Kamis, 01 Agu 2019

HIDROPONIK SISTEM WICK

HIDROPONIK SISTEM WICK Doc. Pribadi

 

Sistem Wick adalah sistem yang paling sederhana dari ke 6 dasar sistem hidroponik. Ini adalah sistem pasif, yang berarti tidak ada bagian yang bergerak. Larutan nutrisi ditarik ke dalam media tumbuh dari wadah nutrisi dengan sumbu, biasanya sumbu menggunakan kain flannel atau jenis bahan lain yang mudah menyerap air. Sistem wick biasanya menggunakan media tanam seperti Rockwool, Perlite, Vermiculite, batu kerikil, hydroton, sekam bakar, dan cocopeat.

Kelebihan Wick System (Sistem Sumbu):

– Tanaman dapat mendapat suplai air dan nutrisi secara terus menerus
– Biaya pembuatan yang murah
– Mempermudah perawatan tanaman karena tidak perlu melakukan penyiraman
– Tidak tergantung listrik

Kekurangan Wick System (Sistem Sumbu):

– Air dan nutrisi yang diberikan tidak dapat kembali ke bak penampungan sehingga lebih boros

– Banyaknya jumlah air yang diberikan akan sedikit susah diatur

Cara Menanam Hidroponik Sistem Wick

  1. Siapkan wadah tempat nutrisi, bisa dari sterofoam, ember, bak, terpal, dll. Ukuran disesuaikan masing-masing.
  2. Siapkan wadah untuk tanaman, bisa menggunakan net pot, botol bekas air mineral, mineral gelas, gelas pelastik kopi, atau bekas ice cream dll.
  3. Siapkan sumbu yang akan digunakan (bisa berupa sumbu kompor, kain nilon ataupun kain flanel)
  4. Siapkan media tanam, bisa menggunakan serbuk kelapa, sekam bakar, arang, kerikil, serbuk kayu, spons ataupun rockwool (pilih salah satu),
  5. Jika menggunakan wadah bekas air mineral jangan lupa lubangi bagian samping dan bawahnya.
  6. Gunakan solder, paku yang dipanasi, atau benda lainnya, yang dapat digunakan untuk membuat lubang pada botol. Lubang tersebut akan digunakan sebagai tempat akar tanaman
  7. Beli larutan nutrisi dengan membeli langsung nutrisi hidroponik AB Mix di toko pertanian terdekat Baca : nutrisi hidroponik AB mix, atau bisa membuat nutrisi hidoponik sendiri
  8. Pasanglah sumbu pada bagian bawah wadah, pastikan sumbu menyentuh air nutrisi hidroponik
  9. Isilah bagian bawah botol dengan media tanam yang sudah dipilih sebelumnya
  10. Kemudian, isikan air sesuai dengan kadar PH dan PPM tanaman yang akan ditanam secara hidroponik

 

Beberapa hal yang penting untuk anda perhatikan jika menanam sayuran hidroponik yaitu :

  1. Gunakan bahan yang tahan panas, tidak diianjurkan menggunakan bahan besi seperti kaleng seng dll biasanya menggunakan bak plastik dan juga bak berbahan stereform.
  2. jarak tanam jangan terlalu pendek
  3. jarak pot ke larutan nutrisi usahakan tidak lebih dari 1cm
  4. pilih tanaman yang kebutuhan air masih bisa terpenuhi oleh daya kapilaritas sumbu pada sistem
  5. aduk larutan nutrisi minimal 1 x sehari jika anda tidak menggunakan aerator
  6. Gunakan bak larutan nutrisi yang tidak tembus cahaya mataharikenapa gunakan bak larutan yang tidak tembus sinar matahari supaya pertumbuhan lumut tidak banyak.
  7. Ganti air 1 minggu sekali untuk antisipasi jentik nyamuk
  8. Gunakan air baku yang tds dibawah 100 (bisa gunakan air tetesan ac, atau air RO atau air apa saja yang ppmnya dibawah 100)
  9. Jaga suhu larutan nutrisi antara 24-27 celcius

 

Penulis     : Dini Yustikarini, SP (PPL Kab. Pangandaran)

Sumber    : https://klinikhidroponik.com/dasar-sistem-hidroponik-dan-bagaimana-sistem-hidroponik-tersebut-bekerja-bagian-2-wick- system-sistem-sumbu/

https://www.caramenanam.org/hidroponik-sistem-wick/

TERBARU
MSPP VOL 13

mspp vol 13

Pemupukan Berimbang

pemupukan berimbang

Pemupukan Berimbang

pemupukan berimbang

Pemupukan Berimbang

pemupukan berimbang

Kementan Akan Maksimalkan Peran Penyuluh Dalam Budidaya Porang

kementan akan maksimalkan peran penyuluh dalam budidaya porang