Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi >> Padi Sawah >> Pembiayaan dan Permodalan

Manfaat Dan Beberapa Persyarataan Dalam Sistem Resi Gudang (SRG)

Sumber Gambar: Gambar Gudang Komoditi Sistim Resi Gudang

Resi Gudang adalah dokumen bukti kepemilikan barang yang disimpan di suatu gudang terdaftar secara khusus yang diterbitkan oleh pengelola gudang itu. Ini hanya berlaku kalau semua persyaratan yang ditentukan UU no 9 tahun 2006 Sistem Resi Resi Gudang sudah dipenuhi.. Ada persyaratan produk dan ada juga persyaratan mutu komoditi dapat disimpan di gudang SRG. Persyaratan produk antara lain mutunya baik, sesuai standar yang telah ditentukan Jumlah minimum komoditi yang tersimpan. dan minimal mempunyai daya simpan 3 (tiga) bulan; Sedangkan persyaratan mutu komoditi yang dapat diresi-gudangkan yaitu tiap produk mempunyai persyaratan sendiri-sendiri. Sebagai contoh, Untuk Gabah, harus memenuhi persyaratan SN O1-0224-1987.

Jumlah minimum komoditi yang dapat disimpan dalam Gudang SRG tergantung pada kebijakan dari Pengelola Gudang, namun sebagai contoh untuk jagung, bila dilihat dan kapasitas mesin pengering yang umum digunakan di lapangan, maka jumlah minimum yang wajar untuk disimpadigudang adalah ± 20 ton untuk setiap Resi Gudang yang diterbitkan. Satu Resi Gudang dapat diterbitkan untuk satu kelompok tani.

Untuk bisa memenuhi jumlah minimum, tentunya petani harus berkelompok, sehingga akan bisa dibicarakan segala masalah kaitannya dalam pengelolaan komoditas (penyimpanan, pengagunan, maupun pemasaran) dengan Ketua Kelompok. Disamping itu jumlah yang disimpan bisa terpenuhi,

 

Seorang ketua kelompok tani, memiliki peran: a.Mengkoordinir anggota kelompok untuk menghasilkan komoditas dengan mutu yang balk (sortasi dan pengeringan); b.Mengkoordinir anggota kelompok untuk menyimpan komoditas di gudang; c. Membuat perjanjian penyimpanan komoditas dengan Pengelola Gudang; d. Menandatangani Resi Gudang yang diterbitkan oleh Pengelola Gudang; e. Mewakili anggota kelompok mengajukan kredit kepada Perbankan dengan agunan Resi Gudang;f. kembagikan hasil pinjaman kredit kepada anggota kelompok: g.Mengamati dan mencari informasi harga yang terbaik untuk menentukan harga penjualan terhadap komoditas yang di resi gudangkan;

Jumlah biaya yang harus dibayar oleh penyimpan untuk setiap penerbitan Resi Gudang tergantung pada kebijakan masing-masing Pengelola Gudang (yang mencakup biaya-biaya penyimpanan/pengelolaan, pengujian mutu dan asuransi). Biaya lainya adalah biaya pengeringan (apabila dikeringkan) dan bunga bank (apabila dijamin ke bank). Khusus bagi Petani/Kelompok Tani/Gapoktan/Koperasi Tani terdapat Skema Subsidi Resi Gudang (S-SRG) dimana beban bunga bank yang mereka tanggung hanya sebesar 6% per-tahun.

Biaya yang timbul dalam SRG dibayarkan setelah barang dijual/dikeluarkan dan Gudang SRG.

Kelebihan lain dari sistem resi gudang adalah risiko kerusakan komoditi akibat kebocoran dan hama menjadi tanggung jawab pengelola gudang. Komoditi pun diasuransikan sehingga bila terjadi kerusakan akan ditanggung oleh asuransi melalui pengelola gedung. Selain itu, kualitas komoditi yang disimpan di gudang telah memiliki standar mutu SNI sehingga kualitas terjamin yang berakibat harga jual tetap optimal.

Dengan sistem resi gudang, petani bisa mendapatkan harga yang lebih baik dengan menunda waktu penjualan. Selain itu, terjamin juga kualitas dan kuantitas barang yang disimpan. Melalui sistem ini, petani mendapatkan pembiayaan dengan cara yang tepat dan mudah.

Dengan adanya Sistem Resi Gudang, akan terbuka peluang bagi petani untuk: a. Mendapatkan harga jual yang lebih baik, dengan cara menyimpan komoditi di gudang terlebih dahulu saat panen raya dimana harga umumnya rendah, kemudian menjualnya ketika harga tinggi.b.Mendapatkan kepastian mutu dan jumlah, karena test uji mutu dilakukan oleh LPK yang telah terakreditasi. c.Mendapatkan pinjaman dan bank untuk pembiayaan modal kerja pada musim tanam berikutnya dengan jaminan Resi Gudang.d. Mempermudah jual-beli komoditi secara langsung maupun melalui Pasar Lelang karena tidak perlu membawa komoditinya sebagai contoh, tetapi cukup membawa Resi. Mendorong petani untuk berusaha secara berkelompok sehingga meningkatkan efisiensi biaya dan posisi tawar petani.

 

Manfaat Resi Gudang

Bagi pelaku usaha (pedagang, prosesor, pabrikan, eksportir )Sistem Resi Gudang memberi peluang untuk a. Mendapatkan jaminan kepastian mutu dan jumlah atas komoditas yang mereka perdagangkan. b. Mendapatkan suplai komoditas yang lebih pasti, karena dapat diketahui secara pasti jumlah komoditas yang tersimpan di gudang. c. Mendapatkan pinjaman berulang (revolving loan) dan bank untuk modal kerja. Dengan jumlah modal kerja yang sama, akari dapat diperoleh omzet perdagangan yang lebih besar dengan cara meminjam dari bank atas jaminan Resi Gudang.

 

Masa berlaku Resi Gudang maksimum adalah selama masa simpan komoditi yang bersangkutan di gudang. Untuk gabah, beras dan jagung, rata-rata selama 3 s/d 6 bulan.

 

Penyunting: Yulia Tri S

Email: yuliatrisedyowati@yahoo.co.id

Sumber:

Bahan-bahan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdaganagan 

Tanggal Artikel : 08-12-2014

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Asuransi Usahatani Padi Antisipasi Kerugian Petani
  2. Kredit Usaha Rakyat (kur)
  3. Cara Mendapatkan Kartu Tani Yang Siap Untuk Menebus Pupuk Bersusidi Untuk Padi
  4. Uji Coba Asuransi Usahatani Padi (autp)