Jum'at, 30 Agu 2019

Mengenal Ransum Ternak

Mengenal Ransum Ternak sinauternak.com

PENDAHULUAN

Ransum merupakan gabungan dari beberapa bahan yang disusun sedemikian rupa dengan formulasi tertentu untuk memenuhi kebutuhan ternak selama satu hari dan tidak mengganggu kesehatan ternak. Ransum dapat dinyatakan berkualitas baik apabila mampu memberikan seluruh kebutuhan nutrien secara tepat, baik jenis, jumlah, serta imbangan nutrien tersebut bagi ternak. Ransum harus dapat memenuhi kebutuhan zat nutrien yang diperlukan ternak untuk berbagai fungsi tubuhnya, yaitu untuk hidup pokok, produksi maupun reproduksi. Ransum perlu mendapatkan perhatian khusus dalam usaha peternakan. Kualitas dan harga ransum sangat erat kaitannya dengan kandungan protein  dalam ransum tersebut. Semakin tinggi kandungan protein dalam ransum maka harga ransum semakin mahal, begitu sebaliknya. Pemberian ransum dengan kandungan protein yang terlalu rendah akan menurunkan produksi ternak dan kelebihan protein akan diubah sebagai energi sehingga tidak efisien.

Ransum seimbang adalah ransum yang diberikan selama 24 jam yang mengandung semua zat nutrien (jumlah dan macam nutriennya) dan perbandingan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi sesuai dengan tujuan pemeliharaan ternak. Pengetahuan  tentang kualifikasi bahan pakan diperlukan untuk menyusun ransum seimbang. Penyusunan ransum seimbang yang sesuai dengan kebutuhan ternak, diharapakan akan dapat menghasilkan produksi yang optimal.

Zat nutrien adalah zat-zat gizi di dalam  bahan pakan yang sangat diperlukan untuk hidup ternak meliputi protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin dan air. Kualitas suatu bahan pakan ditentukan oleh kandungan zat  nutrien atau komposisi kimianya, serta tinggi rendahnya zat antinutrisi yang terkandung di dalamnya. Ransum yang memiliki serat kasar tinggi pada umumnya memiliki kecernaan rendah sehingga penggunaan perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu apa di tambah mikroba yang dapat mencerna serat kasar, agar dapat dimanfaatkan oleh ternak.

Ransum menempati biaya produksi terbesar yaitu 60-70% dalam suatu usaha peternakan. Bahan baku pakan yang umum dipergunakan berasal dari tumbuh-tumbuhan dan produk asal hewan dalam bentuk produk olahan ataupun produk sampingan (by product). Penggunaannya sebagai komponen penyusun ransum harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya mempunyai kualitas baik, murah, dan tidak berbahaya untuk ternak yang mengkonsumsinya.

SUMBER BAHAN BAKU RANSUM TERNAK

Secara umum bahan baku pakan yang harganya mahal adalah bahan pakan sumber protein dalam arti kandungan protein dalam bahan pakan tersebut tinggi antara  20% ke atas. Selain protein, energi, mineral ternak juga membutuhkan vitamin. Bahan pakan sumber vitamin yaitu minyak ikan, premix, multivitamin dan sayuran hijau dengan penggunaan sebanyak 0,5-2% dari total ransum.

Berikut ini beberapa macam dan jenis bahan pakan ternak yang termasuk sumber energi, sumber protein dan sumber vitamin dan mineral.

  1. Bahan Baku Pakan Ternak Sebagai Sumber protein

Golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman).

Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok:

Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat, ganggang dan bungkil)

 Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro, turi kaliandra, gamal dan sentero.

Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang dan sebagainya).

Beberapa pakan sumber protein:

  • Tepung Darah

Tepung darah merupakan limbah jagal yang banyak di Indonesia, tetapi jarang digunakan karena penampungan darah bekas jagal itu kotor dan banyak tercemar tinja sapi atau kerbau yang dipotong Kandungan proteinnya tinggi, bahkan lebih tinggi dari bungkil kedelai.

  • Kacang gude

Kacang gude mengandung gizi yang cukup tinggi yakni 22% protein, 65% karbohidrat dan 15% lemak. Kacang gude dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kedelai atau bahn pencampur pada produk yang mengunakan bahan dasar kedelai, misalnya temped dan kecap. Selain sebagai bahan pangan, tanaman kacang gude digunakan pula sebagai pakan ternak, pelindung di pembibitan, pencegaha erosi, dan pematah angin.

