Jum'at, 20 Des 2019

BUDIDAYA TANAMAN KOPI

BUDIDAYA TANAMAN KOPI

 

PENDAHULUAN

Kopi merupakan komoditas perkebunan yang paling banyak diperdagangkan. Pusat-pusat budidaya kopi ada di Amerika Latin, Amerika Tengah, Asia-pasifik dan Afrika. Sedangkan konsumen kopi terbesar ada di negara-negara Eropa dan Amerika Utara. Wajar bila komoditas ini sangat aktif diperdagangkan.

Kopi merupakan tanaman tahunan yang bisa mencapai umur produktif selama 20 tahun. Untuk memulai usaha budidaya kopi, pilihlah jenis tanaman kopi dengan cermat. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya kopi diantranya jenis tanaman, teknik budidaya, penanganan pasca panen dan Pemasaran produk akhir

Pemilihan jenis dan varietas

Tanaman kopi sangat banyak jenisnya, bisa mencapai ribuan. Namun yang banyak dibudidayakan hanya empat jenis saja yakni arabika, robusta, liberika dan excelsa. Masing-masing jenis tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda..

Memilih jenis tanaman untuk budidaya kopi, harus disesuaikan dengan tempat atau lokasi lahan. Lokasi lahan yang terletak di ketinggian lebih dari 800 meter dpl cocok untuk ditanami arabika. Sedangkan dari ketinggian 400-800 meter bisa ditanami robusta. Budidaya kopi didataran rendah bisa mempertimbangkan jenis liberika atau excelsa.

Selain dari sisi teknis budidaya, hal yang patut dipertimbangkan adalah harga jual produk akhir. Kopi arabika cenderung dihargai lebih tinggi dari jenis lainnya. Namun robusta memiliki produktivitas yang paling tinggi, rendemennya juga tinggi.

Penyiapan bibit budidaya kopi

Setelah memutuskan budidaya kopi yang cocok, langkah selanjutnya adalah mencari bibit yang unggul, menyiapkan lahan dan pohon peneduh. Informasi mengenai bibit unggul untuk budidaya kopi bisa ditanyakan ke Puslit Kopi dan Kakao atau toko bibit terpercaya. Sementara itu, pohon peneduh harus sudah disiapkan setidaknya 2 tahun sebelum budidaya kopi dilaksanakan.

Untuk budidaya kopi arabika sumber tanaman yang digunakan adalah varietas. Contohnya adalah varietas S 795, USDA 762, Kartika-1 dan Kartika-2. Sedangkan untuk budidaya kopi robusta sumber tanaman yang digunakan dalah klon. Contohnya klon BP 42 atau BP 358.

Perbanyakan bibit pohon kopi bisa didapatkan dengan teknik generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif dari biji biasanya digunakan untuk budidaya kopi arabika, sedangkan kopi robusta lebih sering menggunakan perbanyakan vegetatif dengan setek. Masing-masing metode perbanyakan bibit mempunyai keunggulan dan kelemahan sendiri-sendiri.

Budidaya kopi bisa dilakukan baik didataran tinggi maupun rendah, tergantung dari jenisnya. Secara umum kopi menghendaki tanah gembur yang kaya bahan organik. Untuk menambah kesuburan berikan pupuk organik dan penyubur tanah di sekitar area tanaman. Arabika akan tumbuh baik pada keasaman tanah 5-6,5 pH, sedangkan robusta pada tingkat keasaman 4,5-6,5 pH.

Hal yang harus disiapkan sebelum memulai budidaya kopi adalah menanam pohon peneduh. Guna pohon peneduh untuk mengatur intensitas cahaya matahari yang masuk. Tanaman kopi termasuk tumbuhan yang menghendaki intensitas cahaya mataheri tidak penuh.

Jenis pohon peneduh yang sering digunakan dalam budidaya kopi adalah dadap, lamtoro dan sengon. Pilih pohon pelindung yang tidak membutuhkan banyak perawatan dan daunnya bisa menjadi sumber pupuk hijau.

Pohon pelindung jenis sengon harus ditanam 4 tahun sebelum budidaya kopi. Sedangkan jenis lamtoro bisa lebih cepat, sekitar 2 tahun sebelumnya. Tindakan yang diperlukan untuk merawat pohon pelindung adalah pemangkasan daun dan penjarangan.

 Penanaman bibit kopi

Apabila lahan, pohon peneduh dan bibit sudah siap, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit dari polybag ke lubang tanam di areal kebun. Jarak tanam budidaya kopi yang dianjurkan adalah 2,75×2,75 meter untuk robusta dan 2,5×2,5 meter untuk arabika. Jarak tanam ini divariasikan dengan ketinggian lahan. Semakin tinggi lahan semakin jarang dan semakin rendah semakin rapat jarak tanamnya.

Buat lubang tanam dengan ukuran 60x60x60 cm, pembuatan lubang ini dilakukan 3-6 bulan sebelum penanaman. Saat penggali lubang tanam pisahkan tanah galian bagian atas dan tanah galian bagian bawah. Biarkan lubang tanam tersebut terbuka. Dua bulan sebelum penanaman campurkan 200 gram belerang dan 200 gram kapur dengan tanah galian bagian bawah. Kemudian masukkan kedalam lubang tanam. Sekitar 1 bulan sebelum bibit ditanam campurkan 20 kg pupuk kompos dengan tanah galian atas, kemudian masukkan ke lubang tanam.

