Minggu, 10 Nov 2019

CEKAMAN KEKERINGAN

CEKAMAN KEKERINGAN https://news.okezone.com

Air merupakan unsur penting dalam tanaman, 90% -95% tubuh tanaman adalah air. Air berperan sebagai pelarut dan tempat terjadinya semua reaksi biokiia dalam tubuh mahluk hidup. Air berperan penting dalam menyediakan energi yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis. Air akan dipecah dalam proses fotolisis kemudian elektron digunakan menghasilkan energi pada pusat reaksi untuk tenaga fotosintesis. Untuk membuat 1 gram bahan organik pada tanaman membutuhkan 500 gram air.

Cekaman kekeringan merupakan satuan yang menggambarkan tentang keadaan dimana tanaman mengalami kekurangan air dikarenakan proses menguapnya air dari dalam jaringan tanaman melebihi kemampuan tanaman menyerap air. Kemampuan tanaman menyerap air berkurang salah satunya karena kandungan air tanah yang berkurang. Cekaman kekeringan menyebabkan tanaman harus melakukan adaptasi  atau melakukan perubahan perilaku agar tubuh tanaman tetap hidup.

Pertama-tama tanaman akan melakukan penurunan pertumbuhan tajuk daun, tanaman melakukan tersebut agar kebutuhan air berkurang. Setelah itu, bila masih mengalami kekurangan air  tanaman akan melapisi permukaan daunnya dengan lapisan lilin untuk mengurangi penguapan. Kalau dua langkah tersebut masih belum bisa mengatasi kekurangan air, tanaman akan merapatkan bulu daunnya sehinga daun akan mulai terlihat keriput. Sementara pertumbuhan diatas tanah mengalami penurunan, akar dipacu untuk tumbuh lebih dalam, sebagai usaha mencari air. Selama perubahan terebut tanaman mengurangi pengeluaran oksigen dengan membentuk antioksidan didalam tubuh. Bila langkah-langkah tersebut masih tidak dapat mengatasi masalah kebutuhan air, tanaman akan mengeluarkan hormon ABA sehingga seluruh pertumbuhan dan perkembangan berhenti.

Dalam suasana cekaman kekeringan, tanah mengalami perubahan kandungan air. Prosentase kandungan air tanah akan menurun karena penguapan. Penurunan kandungan air ini akan mengakibatkan tanah berongga. Ketika tanah berongga, mineral tanah akan cenderung menggumpal membentuk garam. Pada areal dimana pemupukan kimia terlalu banyak, akan terjadi penggumpalan mineral seperti garam didalam rongga-rongga tanah. Lapisan garam tersebut akan membuat akar tanaman tidak dapat menembus dan bahkan mati.

Dalam menghadapi cekaman kekeringan, tidak semua tanaman dapat tahan dengan cekaman kekeringan. Bahkan dalam jenis tanaman yang sama, akan melakukan reaksi yang berbeda. Contohnya tanaman padi sawah dan tanaman padi gogo, sama-sama padi namun berbeda reaksi terhadap kekeringan. Ketahanan terhadap cekaman kekeringan padi gogo 17 kali kekuatan padi sawah. Hal itu dikarenakan bentuk perakaran yang berbeda.

Pada tumbuhan liar seperti kersen atau kita mengenal “talok” cekaman kekeringan cenderung tidak mempengaruhi pertumbuhan. Bahkan justru pada musim kemarau berbuah banyak. Pohon Kersen dapat hidup dengan baik karena adanya akar yang menunjang ke dalam tanah.  Akar kersen mampu bekerjasama dengan bakteri tanah, kehadiran baktreri disekitar akar mampu membantu pohon Kersen memenuhi kebutuhan air dan hara bagi pertumbuhannya.

Dari dua contoh tumbuhan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tumbuhan akan mampu bertahan dalam cekaman kekeringan jika perakarannya sehat dan mampu mencari air sampai kedalam tanah. Kemampuan akar tumbuhan menembus tanah tidak lepas dari peran mikroba, terutama bakteri dan jamur. Bakteri memecahkan hara agar dapat diserap tanaman dan melindungi akar dari serangan patogen. Bakteri memberikan arahan kepada akar untuk memanjang dan memberi kemudahan dengan menggemburkan tanah.

Jamur menyediakan hifa untuk menjadi perpanjangan akar sehingga mampu menembus kedalam tanah. Jamur akan meningkatkan kemampuan tumbuhan menghadapi cekaman kekeringan dengan membantu memperpanjang akar sampai keliokasi-lokasi jauh dari tumbuhan. Jamur akan memilihkan air dan mineral yang berguna tumbuhan.

Peran mikroba dalam menghadapi cekaman kekeringan sangat penting bagi tumbuhan. Sayangnya dengan pemakaian pupuk kimia yang kurang bijaksana justru mematikan mikroba tanah. Terutama jamur, jamur sangat terpengaruh dengan kondisi yang tidak ideal ditanah karena adanya pupuk kimia yang berlebihan. Pemberian MOL sangat penting untuk menghadapi cekaman kekeringan. MOL bonggol pisang yang mengandung bakteri dan jamur yang dapat membantu memecahkan phospor akan membantu tumbuhan menghadapi cekaman kekeringan. MOL nasi akan memberi suasana naiknya jumah jamur baik pada tanah. MOL nasi akan mampu memecahkan tanah yang mamapat. Tentu usaha-usaha tersebut harus menggunakan media kompos.

TERBARU
PROGRAM DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARAN PERTANIAN DIMASIFKAN PADA AGENDA NGOBRAS

program direktorat jenderal prasarana dan saran pertanian dimasifkan pada agenda ngobras

KEMENTAN MASIFKAN PROGRAM BADAN KARANTINA PERTANIAN TAHUN 2023 MELALUI PROGRAM MSPP

kementan masifkan program badan karantina pertanian tahun 2023 melalui program mspp

KEMENTAN MASIFKAN PROGRAM GENTA ORGANIK MELALUI TALKSHOW MSPP

kementan masifkan program genta organik melalui talkshow mspp

Kementan Masifkan Gerakan Genta Organik Melalui Rapat Koordinasi Penyuluhan Nasional Tahun 2023

kementan masifkan gerakan genta organik melalui rapat koordinasi penyuluhan nasional tahun 2023

DUKUNG PROGRAM GENTA ORGANIK, PENYULUH PERTANIAN KEMBANGKAN BERAS ORGANIK

dukung program genta organik, penyuluh pertanian kembangkan beras organik