Jum'at, 27 Des 2019

PROSES PEMBUATAN KERUPUK KULIT (RAMBAK)

PROSES PEMBUATAN KERUPUK KULIT (RAMBAK) Dokumentasi Pribadi Omi Dwi Nurrahmi

Kerupuk kulit (rambak) merupakan produk olahan kulit sapi yang banyak diminati oleh masyarakat karena rasanya yang gurih dan renyah. Tahapan pembuatan kerupuk kulit (rambak) dimulai dari pemilihan kulit sapi. Kulit yang diolah berasal dari kulit sapi sehat bukan dari sapi yang sakit serta kulit bersih dan tidak busuk. Dilakukan penimbangan berat. Kulit mentah yang utuh diiris menjadi empat bagian. Membersihkan sisa kotoran yang masih menempel dengan air bersih yang mengalir. Jika kulit berasal dari kulit awetan atau kulit kering maka dilakukan perendaman selama 24 jam untuk menghasilkan kulit kering menjadi basah dan segar.

Tahapan selanjutnya dilakukan pengapuran (liming) dengan tujuan menghilangkan globular protein, perontokan bulu, supaya kulit membengkak, lapisan epidermis dan bulu mudah dihilangkan. Direndam dalam lauran kapur tohot (Ca(OH)2 dengan komposisi 1 kg kulit berbanding dengan 0,4 kg kapur dalam 5 liter air. Lama pengapuran selama 96 jam (4 hari).   Proses pembuangan kapur (deliming) dilakukan dengan mencuci kulit dengan air bersih yang mengalir supata sisa kapur hilang. Lalu dilakukan pengerokan bulu namun sebelumnya kulit direbus sekitar 15 menit hingga bulu dan kulit luar mudah dikelupas. Dikerok dengan pisau tumpul sampai bersih tidak ada bulu. Dipotong-potong segi empat kurang lebih 10 cm.

Setelah dipotong selanjutnya dilakukan perebusan (boiling) pada suhu 90°C selama lebih kurang 2 jam. Ciri-ciri kulit yang telah matang, saat ditusuk dengan lidi tembus. Setelah direbus lalu didinginkan dan dilakukan pembersihan serta pengambilan daging yang masih melekat di kulit. Pemotongan kulit ukuran kecil-kecil sekita 3 x 2 cm. Perendaman kulit di dalam bumbu-bumbu yang terdiri dari bawang, garam dan air secukupnya selama 1 jam. Selanjutnya kulit dijemur di bawah sinar matahari sampe kering benar (2-3 hari), jika tidak kering benar akan membuat kerupuk hancur pada saat digoreng.

Proses penggorengan terdiri dari 2 tahap, tahap 1 dengan minyak yang tidak terlalu panas suhu 80°C selama 30 detik dan proses ini membutuhkan keterampilan karena menentukan kerupuk yang mengembang dan renyah. Pengorengan tahap 2 dengan dimasukkan ke dalam minyak panas (160-180°C) sampai mengembang dengan sempurna. Tahap terakhir yaitu dilakukan pengemasan kerupuk untuk memperpanjang masa simpan. Wadah atau kemasan harus bersifat non toksi dan melindungi produk dari kontaminasi mikroba dan kotoran, melindungi kandungan kadar air, lemak dan kedap udara.

Ditulis Oleh : Omi Dwi Nurrahmi, S.Pt. (Penyuluh Pertanian Provinsi Bengkulu)

TERBARU
Penyuluh Gelar Rembug Tani Sebelum Sekolah Lapang IPDMIP

penyuluh gelar rembug tani sebelum sekolah lapang ipdmip

Kementan Target 5.733 BPP KostraTani Koneksi AWR

kementan target 5.733 bpp kostratani koneksi awr

Ngobras (Ngobrol Asyik) bareng Kepala Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian Vol. 6

ngobras (ngobrol asyik) bareng kepala badan penyuluhan dan pengembangan sdm pertanian vol. 6

KPK Apresiasi Kementan untuk data petani by name by adress berbasis NIK

kpk apresiasi kementan untuk data petani by name by adress berbasis nik

PHLN Dukung KostraTani Model di Cirebon

phln dukung kostratani model di cirebon