Materi Penyuluhan >> Hortikultura >> Tanaman Sayuran >> Bawang Merah

MEYIAPKAN MEDIA TANAM JAMUR KUPING YANG BAIK DAN BENAR

Sumber Gambar:


Baglog Jamur Kuping Jamur merupakan makanan sehat dan mempunyai nilai ekonomis, karena proses produksinya tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Jamur kuping (Auricularia auricular) merupakan salah satu jenis jamur yang dikonsumsi, selain jamur merang dan jamur tiram. Bentuknya melebar dan berkelok-kelok seperti bentuk daun telinga manusia. Budidaya jamur kuping meliputi tahapan berikut: pemilihan lokasi, pembuatan kubung, menyiapakan media tanam, penanaman bibit, inkubasi, penumbuhan, penyiraman, pengendalian hama dan penyakit, pengaturan suhu ruangan, panen dan pasaca penen.

Untuk membantu Anda dalam budidaya jamur kuping, berikut kami informasikan tahapan "Menyiapkan Bahan Media Tanam Jamur Kuping" sebagai berikut:

1. Pemilihan Bahan Tanam
Media yang baik untuk tumbuh optimal jamur kuping dipilih serbuk kayu gergaji yang bebas dari getah dan minyak, seperti albasia, akasia, dan kaliandra. Pada proses penggergajian tidak terkena solar dari mesin gergaji.

2. Perendaman
Serbuk kayu gergaji sebagai media tanam dimasukkan dalam karung, lalu direndam dalam bak yang berisi air bersih selama 1 (satu) malam. Di atas karung diberi pemberat untuk penindih selama perendaman. Perendaman untuk menghilangkan bahan-bahan yang tidak diinginkan, seperti getah kayu dan minyak. Setelah direndam, karung yang berisi serbuk gergaji ditiriskan hingga air tidak menetes.

3. Pengayaan
Serbuk kayu gergaji yang telah tiris, disaring dengan ayakan kawat berukuran 10 mesh, dengan caranya, dituangkan serbuk kayu gergaji sedikit demi sedikit pada di atas ayakan yang digoyang sambil digetarkan. Tujuannya untuk memperoleh ukuran serbuk kayu gergaji yang halus, seragam, dan bebas dari benda lain (batu, ranting, atau benda lainnya). Dengan demikian proses pencampuran dengan bahan lain dapat merata dan tidak merusak plastik baglog.

4. Pencampuran
Pencampuran bahan media tanam untuk menyediakan sumber hara yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan jamur kuping sampai siap dipanen. Bahan media tanam terdiri dari 100 kg serbuk kayu gergaji, 15 kg bekatul, 5 kg kapur, 1 kg gips, dan 60 – 65% air. Serbuk kayu gergaji mengandung selulosa, hemi-selulosa, dan lignin yang akan diuraikan jamur sebagai sumber karbon. Bekatul mengandung vitamin B sebagai sumber makanan tambahan. Sedangkan kapur dan gips untuk pengaturan PH substrat agar mendekati netral atau basa (pH 6 – 7) dan untuk menguatkan kepadatan media tanam, Air untuk mengatur kelembaban serbuk kayu gergaji/media tanam. Komposisi bahan dapat berubah tergantung dari kondidi bahan dan agriklimat setempat, contohnya: 1) Komposisi II: 100 kg serbuk kayu gergaji, 10 kg bekatul, 2,5 kg kapur, dan 0,5 kg gips; 2) Komposisi III: 100 kg serbuk kayu gergaji, 5 kg bekatul, 5 kg kapur, dan 1 kg gips. Cara mencampurnya sebagai berikut: semua bahan selain air diaduk sampai merata dan tidak ada yang menggumpal. Lalu tambahkan 60 – 65% air atau dengan tanda kepalan campuran serbuk hanya mengeluarkan satu tetes air dan bila kepalan dibuka tidak pecah. Campuran yang

5. Pengisian Media ke Kantung Plastik (Baglog)
Campuran bahan media tanam yang sudah tersedia dimasukan ke dalam kantong plastik dan kepadatan agar media tanam tidak mudah hancur atau busuk, sehingga miselia jamur dapat tumbuh merata dan menghasilkan jamur kuping optimal. Cara mengisi: Disiapkan kantung plastik PP (polipropilen) berukuran 18 x 30 cm dengan ketebalan minimal 0,005 mm. Plastik ini tahan panas dan tidak mudah pecah sehingga tidak pecah saat media dipadatkan dan tidak hancur saat media disterilkan. Dasar plastik dibentuk menyerupai bulatan dengan memasukan kedua ujung dasar kearah dalam. Lalu campuran media tanam dimasukkan ke dalam kantung plastik dan padatkan dengan menggunakan botol atau alat pengepres. Setelah hampir penuh, ujung plastik disatukan dan dipasang cincin dari potongan paralon kecil sehingga bungkusan media menyerupai botol. Mulut cincin disumbat dengan kapas, kemudian dibungkus dengan kertas pembungkus/aluminium foil atau tutup plastik. Baglog siap proses selanjutnya, pendinginan, sterilisasi, dan lainnya.

6. Sterilisasi
Sterilisasi merupakan kegiatan mengukus baglog dengan uap panas untuk mengnonaktufkan mikrobia dan spora, baik bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur kuping yang ditanam, sehingga mendapatkan media tanam jamur kuping yang steril, bebas dari mikrobia dan jamur lainnya. Usaha tani jamur kuping skala kecil, baglog disterilkan dengan dikukus dalam drum minyak yang di dalamnya dilengkapi sarangan. Drum minyak diisi air di wahah sarangan jangan sampai melebihi sarangan. Lalu baglog disusun dengan rapi di atas sarangan secara bertingkat dan diatur sehingga setiap baglog terkena uap air panas secara merata. Kemudian drum dikukus selama 8 - 10 jam dengan mempertahankan suhu 120oC. Untuk usaha tani jamur kuping skala besar, mengukus dengan menggunakan chamber sterilizer yang dilengkapi dengan boiler untuk menghasilkan uap. Baglog diatur dalam chamber sterilizer secara bertingkat. Uap air panas dialirkan dari boiler ke dalam chamber sterilizer dan steril dilakukan selama 1 – 2 jam pada suhu 121oC dengan tekanan 1,1 atm.

7. Pendinginan
Pendinginan merupakan upaya menurunkan suhu media tanam/baglog setelah disterilkan agar bibit jamur kuping yang ditanam tidak mati. Caranya: Baglog yang sudah disterilkan dikeluarkan dari drum atau chamber sterilizer, lalu diamkan dalam ruangan dengan suhu 30 - 35 oC selama 8 – 12 jam. Ruangan dilengkapi blower atau kipas angin untuk membantu sirkulasi udara. Baglog siap ditanami bibit jamur kuping. (SUSILO ASTUTI H. - Penyuluh Petranian Pusluhtan). Selamat mencoba !.

Sumber Informasi:
1. Tata Cara Penerapan dan Registrasi Kebun dan Lahan Usaha dalam Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik. Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Tanaman Sayuran dan Obat. Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2012.
2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Jamur Kuping. Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian. 2008.
3. Tanaman Sayuran. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka. Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian. 2006.

Tanggal Artikel : 08-12-2014

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Penyakit Utama Bawang Merah Dan Cara Pengendalian Organik
  2. Varietas Bawang Merah Ditanam Di Luar Musim
  3. Megenal Beberapa Jenis Varietas Bawang Merah
  4. Pengembangan Kelembagaan Usaha Bawang Merah