Senin, 22 Apr 2019

KUR Tani

KUR Tani BPP Sukawening

Dalam mensukseskan program Kementrian Pertanian yang bekerjasama dengan perbankan BUMN yaitu PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BNI) memberikan sarana permodalan kepada para petani dalam bentuk KUR Tani sebagai wujud kontribusi perseroan dalam mensejahterakan petani. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas petani sehingga petani menjadi sejahtera.

PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BNI) telah mengeluarkan kartu tani  khususnya di Kecamatan Sukawening yang sudah ter upload  sebanyak 4.212 petani adapun yang sudah tercetak sebanyak 2.351 petan, hal tersebut merupakan komitmen BNI dalam merealisasikan manfaat kartu tani yaitu dengan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Kartu Tani.

Program Kur di Kecamatan Sukawening diawali pada bulan September 2018 dengan jumlah petani sebanyak 28 petani  dari  9 kelompok tani, dengan luas lahan keseluruhan  29 ha dengan total nominal pengajuan sebesar Rp. 281.650.000,- , pinjaman modal usaha tani tersebut terbagi atas dua komoditas yaitu padi sawah dan jagung. Adapun persyaratan dalam pengajuan KUR tani diantaranya:

  1. Mengisi Aplikasi Permohonan
  2. e KTP
  3. KK
  4. Kartu Tani
  5. Pas Foto
  6. Ijin Usaha (SKU) dari Desa
  7. SPPT/ Kwitansi sewa lahan

 

Lama peminjaman modal usaha tani (KUR Tani) 5 bulan yaitu satu musim tanam, dengan harapan setelah petani memanen, petani diharapkan dapat mengembalikan pinjaman modal usaha tani yang diajukan. Maksimal pinjaman modal usaha tani untuk padi sebesar Rp. 22.000.000,- dan untuk jagung sebesar Rp. 15.000.000,- dengan luasan masing masing maximal 2 ha dengan jas 7% (setelah disubsidi pemerintah sebesar 7%) dan apabila diginakan 5 bulan jasa dari 7% tersebut hanya 0,03% per 5 bulan hal ini sangatlah membantu petani tidak terlalu membebani petani. Petani khususnya di Kecamatan Sukaweneing mengapresiasi yang sebesar besarnya dengan adanya program KUR Tani ini , petani tidak kebingungan dalam mencarai akses permodalan apabila menghadapi musim tanam, apabila KUR Tani ini terus berjalan diharapkan peran tengkulak berangsur berkurang yang dinilai merugikan petani.

Peran penting pemerintah dan para penyuluh pertanian di Kecamatan Sukawening dalam mensukseskan program KUR tani  turut andil membantu program tersebut demi tercapainya tujuan pertanian yang mandiri dan swasembada serta memutus tali rantai tengkulak secara berangsur hingga kehidupan petani menjadi lebih makmur.

Adapun kendala dalam program tersebut yakni petani yang belum memiliki kartu tani tidak dapat mengajukan pinjaman modal usaha tani sehingga menjadi kendala yang perlu dipertimbangkan untuk mencari solusi bagaimana petani yang belum memiliki kartu tani bisa mendapatkan fasilitas pinjaman KUR Tani seperti para petani yang sudah menerima Kartu Tani. Dengan melihat kondisi di lapangan bahwa petani yang belum memiliki kartu tani sangat membutuhkan modal adal terlepas dari jeratan tengkulak (Modal, Obat, sampai dengan hasil tani ditentukan oleh tengkulak harganya) hal ini tentu menjadi sorotan bagi kita sebagai pendamping petani untuk bisa membantu semaksimal mungkin dan perharap pihak pemerntah beserta pihak BNI dapat menemukan solusi secepat mungkin.

 

 

Penulis : BPP Sukawening

 

TERBARU
Pandemi Corona Bukan Penghalang Petani Halmahera Barat Panen Padi Ladang

pandemi corona bukan penghalang petani halmahera barat panen padi ladang

pencegahan Covid19 bagi petani

pencegahan covid19 bagi petani

Work From Home yang Baik

work from home yang baik

pencegahan covid19 bagi penyuluh dan petugas lainnya

pencegahan covid19 bagi penyuluh dan petugas lainnya

Cloud Meeting, Kepala BPPSDMP Ajak Jajarannya Antisipasi Cerdas COVID-19

cloud meeting, kepala bppsdmp ajak jajarannya antisipasi cerdas covid-19