Pemupukan

Pemberian pupuk untuk budidaya kopi bisa menggunakan pupuk organik atau pupuk buatan. Pupuk organik bisa didapatkan dari bahan-bahan sekitar kebun seperti sisa-sisa hijauan dari pohon pelindung atau kulit buah kopi sisa pengupasan kemudian dibuat menjadi kompos. Kebutuhan pupuk untuk setiap tanaman sekitar 20 kg dan diberikan sekitar 1-2 tahun sekali.Cara memberikan pupuk dengan membuat lubang pupuk yang mengitari tanaman. Kemudian masukkan kompos kedalam lubang pupuk tersebut. Bisa juga dicampurkan pupuk buatan kedalam kompos. Untuk tanah yang asam dengan pH dibawah 4,5 pemberian pupuk dicampur dengan setengah kilogram kapur. Pemerian kapur dilakukan 2-4 tahun sekali.Untuk memperkaya bahan organik areal perkebunan bisa ditanami dengan tanaman penutup tanah. Tanaman yang biasa dijadikan penutup tanah dalam budidaya kopi diantaranya bunguk (Mucuna munanease) dan kakacangan (Arachis pintol). Tanaman penutup tanah berfungsi sebagai pelindung dan penyubur tanah, selain itu hijauannya bisa dijadikan sumber pupuk organik.

Hama dan penyakit 1.     Hama Bubuk Buah Pada Tanaman Kopi.

Jenis hama ini biasanya di sebabkan oleh adalah sebuah kumbang kecil yang hanya kusus menyerang buah kopi baik yang masih muda maupun buah kopi yang sudah tua.cara untuk mengatasi hal ini juga menimpa tanaman kopi anda di rumah dengan cara mengumpulkan buah atau memotong batang buah yang banyak terserang untuk segara kita musnahkan..

Atau menggunakan jenis pestisida berupa dimecron 50 cw.tamaron,argothion..

2.                   Hama Bubuk Cabang batang Kopi.

Jenis hama penyakit ini kusus menyerang bagian batang tanaman kopi.biasanya akan menyerang pada bagian ranting kecil yang baru memiliki diameter 3 cm serta bagian pucuk tanaman kopi muda.

Jenis hama ini biasanya di sebabkan oleh adalah sebuah kumbang kecil yang hanya kusus menyerang buah kopi baik yang masih muda maupun buah kopi yang sudah tua.cara untuk mengatasi hal ini juga menimpa tanaman kopi anda di rumah dengan cara mengumpulkan buah atau memotong batang buah yang banyak terserang untuk segara kita musnahkan..

Selain itu,untuk membasmi jenis penyakit bubuk buah ini,para petani bisa menggunakan jenis pestisida berupa dimecron 50 cw.tamaron,argothion dosis serta cara pemakaian akan lebih bagus di baca dalam isi wadah kemasan.Biasanya setelah di lakukan penyemprotan menggunakan pestisida tersebut,hama bubuk buah yang di sebabkan oleh kumbang akan mati dan tidak mau kembali lagi..

3.          Penyakit kerat Daun tanaman Kopi.

Selain hama penyakit biasanya di sebabkan oleh adanya cendawan yang bisa kita lihat dengan adanya bercak merah serta bintik-bintik pada bagian daun kopi tersebut..Selain itu,ciri lain yang bisa kita lihat adanya daun yang menguning di bagian bawah permukaan daun,bercak kuning dan daun gugur.Cara mengatasi penyakit kerat daun pada tanaman kopi anda di rumah bisa menggunakan pestisida dengan merek Fungisidaditane dengan dosis pemakaian 2 gram untuk dua liter air atau bisa juga membaca petunjuk pemakaian dalam wadahnya.

4.          Hama Kutu Dompolan putih dan hijau.

Hama ini juga akan membuat tanaman kopi menjadi kurang berkualitas ciri yang bisa kita lihat dengan ciri menyerang bagian buah yang seperti terlilit bubuk putih.biasanya hama ini akan muncul akibat pohon naungan yang terlalu gelap. Potong sebagian ranting pohon di sekitar tanaman kopi supaya udara dan sinar matahari lebih bisa masih menyinari kopi.Cara lain untuk mengatasi menggunakan jenis hama ini adalah dengan menggunakan pestisida dengan merek Poxindo 50 wp

Panen dan pasca panen

Tanaman yang dibudidayakan secara intensif sudah bisa berbuah pada umur 2,5-3 tahun untuk jenis robusta dan 3-4 tahun untuk arabika. Hasil panen pertama biasanya tidak terlalu banyak, produktivitas tanaman kopi akan mencapai puncaknya pada umur 7-9 tahun.

Panen budidaya kopi dilakukan secara bertahap, panen raya bisa terjadi dalam 4-5 bulan dengan interval waktu pemetikan setiap 10-14 hari. Pemanenan dan pengolahan pasca panen akan menentukan mutu produk akhir

 

Penulis : Elvinsye Latupeirissa

TERBARU
Pada MSPP Diperkenalkan Alat Bantu Memprediksi Erosi

pada mspp diperkenalkan alat bantu memprediksi erosi

Kementan Dorong Peningkatan Produktivitas melalui Program Better Life Farming

kementan dorong peningkatan produktivitas melalui program better life farming

KUR, Salahsatu Sumber Permodalan Dalam Mengembangkan Usahatani

kur, salahsatu sumber permodalan dalam mengembangkan usahatani

Inovasi Pertanian Modern Melalui Smart Green House

inovasi pertanian modern melalui smart green house

KEAMANAN PANGAN DIMULAI DARI SISTEM PERTANIAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

keamanan pangan dimulai dari sistem pertanian yang ramah lingkungan