Rabu, 04 Des 2019

TEKNOLOGI HIDROGANIK PILIHAN GENERASI MUDA

TEKNOLOGI HIDROGANIK PILIHAN GENERASI MUDA Internet

Teknologi hidroganik adalah sistem budidaya yang memadukan sistem hidroponik dan tanpa bahan kimia (organik). Perpaduan keduanya menghasilkan suatu sistem di mana budidaya tanaman dilakukan tanpa media tanah dan menggunakan pupuk organik alami yang berasal dari hewan, umumnya dari kotoran ikan yang mengalir bersamaan dengan aliran air kolam melalui pipa-pipa, bisa juga ditambahkan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang. Teknologi ini sering disebut juga sebagai aquaponik, yaitu sistem yang menggabungkan hidroponik dengan kolam budidaya ikan di bawahnya.

Awalnya, teknologi hidroganik diaplikasikan di lahan pekarangan yang terbatas. Tujuan utamanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Namun, teknologi tersebut tidak menutup kemungkinan dapat menjawab tantangan pertanian masa depan. Lahan pertanian yang semakin menyempit akibat alih fungsi lahan ke non pertanian, generasi muda tidak tertarik menggeluti dunia pertanian, pendapatan dari sektor pertanian yang relatif lebih rendah dibandingkan sektor-sektor lainnya, serta gaya hidup modern yang mengarah ke pangan organik, merupakan beberapa tantangan yang harus dihadapi bersama.

Alih fungsi lahan pertanian berpotensi menurunkan produksi. Di sisi lain, jumlah penduduk semakin meningkat. Produksi pangan harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Ketika lahan pertanian berkurang, untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan produksi, maka produktivitas yang harus ditingkatkan. Dengan pertanian di lahan secara konvensional, peningkatan produktivitas dengan cara menambah pupuk kimia, atau kembali ke budidaya organik. Kerusakan tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, apabila harus dipulihkan dengan mengarah ke pertanian organik, memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.

Generasi muda tidak tertarik bekerja di bidang pertanian karena dianggap kerja keras secara fisik, memakan waktu lama memperoleh hasil, tidak bergengsi, dengan penghasilan yang cenderung dikalahkan sektor lain. Diperlukan suatu teknologi yang membuat bertani semakin mudah, dapat menjadi pekerjaan sampingan namun dengan penghasilan menjanjikan.

Masyarakat modern saat ini mulai memperhatikan kesehatan. Hal ini ditunjukkan dengan mulainya mereka mengonsumsi pangan bebas pestisida, bahkan pangan organik yang sama sekali tidak menggunakan bahan kimia seperti pupuk kimia. Permintaan akan produk organik tentu akan meningkat seiring semakin banyak orang yang sadar akan pola hidup sehat.

Saat perubahan gaya hidup masyarakat menuju gaya hidup sehat dengan mengonsumsi bahan pangan organik bertemu dengan minat generasi muda yang cenderung menginginkan hasil dengan upaya seminimal mungkin, dibatasi oleh ketersediaan lahan pertanian, maka hidroganik menjadi salah satu terobosan teknologi yang dapat dilaksanakan. Walaupun investasi peralatan di awal cukup tinggi, namun umur ekonomis alat antara 7-10 tahun, serta selama proses pemeliharaan membutuhkan biaya sangat murah. Petani tidak perlu membeli pupuk kimia, pestisida kimia. Petani pun tidak  disibukkan untuk membersihan gulma, sehingga waktu dapat digunakan untuk bekerja di luar sektor pertanian.

Aplikasi teknologi hidroganik pun cukup mudah. Pertama-tama, petani menyiapkan kolam, pipa-pipa sebagai tempat media tanam sekaligus mengalirkan air kolam ke tanaman, dan pompa yang kapasitasnya disesuaikan dengan luasan tanaman, kabel listrik. Pembuatan kola dan pipa inilah yang membuat investasi awal relatif tinggi. Kemudian disiapkan media tanam, umumnya berupa arang sekam, arang, sabut kelapa, ataupun bekas media jamur tiram. Media tanam tanpa tanah, umumnya digantikan oleh Media dapat dicampur dengan pupuk kompos atau pupuk kandang. Tanpa dicampur kedua pupuk tersebut pun tidak masalah, tergantung dari jenis dan ukuran tanaman yang akan ditanam. Semakin besar ukuran tanaman tentunya memerlukan unsur hara lebih banyak. Hal ini perlu diperhitungkan. Sebab, unsur hara tanaman hanya bergantung dari kotoran ikan yang terbawa aliran air.

Setelah bahan siap, petani mengisi kolam dengan ikan, biarkan selama seminggu. Dilanjutkan dengan membibitkan tanaman langsung di media tanam atau di tempat terpisah. Jika pembibitan dilakukan terpisah, maka harus dilakukan pemindahan bibit ke media tanam yang sudah siap dialiri air kolam. Setelah semua bahan terinstalasi, serta bibit sudah ada di media tanam, maka air kolam dialirkan secara otomatis. Petani hanya perlu mengontrol kebersihan kolam supaya tidak ada kotoran yang menyumbat pompa.

Begitu sederhananya sistem hidroganik, hemat waktu, tenaga, dan biaya, namun mampu menghasilkan produk bermutu secara kualitas maupun kuantitas, akan mampu menarik generasi muda masuk kembali ke sektor pertanian. Dengan demikian, maka akan bermunculan petani-petani muda dengan segudang ide kreatif yang dapat menggerakkan sektor pertanian menuju swasembada pangan.

 

Sumber pustaka :

https://www.kompasiana.com/rahmadhidayat5178/5ce4ab963ba7f761f83e79a2/hidroganik-revolusi-pertanian-tanpa-macul-untuk-kaum-milenial?page=all

http://aremamedia.com/hidroganik-bertani-sekaligus-beternak-di-lahan-terbatas/

https://www.kompasiana.com/rahmadhidayat5178/5ce4ab963ba7f761f83e79a2/hidroganik-revolusi-pertanian-tanpa-macul-untuk-kaum-milenial?page=all

 

Ditulis oleh : Marcella Wayan K.R., SP (PP Muda)

TERBARU
TEKNOLOGI SMART FARMING, TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN

teknologi smart farming, tingkatkan produktivitas pertanian

BPP Kostratani Bersama Program CSA Kementan Dukung Ketahanan Pangan Nasional

bpp kostratani bersama program csa kementan dukung ketahanan pangan nasional

JOGOROTO MILIKI APLIKASI DIGITAL SEBAGAI SARANA PUSAT DATA DAN INFORMASI PERTANIAN

jogoroto miliki aplikasi digital sebagai sarana pusat data dan informasi pertanian

KEMENTAN BERIKAN DUKUNGAN KEPADA PENYULUH PERTANIAN UNTUK TERUS DAMPINGI PETANI MILENIAL DI LAPANGAN

kementan berikan dukungan kepada penyuluh pertanian untuk terus dampingi petani milenial di lapangan

KEAMANAN PANGAN DIMULAI DARI SISTEM PERTANIAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

keamanan pangan dimulai dari sistem pertanian yang ramah lingkungan