Materi Penyuluhan >> Hortikultura >> Tanaman Buah >> Jeruk Keprok / Siam

Pengembangan Jeruk dengan Skala Usaha Komersial

Sumber Gambar: www.google.com

Kebun dengan skala usaha komersial merupakan kebun yang telah menerapkan teknologi budidaya dan pasca panen yang baik/modern dengan manajemen yang profesional. Luasan kebun skala komersial sangat relatif akan mampu memproduksi buah jeruk yang berkualitas dan kontiniu.. Di luar negeri, skala komersial suatu kebun jeruk dapat mencapai ratusan sampai ribuan hektar namun di Indonesia dengan luasan skala menengah dan skala besar, yang umumnya dalam wadah perusahaan. Kendala yang dihadapi dalam membangun kebun skala komersial antara lain perizinan, pertanahan, permodalan, teknologi, infrastruktur, SDM, dll.

Dalam mempersiapkan pembangunan kebun skala komersial, perlu melakukan studi, pengumpulan data, analisis, dan rekomendasi sebagai bahan penyusunan proposal awal. Proposal awal biasanya berisi hal-hal yang esensial untuk pembangunan kebun komersial seperti (1) pilihan komoditi/varietas yang sesuai dengan permintaan pasar, (2) lokasi kebun yang strategis dengan memperhitungkan ketersediaan lahan, jumlah pasar, dan aspek keamanan, (3) pasar dalam negeri yang paling ideal dengan mempelajari aturan yang berlaku di negeri tujuan, (4) paket teknologi mutahir yang akan diterapkan, (5) skala usaha yang ekonomis, dan (6) analisi untung rugi.

Untuk membangun kebun jeruk berskala komersial membutuhkan dana yang cukup banyak, terutama pada saat awal pembangunan kebun dan selama kebun belum berproduksi (selama kira-kira 3 tahun). Dana ini bisa dihimpun dari para investor kebun, baik dari luar maupun dalam negeri atau melalui pinjaman dari bank. Proposal harus mencakup sasaran, tujuan usaha, deskripsi wilayah, dampak sosial/ekonomi, cash flow, dan analisis finansial. Data/informasi lain yang lebih rinci di dalam proposal yaitu (1) jenis komoditas/varietas yang akan diusahakan, (2) luas lahan yang diperlukan dan lokasinya, (3) teknologi yang akan diterapkan, (4) kebutuhan alat, mesin, dan sarana produksi, (5) kebutuhan SDM, (6) tahapan kegiatan, dan (7) besarnya dana yang dibutuhkan.

Langkah-langkah operasional dalam implementasi proposal:
1. Membentuk Badan Usaha, untuk mengelola perkebunan yang berskala luas diperlukan perusahaan yang berbadan hukum. Selanjutnya langkah pertama yang harus dilakukan adalah (i) pendirian perusahaan (jika belum ada perusahaan yang mewadahi), (ii) rekrutmen tenaga inti, dan (iii) pengurusan segala kelengkapan administrasi perusahaan.
2. Perizinan, meliputi (i) izin tempat usaha, (ii) izin usaha (SIUP) dari Kementerian Perdagangan, (iii) izin prinsip pengarahan lahan dari Bupati, (iv) izin lokasi dari Bupati, (v) rekomendasi Dinas Pertanian, (vi) izin prinsip perkebunan dari Menteri Pertanian, dan (vii) AMDAL.
3. Pengadaan Lahan Usaha, meliputi pembebasan lahan dan pengurusan Hak Guna Usaha (HGU).
4. Kegiatan Operasional Lapang, antara lain (i) pembangunan Camp, (ii) rekrutmen tenaga teknis, (iii) land kliring dan land development, (iv) pengadaan alat dan mesin, (v) penyiapan bibit, (vi) pengadaan sarana produksi (pupuk, pestisida, dll), (vii) pelatihan tenaga lapangan, (viii) penyiapan tanam dan penanaman, (ix) pemeliharaan tanaman (pemupukan, pengendalian OPT, pengairan), dan (x) pembuatan dan perbaikan jalan usaha tani.
5. Pemasaran Hasil, meliputi (i) pengadaan sarana pasca panen (gudang, alat sortasi, peralatan pengemasan), (ii) sarana angkutan dalam dan luar kebun, dan (iii) modus pemasaran (penyerahan di gudang pembeli, pasar induk, ekspor).
6. Evaluasi dan Revisi Rencana. Dalam fase pelaksanaan tidak semua kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. Perbedaan kondisi lapangan, kenaikan upah buruh dan harga sarana produksi, wabah penyakit, dll sehingga sering kali menuntut diadakannya langkah penyesuaian pada areal tanam, komposisi tanaman, teknologi yang diterapkan, dan kebutuhan dana.

Dalam membangun kebun jeruk diperlukan dukungan dan kerjasama dengan berbagai unsur terkait. Instansi yang diharapkan mendukung dalam pengembangan kebun jeruk adalah Ditjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Kemeneg Koperasi dan UKM, Pemerintah Daerah, Atase Pertanian dan Kedutaan RI di luar negeri, Asosiasi Eksportir Hortikultura Indonesia, Perum Angkasa Pura, dll.

Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)
Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian

Tanggal Artikel : 05-09-2014

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pemupukan Tanaman Jeruk
  2. Manfaat Unsur Hara Makro Pada Tanaman Jeruk
  3. Manfaat Unsur Mikro Pada Tanaman Jeruk
  4. Pemangkasan Tanaman Jeruk