Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi >> Padi Sawah >> Pembiayaan dan Permodalan

UJI COBA ASURANSI USAHATANI PADI (AUTP)

Sumber Gambar: www.google.com

Tujuandan Manfaat ; memberikan perlindungan dalam bentuk santunan modal kerja kepada petani jika terjadi gagal panen sebagai akibat resiko banjir, kekeringan, dan serangan OPT.Jika petani mengalami gagal panen, akan tersedia modal kerja usahatani padi (untuk membeli saprodi dan biaya tenaga kerja) untuk pertanaman berikutnya.

Pelaksanaan Asuransi Usahatani Padi (AUTP) ;Uji coba dilaksanakan di 3 (tiga) provinsi, yakni Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi Sumatera Selatan masing-masing seluas sekitar 1.000 ha. Pelaksana uji coba AUTP adalah PT Asuransi Jasindo (penanggung) bersama PT Petro Kimia, PT Pupuk Kujang, PTPupuk Sriwijaya (kontributor) serta Petani (tertanggung), Kementan sebagai fasilitator melalui aparatnyadi daerah.
Kriteria Calon Peserta dan Calon Lokasi AUTP : (1) Petani padi sawah yang bergabung dalam kelompok tani aktif dan mempunyai pengurus lengkap. (2) Bersedia mengikuti rekomendasi teknis, anjuran asuransi termasuk membayar premi sebesar 20%. (3) Lokasimemenuhipersyaratan standar teknis penanaman padiLokasimempunyai batas dan ukuran luas yang jelas dengan luas areal yang diasuransikan maksimal 2 (dua) hektar.

Kriteria Gagal Panen (PUSO) ; Puso adalah suatu keadaan kerusakan tanaman atau bagian tanaman yang ditimbulkan oleh banjir, kekeringan atau serangan OPT,sehingga menyebabkan tanaman atau bagian tanaman tersebut mengalami kerusakan?85%.Penggantian Puso: Bila ? 85 persen dari luas area lahan sawah per petani terkena puso. Penggantian puso bukan berdasarkan total luas kelompok, tapi luas per individu petani.Resiko yang Dijamin :Tiga jenis resiko yang ditanggung dalam asuransi usahatanipadi ini yaitu: banjir, kekeringan, dan serangan OPT.
Premi Asuransi Usahatani Paditerdiri dari a). Harga pertanggungan, ditetapkan sebesar Rp. 6.000.000,- per ha sebagai nilai santunan kerugian untuk membantu biaya menanam kembali, termasuk untuk mempersiapkan lahan, ongkos tenaga kerja dan pupuk. Harga pertanggungan menjadi dasar perhitungan premi dan merupakan batas maksimum santunan kerugian. b).Suku Premi, sebesar 3% dari biaya usahatani (biaya input) sebesar Rp 6.000.000,- atauRp 180.000,- per hektar. c). Premi asuransi disubsidi Perusahaan BUMN Pupuk sebesar 80% dan petani menanggung 20%. d.).Perusahaan BUMN Pupuk sebagai Kontributor akan membayar premi sebesar Rp. 144.000,- per ha, sedangkan petani membayar sebesar 20% atau Rp 36.000,- per ha. e). Periode Pertanggungan, asuransi usahatani padi berlaku untuk satu musim tanam, dimulai pada tanggal perkiraan tanam dan berakhir pada tanggal perkiraan panen.
Prosedur Penerbitan Polisdilaksanakan melalui : a.) Agen Asuransi bersama-samaMantri Tani, dan atau PP, POPT-PHP melakukan pendaftaran calon peserta melalui Kelompok Tani dengan Formulir Pendaftaran AUTP, dilengkapi dengan bukti pembayaran premi asuransi. b). Formulir Pendaftaran AUTP ditandatangani oleh petani/kelompok tani dan diketahui oleh Mantri Tani, dan atau PP, POPT-PHP setempat. Berdasarkan dokumen tersebut Agen Asuransi membuat Rekapitulasi Peserta AUTPuntuk diserahkan kepada perusahaan asuransi. c). Berdasarkan Rekapitulasi Peserta AUTP,perusahaanasuransi menerbitkan Polis Asuransi Usahatani Padi untuk setiap kelompok tani dan menyerahkannya melalui Agen Asuransi di setiap Kabupaten/Kota dan kecamatan setempat.d). Polis asuransi usahatani padi diterima Kelompok Tani, sementara ikhtisar polis asuransi untuk dibagikan kepada masing-masing petani peserta asuransi dalam kelompoknya.
Prosedur Penyelesaian Klaim; dilaksanakan melalui a). Surat pengajuan klaim oleh kelompoktani diketahui oleh POPT-PHP dan atau mantri Tani/PP kepada Agen Asuransi untuk selanjutnya disampaikan kepada Perusahaan Asuransi. b). Surat pengajuan klaim harus melampirkan: antara lain Polis asuransi; Berita acara kerusakan/kerugian yang ditandatangani oleh POPT-PHP dan atau Mantri Tani/PP; dan Foto-foto kerusakan. c). PerusahaanAsuransi mengirimkan surat persetujuan (konfirmasi) klaim dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak diterima dokumen pengajuan klaim beserta kelengkapannya. d). Perusahaan Asuransi melaksanakan pembayaran klaim selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari kerja sejak tanggal surat persetujuan (konfirmasi) klaim. e). Pembayaran klaim dilaksanakan dengan pemindahbukuan ke rekening Kelompok Tani, yang selanjutnya akan menarik dana klaim tersebut dan membagikannya kepada masing-masing petani yang berhak atas santunan.

Penyunting : Ir. Ali Bosar Harahap. MM
Email : ali_bosarharahap@yahoo.co.id
Sumber :DirektoratPembiayaan,2012. Uji Coba Asuransi Usaha tani Padi (AUTP), Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian.

Lampiran :

Tanggal Artikel : 06-11-2014

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Manfaat Dan Beberapa Persyarataan Dalam Sistem Resi Gudang (srg)
  2. Asuransi Usahatani Padi Antisipasi Kerugian Petani
  3. Kredit Usaha Rakyat (kur)
  4. Cara Mendapatkan Kartu Tani Yang Siap Untuk Menebus Pupuk Bersusidi Untuk Padi