  • Bungkil kelapa

Bungkil kelapa merupakan limbah dari pembuatan minyak kelapa dapat digunakan sebagai pakan lemak. Indonesia kaya akan pohon kelapa dan banyak mendirikan pabrik minyak goreng, sehingga bungkil kelapa banyak tersedia kandungan protein cukup tinggi sekitar 21,6% dan energi metabolis sekitar 1540 – 1745 Kkal/Kg.

Tetapi bungkil kelapa ini miskin akan Cysine dan Histidin serta kandungan lemaknya tinggi sekitar 15%. Oleh karena itu penggunaan dalam menyusun ransum tidak melebihi 20%, sedang kekurangan Cysine dan Histidin dapat dipenuhi dari tepung itu atau Cysine buatan pabrik.

  • Tepung keong

Daging hewan keong itu bisa digunakan sebagai pengganti tepung ikan dan kulitnya bisa menjadi pengganti tepung tulang. Selama ini Indonesia masih mengimpor bahan baku pakan, seperti tepung ikan dan tepung tulang, yang mencapai ratusan ribu ton dalam setahun .

  • Tepung rese

Kandungan proteinnya bervariasi antara 43 – 47% dan merupakan sumber kalsium yang baik karena mengandung kitin. Tapi di Indonesia pemakaiannya belum umum, karena produksinya memang sedikit.

  1. Bahan Baku Pakan Ternak Sumber energi

Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%, dengan konsentrasi serat kasar di bawah 18%. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:

Kelompok serealia/ biji-bijian (jagung, gandum, sorgum)

Kelompok hasil sampingan serealia (limbah penggilingan)

Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya)

Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah, rumput benggala dan rumput setaria).

  1. Molases termasuk sumber energi. Molases merupakan hasil samping pada industri pengolahan gula dengan wujud bentuk cair. Hal tersebut sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa molasses adalah limbah utama industri pemurnian gula.

Molases merupakan sumber energi yang esensial dengan kandungan gula didalamnya. Oleh karena itu, molasses telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ternak dengan kandungan nutrisi atau zat gizi yang cukup baik. Molasses memiliki kandungan protein kasar 3,1 %; serat kasar 0,6 %; BETN 83,5 %; lemak kasar 0,9 %; dan abu 11,9 %.

Molasses dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: (1) Cane-molasses, merupakan molasses yang memiliki kandungan 25 – 40 % sukrosa dan 12 – 25 % gula pereduksi dengan total kadar gula 50 – 60 % atau lebih. Kadar protein kasar sekitar 3 % dan kadar abu sekitar 8 – 10 %, yang sebagian besar terbentuk dari K, Ca, Cl, dan garam sulfat; (2) Beet-molasses­ merupakan pakan pencahar yang normalnya diberikan pada ternak dalam jumlah kecil.

  1. Bahan Baku Pakan Sumber vitamin dan mineral

Hampir semua bahan pakan ternak, baik yang berasal dari tanaman maupun hewan, mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan konsentrasi sangat bervariasi tergantung pada tingkat pemanenan, umur, pengolahan, penyimpanan, jenis dan bagian-bagiannya (biji, daun dan batang).

Disamping itu beberapa perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan terhadap bahan pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan mineralnya.

Saat ini bahan-bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral sudah tersedia di pasaran bebas yang dikemas khusus dalam rupa bahan olahan yang siap digunakan sebagai campuran pakan, misalnya premix, kapur, Ca2PO4 dan beberapa mineral .

Kedelai merupakan salah satu sumber mineral. Kedelai merupakan salah satu bahan pakan yang mempunyai nilai biologis tinggi. Penggunaan kedelai sebagai bahan pakan ternak ruminansia belum lazim digunakan di Indonesia karena harga mahal, persaingan dengan kebutuhan pangan dan ternak monogastrik.

Hasil ikutan kedelai yang banyak digunakan sebagai ransum ternak ruminansia diantaranya adalah ampastahu, ampas kecap kedelai afkir. Penggunaan bahan pakan asal kedelai dan ikutanya dapat digunakan semaksimal mungkin .

