Materi Penyuluhan >> Perkebunan >> Tanaman Rempah dan Penyegar >> Lada

PERLUASAN KOMODITAS TANAMAN LADA

Sumber Gambar: BBP2TP

PEMBERDAYAAN PETANI
DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS JAMBU METE

Biji jambu mete merupakan salah satu komoditi perdagangan yang mempunyai peluang untuk dikembangkan dalam rangka usaha memperbesar/meningkatkan devisa negara serta penghasilan petani jambu mete. Produksi biji jambu mete Indonesia secara signifikan terus meningkat, namun mutu yang dihasilkan sangat rendah. Hal tersebut tercermin dari harga biji jambu mete Indonesia yang relatif rendah dibandingkan dengan harga produk sama dari negara produsen lain. Namun disisi lain jambu mete Indonesia juga mempunyai keunggulan yaitu mengandung lemak. Pemberdayaan petani merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas jambu mete. Tanaman jambu mete merupakan tanaman tahunan. Jika dibudidayakan dengan baik dapat memberikan produksi yang menguntungkan sampai umur yang panjang. Berdasarkan hasil penelitian, produksi puncak jambu mete dapat dicapai pada umur 10 – 15 tahun. Keuntungan nominal rata-rata pertahun terbesar dapat diperoleh jika tanaman jambu mete diusahakan sampai umur 20 tahun. Bibit tanaman jambu mete merupakan modal dasar untuk mencapai produksi jambu mete yang tinggi. Kesalahan pemilihan dan penggunaan bibit akan mengakibatkan kerugian dalam jangka panjang. Karena itu, pemilihan bibit merupakan tindakan penting dalam budidaya jambu mete. Pemilihan dan penggunaan bibit jambu mete unggul perlu diikuti dengan tindakan kultur teknis yang baik, antara lain meliputi pembibitan, perawatan tanaman di lapangan, dan penanganan pascapanennya sehingga usaha budidaya jambu mete membawa hasil yang optimal dan memuaskan.
Beberapa faktor penyebab mutu jambu mete beragam yang dihasilkan adalah minimnya sarana pengolahan, lemahnya pengawasan mutu serta penerapan teknologi pada seluruh tahapan proses pengolahan biji jambu mete rakyat yang tidak berorientasi pada mutu. Kriteria mutu biji jambu mete yang meliputi aspek phisik, cita rasa dan kebersihan serta aspek keseragaman dan konsistensi sangat ditentukan oleh perlakuan pada setiap tahapan proses produksinya. Tahapan proses pengolahan dan spesifikasi alat dan mesin yang digunakan yang menjamin kepastian mutu harus didefinisikan secara jelas. Selain itu pengawasan dan pemantauan setiap tahapan proses harus dilakukan secara rutin agar tidak terjadi penyimpangan mutu, karena hal demikian sangat diperhatikan oleh konsumen, disebabkan biji jambu mete merupakan bahan baku makanan atau minuman. Proses pengolahan buah jambu mete menentukan mutu produk akhir jambu mete, karena dalam proses ini terjadi pembentukan calon citarasa khas jambu mete dan pengurangan cita rasa yang tidak dikehendaki, misalnya rasa pahit dan sepat.
Untuk produksi dalam skala besar dan meningkatkan kualitas jambu mete maka petani perlu membentuk kelompok atau gapoktan. Pemberdayaan petani jambu mete dilaksanakan dengan cara berkelompok, pelatihan bagi petani, magang, dll dalam mengembangkan tanaman jambu mete, sehingga dapat meningkatkan sumber daya petani. Dengan berkelompok tersbut maka petani jambu mete akan mudah mendapatkan modal usaha, meningkatkan akses informasi, dan saling berbagi pengetahuan tentang teknologi budidaya jambu mete sampai dengan pemasarannya.
Bogor, 04 – 11 - 2014
Sumber artikel dan gambar : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun)
Ditulis kembali oleh : Kukuh Wahyu W (R) - BBP2TP
e-mail : widjajantokukuh@yahoo.com

 

Tanggal Artikel : 02-12-2014

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Teknis Peremajaan Pada Tanaman Lada
  2. Syarat Bibit Siap Tanam Pada Tanaman Lada
  3. Pembibitan Tanaman Lada
  4. Panen Dan Pasca Panen Lada