Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Serealia >> Kacang Tanah >> Budidaya

BUDIDAYA KACANG TANAH TANPA OLAH TANAH

Sumber Gambar: www.google.com
Kacang tanah dengan nama ilmiah Arachis hypogaea merupakan tanaman polong-polongan yang termasuk anggota family Fabaceae. Kacang tanah ini mengandung zat-zat yang penting bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, kacang tanah juga merupakan kacang-kacangan terpenting setelah kedelai. Kacang tanah kaya akan lemak; protein yang tinggi bahkan jauh lebih tinggi dari protein pada daging, telur dan kacang soya; zat besi; vitamin E; vitamin B kompleks; vitamin A dan K; fosforus; lesitin, kolin dan kalsium.
Kacang tanah juga mengandung bahan yang dapat membina ketahanan tubuh untuk mencegah beberapa macam penyakit. Mengkonsumsi satu ons kacang tanah lima kali seminggu dapat mencegah penyakit jantung. Kacang tanah bekerja meningkatkan kemampuan pompa jantung dan menurunkan resoki penyakit jantung koroner.Memakan segenggam kacang tanah setiap hari terutama pesakit kencing manis dapat membantu kekurangan zat. Selain itu banyak lagi manfaat kacang tanah bagi kesehatan tubuh seperti membantu meningkatkan kesuburan, membantu mengatur gula darah, membantu mencegah batu empedu, membantu tingkat kolesterol rendah, dan lain-lain.
Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan tepatnya adalah Brazillia, namun saat ini telah menyebar ke seluruh dunia yang beriklim tropis atau subtropis Masuknya kacang tanah ke Indonesia pada abad ke-17 diperkirakan karena dibawa oleh pedagang-pedagang Spanyol,Cina,atau Portugis sewaktu melakukan pelayarannya dari Meksiko ke Maluku setelah tahun 1597 Pada tahun 1863 Holle memasukkan Kacang Tanah dari Inggris dan pada tahun 1864 Scheffer memasukkan pula Kacang Tanah dari Mesir Republik Rakyat Cina dan India kini merupakan penghasil kacang tanah terbesar dunia.
A. SYARAT TUMBUH
Tumbuh baik pada ketinggian 0 - 500 m dpl. Struktur tanah gembur dan drainase baik. Keasaman (pH) tanah antara 6-6.5 Dalam masa pertumbuhan memerlukan cahaya matahari yang cukup. Tanaman yang masih muda membutuhkan air cukup untuk pertumbuhan dan setelah berumur 2,5 bulan pemberian air dikurangi. lklim yang dibutuhkan tanaman Kacang Tanah adalah bersuhu tinggi antara 25°C - 32°C, sedikit lembab ( rH 65 % - 75 % ), curah hujan 800 mm -1300 mm per tahun, tempat terbuka.
B. BENIH
Varietas unggul yang dianjurkan antara lain : Gajah, Macan, Banteng, Kidang, Tapir. Varietas-varietas ini tahan terhadap penyakit layu, karat dan bercak daun.
C. PENYIAPAN LAHAN
Lahan bekas penanaman padi tidak perlu diolah Buat saluran drainase berjarak 3-4 meter membujur searah dengan barisan tanaman. Lebar saluran 30 cm dan dalam 25 cm.
D. WAKTU TANAM
Penanaman dilaukan segera setelah panen padi, yaitu tidal kebih dari 7 hari setelah panen. Perlu diupayakan supaya penanaman tanaman dilakukan serentak pada suatu hamparan.
E. CARA TANAM
Biji ditugalkan dengan kedalaman 3 cm Jumlah biji per lobang : 2 butir Jarak tanam 40 x 20 cm atau 30 x 20 cm
F. PEMELIHARAAN
1. Pemupukan
Dosis pemupukan yang dianjurkan setiap hektar adalah : Urea= 50 kg, Sp-36 = 112,5 kg dan KCl = 50 kg. Pupuk diberikan pada umur 10-15 hari setelah tanam dengan cara ditebar pada larikan antara barisan. Semua pupuk diberikan sekaligus.
2. Pengairan
Tanaman kacang tanah perlu diari sampai umur 2,5 bulan, yaitu mulai dari fase berkecambah sampai dengan fase pengisian polong. Pemberian air dilakukan tiap 2 minggu sekali.
3. Penyiangan
Penyiangan dilakukan 2 kali. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 21 hari setelah tanam dan penyiangan kedua dilakukan pada umur 40 bari setelah tanam. Pada penyiangan kedua ini juga dilakukan pembumbunan yaitu tanah digemburkan kemudian ditimbun didekat pangkal batang tanaman. Pembumbunan bertujuan memudahkan bakal buah menembus permukaan tanah sehingga pertumbuhannya optimal.
4. Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama dan penyakit hendaknya dengan prinsip pengendalian terpadu.
Hama yang sering menyerang adalah :
a. Penggerek daun (Stomopteryx subsecivella)
b. Pengisap daun (Empoasca)
c. Kutu daun/Tungau (Tetranychus bimaculatus)
Penyakit yang sering menyerang :
d. Penyakit layu (Bacterial wilt)
e. Bercak daun (Leaf spot)
f. Sapu (Virus)
g. Mosail (Mozaik disease)
h. Cendawan akar (Sclerotical blight)
G. PANEN
Penentuan saat panen yang tepat harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk Kacang Tanah. Pedoman umum yang digunakan sebagai kriteria penentuan saat panen Kacang Tanah adalah sebagai berikut :
- Sebagian besar daun menguning dan gugur ( rontok ).
- Tanaman berumur 85 -110 hari tergantung,Varietasnya. -Sebagian besar polongnya ( 80 % ) telah tua. "
- Kulit polong cukup keras dan berwarna cokelat kehitam-hitaman.
- Kulit biji tipis dan mengkilap.
- Rongga polong telah berisi penuh dengan biji.
Panen dilakukan dengan mencabut batang tanaman secara hati-hati agar polongnya tidak tertinggal dalam tanah.
H. CARA PANEN
Pencabutan tanaman, lalu memetik polong (buahnya) terus bersihkan dan dijemur matahari, memilih bila diperlukan untuk benih dan seterusnya dilakukan penyimpanan, untuk konsumsi bisa di pasarkan langsung atau bisa langsung dibuat berbagai jenis produk makanan. Jumlah produksi panen yang normal dalam satuan luas, misalnya untuk lahan seluas satu hektar produksi normal berkisar antara 1,5-2,5 ton polong kering.
Sumber Bacaan :
www.deptan.go.id/teknologi/tp/tkctanah1.htm?
vianfadhullah.wordpress.com/2013/05/08/makalah-kacang-tanah/?
http://warintek.bantulkab.go.id/web.php?mod=basisdata&kat=1&sub=2&file=35
Sundari, SST (BBP2TP, Bogor)
Email:sunburase@yahoo.com

Tanggal Artikel : 12-12-2013

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Bertanam Kacang Tanah Di Musim Hujan
  2. Teknologi Budidaya Kacang Tanah
  3. Komponen Penting Dalan Budidaya Kacang Tanah
  4. Teknologi Peningkatan Produktivitas Kacang Tanah