  1. Herbal

Tujuan penggunaan herbal adalah untuk mengganti penggunaan antibiotik dalam pakan dan air minum sebagai feed additive yang dapat memberikan efek negatif pada ternak seperti growth promoter dan pencegah penyakit serta dapat menurunkan kolesterol dalam tubuh ternak.

Penggunaan herbal sebagai feed additive dalam ransum broiler bertujuan untuk mengganti penggunaan antibiotik sebagai growth promotor dan pencegah penyakit pada ternak unggas sehingga ternak dan manusia dapat terhindar dari residue antibiotik dan resistensi bakteri.

CARA MENYUSUN RANSUM BAHAN PAKAN TERNAK

Konversi pakan ternak sering disebut dengan FCR, kepanjangan dari FCR ini adalah Feed Convertion Ratio. Dapat diartiakn (pengertian FCR budidaya ayam pedaging) dalam bahasa indonesia adalah perbandingan pakan yang dikeluarkan dengan bobot daging yang dihasilkan. FCR ini berlaku terutam untuk ayam ras (broiler). FCR yang paling baik adalah dengan nilai 1, dimana 1 Kg pakan akan menghasilkan 1 Kg ayam hidup, namun tidak akan pernah didapatkan FCR dengan nilai 1 ini, sebab setiap pakan ternak pasti mengandung zat sisa yang akan dibuang oleh ternak sebagai kotoran. FCR ayam broiler dapat dikatakan jelek bila diatas 1,7 dibawahnya dapat dikatakan peternak itu memperoleh keuntungan.

Berikut ini susunan sederhana pakan ternak untuk sapi, kerbau, kambing dan domba:

  1. Hijauan makanan ternak. Sering disingkat dengan HMT, setiap ekor sapi harus memperoleh minimal 10 % dari berat badan per hari, cara menghitung atau menaksir berat badan akan dibahas di artike yang lain
  2. Polong-polongan atau atau pahasa sekolahannya leguminase, tanaman kacang-kacangan contohnya; daun lamtoro, daun kacang panjang, daun kacang tanah dan sebagainya, jumlah yang harus dikonsumsi ternak ruminansia per hari adalah 1 % dari berat badan.
  3. Konsentrat, jenis konsentrat untuk pakan sapi dan ruminansi lainnya sangat banyak salah satu yang paling mudah didapatkan adalah dedak atau bekatul. Sebenarnya dedak dengan kualitas bagus sudah dapat menjadi konsentrat secara utuh, namun dedak ini sering juga ditambahkan dengan bungkil kelapa dan sedikit tetes tebu atau molases. Banyak alternatif selain dedak, misalnya ampas tahu, dedak penggilingan jagung, sampah kulit kopi dan sebagainya.

Efisiensi pakan ternak yang tepat adalah efisiensi dengan memanfaatkan hasil-hasil limbah pertanian di daerah tersebut, kalau di daerah anda tidak ada tanaman padi maka sebaiknya jangan terlalu mengharapkan dedak sebagai konsetrat untuk pakan sapi. Kalau di daerah anda banyak jagung, maka manfaatkan tongkol jagung untuk menjadi konsentrar dan pakan ternak ruminansia.

 

Disusun Oleh :

Retno Wijayanti, SP

THL  TBPP

 

BALAI PENYULUHAN PERTANIAN

KECAMATAN PATI

DINAS PERTANIAN KABUPATEN PATI

TAHUN 2019

 

Sumber :

https://www.ilmuternak.com/2015/03/ransum-ternak.html

https://sinauternak.com/macam-bahan-pakan-ternak/

https://kesehatan-ternak.blogspot.com/2013/02/cara-menyusun-ransum-bahan-pakan-ternak

TERBARU
Pemberdayaan Kelembagaan Petani dan KEP diKabupaten Sumba Tengah

pemberdayaan kelembagaan petani dan kep dikabupaten sumba tengah

Implementasi Peran Kostratani di BPP Pray Au

implementasi peran kostratani di bpp pray au

GENTA ORGANIK SOLUSI PUPUK MAHAL

genta organik solusi pupuk mahal

OPTIMALKAN DIGITALISASI PENYULUHAN PERTANIAN

optimalkan digitalisasi penyuluhan pertanian

Indonesia Jadi Eksportir Besar Tanaman Hias

indonesia jadi eksportir besar tanaman hias