yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama pada tanaman budi daya.

Tembakau (Nocotiana tabacum) mengandung nikotin yang dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa jenis hama seperti kutu-kutuan (thrips, kutu kebul, aphid, tungau), walang sangit dan ulat.

Selain dapat menghambat dan menurunkan nafsu makan dari hama, pestisida nabati ini juga sangat aman untuk diaplikasikan karena tidak mengandung residu bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan.

Terdapat dua cara untuk membuat pestisida nabati dengan bahan dasar tembakau, yaitu dengan cara direndam dan direbus. Untuk pembuatannya sendiri, sebelumnya perlu disediakan alat dan bahan seperti berikut ini:

  • Daun tembakau (tembakau linting)
  • Air
  • Alkohol 5%
  • Wadah (disarankan dengan wadah berbahan kaca)
  • Plastik
  • Alat saring
  • Karet gelang
  • Panci
  • kompor.

 

Sementara itu, untuk cara membuatnya adalah dengan:

Cara direndam

  • Siapkan 100 gram tembakau dan 400 ml alkohol 5% beserta alat dan bahan lainnya.
  • Kemudian, alkohol 5% dimasukan ke dalam wadah yang telah disediakan.
  • Masukkan tembakau ke dalam wadah yang berisi alkohol, lalu padatkan agar seluruh tembakau terendam alkohol.
  • Setelah terendam semuanya, tutup wadah dengan plastik lalu ikat dengan karet.
  • Rendaman dibiarkan selama beberapa jam (semakin lama perendaman akan semakin bagus)
  • Setelah perendaman selesai, ekstrak tembakau tersebut lalu disaring
  • Cairan siap digunakan (sebaiknya diencerkan terlebih dahulu dengan perbandingan 1:10 (pestisida alami : air))

Cara direbus

  • Siapkan air sebanyak 500 ml di dalam panci
  • Masukkan 100 gram tembakau ke dalam panci yang berisi air tersebut
  • Rebus hingga mendidih dan kemudian dinginkan
  • Saring cairan ekstrak tembakau tersebut dan ekstrak tembakau siap untuk digunakan (sebaiknya diencerkan terlebih dahulu dengan perbandingan 1:10 (pestisida alami : air))

Berdasarkan hasil uji coba yang sudah dilakukan, keefektifan pestisida nabati dari tembakau ini akan terlihat hasilnya setelah 6 jam pengaplikasian. Terlihat adanya kutu aphid yang berjatuhan ke tanah. Sisanya, yang masih ada di belakang tunas daun muda akan berpindah ke atas daun dan dengan mudah dapat dirontokkan.

Selain menggunakan bagian daun tembakau, bagian batang tembakau juga dapat digunakan dalam pembuatan pestisida nabati. Batang tembakau ini paling cocok diaplikasikan dengan cara memendamnya di dalam tanah bersamaan dengan abu kayu dan sekam.

Perlu diketahui bahwa, nikotin yang terkandung dalam tanaman tembakau termasuk racun yang keras, sehingga dalam aplikasinya sebaiknya menggunakan masker agar tidak masuk ke sistem pernafasan.Selain itu perlu juga untuk menghindari terjadinya kontak langsung dengan kulit.

Racun dalam tembakau ini memerlukan waktu 3-4 hari untuk dapat terurai.Oleh karena itu, buah atau sayuran yang disemprot dengan ekstrak tembakau sebaiknya jangan langsung dikonsumsi sebelum 3-4 hari.

Selain tembakau, beberapa tanaman lain yang berpotensi juga sebagai bahan pestisida nabati adalah daun dan biji mimba, mengkudu, sereh, bawang putih, jeruk nipis, daun sirsak dan lain sebagainya.

 

 

 

TERBARU
TEKNOLOGI SMART FARMING, TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN

teknologi smart farming, tingkatkan produktivitas pertanian

BPP Kostratani Bersama Program CSA Kementan Dukung Ketahanan Pangan Nasional

bpp kostratani bersama program csa kementan dukung ketahanan pangan nasional

JOGOROTO MILIKI APLIKASI DIGITAL SEBAGAI SARANA PUSAT DATA DAN INFORMASI PERTANIAN

jogoroto miliki aplikasi digital sebagai sarana pusat data dan informasi pertanian

KEMENTAN BERIKAN DUKUNGAN KEPADA PENYULUH PERTANIAN UNTUK TERUS DAMPINGI PETANI MILENIAL DI LAPANGAN

kementan berikan dukungan kepada penyuluh pertanian untuk terus dampingi petani milenial di lapangan

KEAMANAN PANGAN DIMULAI DARI SISTEM PERTANIAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

keamanan pangan dimulai dari sistem pertanian yang ramah lingkungan