Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Serealia >> Kacang Tanah >> Budidaya

BUDIDAYA KACANG TANAH ORGANIK

Sumber Gambar: www.google.com
Di Indonesia, kacang tanah merupakan tanaman yang paling banyak ditanam setelah padi, jagung dan kacang kedelai. Budidaya kacang tanah (Arachis hypogaea) biasanya diaplikasikan sebagai tanaman sela ataupun tumpang sari. Seperti tanaman leguminosa lainnya, kacang tanah sering digunakan petani untuk memperbaiki kandungan nitrogen dalam tanah. Tanaman ini memiliki bintil akar tempat hidup bakteri rhizobium yang bisa mengikat nitrogen dari udara.Budidaya kacang tanah cocok di daerah dengan curah hujan sedang. Curah hujan yang terlalu tinggi menyebabkan bunga sulit diserbuki dan zona perakaran terlalu lembab sehingga menyuburkan pertumbuhan jamur dan penyakit yang menyerang buah. Penyinaran matahari penuh dibutuhkan saat perkembangan daun dan pembesaran buah. Budidaya kacang tanah idealnya berada di ketinggian 50-500 meter dari permukaan laut. Namun, tanaman ini bisa beradaptasi hingga ketinggian 1500 meter.
A. PEMANFAATAN
Biji kacang tanah banyak mengandung minyak (50% bobot kering biji) sehingga banyak diusahakan untuk dibuat minyak kacang. Kacangtanah juga banyak digunakan untuk membuat mentega kacang (pindakas)
B. PEMILIHAN BENIH
Benih kacang tanah didapatkan dari kacang yang dibiarkan sampai tua, kira-kira 100 hari. Buah yang siap dijadikan benih warnanya kehitaman dan apabila dibuka tidak memiliki selaput pada bagian dalam cangkang. Setelah benih dipanen, sortasi terlebih dahulu kemudian jemur selama 4-5 hari. Untuk menjaga kualitasnya, benih kacang tanah sebaiknya disimpan selama 3-6 bulan saja. Cangkang kacang sebaiknya tidak dikupas selama masa penyimpanan. Buka cangkang hanya apabila benih akan digunakan. Benih yang paling baik untuk ditanam adalah benih yang baru. Benih kacang tanah tidak memiliki masa dormansi sehingga mudah tumbuh jikka terlambat dipanen.
C. PENGOLAHAN TANAH DALAM BUDIDAYA KACANG TANAH ORGANIK
Untuk mendapat hasil maksimal, tanah tempat budidaya kacang tanah harus digemburkan terlebih dahulu dengan dibajak hingga menjadi butiran halus. Kemudian tambahkan kapur sebanyak 2 ton per hektar. Campurkan secara merata dengan tanah yang telah dibajak, diamkan selama 2 hari. Gunakan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos sebagai pupuk dasar. Apabila tersedia, gunakan campuran pupuk kandang dari kotoran ayam dengan kotoran kambing atau sapi. Campurkan dengan tanah secara merata. Budidaya kacang tanah bisa dilakukan dengan bedengan atau tanpa bedengan. Bedengan diperlukan apabila lahan yang digunakan rawan tergenang air. Drainase yang baik diperlukan untuk menjaga kesehatan tanaman. Penanaman kacang tanah dilakukan dengan cara ditugal dengan jarak tanam 25×25 cm. Isi setiap lubang dengan satu butir benih. Diperlukan sekitar 50 kg benih untuk satu hektar luasan tanam. Setelah benih ditanam, siram setiap pagi dan sore. Kacang tanah akan berkecambah setelah 4-7 hari.

D. PEMELIHARAAN
Pertumbuhan kacang tanah relatif lambat. Penutupan tajuk tanaman kacang tanah terjadi sekitar 8 minggu sejak tanam. Oleh karena itu sebaiknya gulma dikendalikan agar persaingan tanaman dengan gulma dalam perolehan unsur hara seminimum mungkin. Salah satu bentuk pengendaliannya dengan penyiangan. Penyiangan dilakukan minimal 2 kali, yaitu saat tanaman berumur 2 minggu dan 4 minggu.
Kacang tanah mulai berbunga pada umur 20 hari dan berlanjut hingga umur 75 hari. Hanya bunga yang keluar diatas umur 30 hari yang akan menjadi polong. Setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan, akan tumbuh ginofor atau bakan buah pada hari ke-3 sampai ke-4. Kemudian ginofor tersebut akan menuju dan menembus tanah untuk membentuk polong.
Perawatan yang diperlukan pada saat tanaman berbunga antara lain, pemberian pupuk tambahan. Sebaiknya tambahkan pupuk yang banyak mengandung posfor, supaya buahnya bagus dan banyak. Selain itu, lakukan penyiangan dan pembubunan tanah sehingga menutupi akar, batang dan daun bagian bawahnya. Hal ini bertujuan untuk memperbanyak biji.
Beberapa hama yang biasanya menyerang tanaman kacang tanah antara lain uret (pemakan akar), ulat penggulung daun, ulat grayak, dan ulat jengkal. Sedangkan, jenis penyakit yang sering dijumpai adalah penyakit layu, sapu setan, bercak daun, gapong, sklerotium, dan penyakit karat. Pengendalian hama dan penyakit tersebut adalah dengan melakukan olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman. Tanaman berpenyakit dicabut, dibuang dan dimusnahkan, sanitasi lingkungan dan menanam varietas tanaman yang tahan penyakit.
E. PANEN DAN PASCA PANEN
Kacang tanah dipanen jika 70% polong telah mengeras, berwarna agak gelap, kulit polong terlihat berurat, dan pada bagian dalam polong berwarna agak gelap. Waktu panen perlu diperhatikan. Jika terlalu cepat, akan terlalu banyak polong yang belum cukup terisi (polong cipo). Sebaliknya, panen yang terlalu lambat akan banyak polong terlepas dari tanaman karena tangkai ginofor hanya berumur 10-12 minggu. Selain itu, lahan tidak boleh terlalu basah karena memungkinkan kacang tanah untuk berkecambah. Pemanenan dilakukan dengan cara dicabut atau dibantu dengan garpu. Setelah dicabut, bagian atas tanaman dipotong dan disisakan sekitar 10 cm. Sisa brangkasan sebaiknya dikembalikan kelahan sebagai pupuk hijau.
Polong yang bernas dilepas satu persatu secara manual atau menggunakan mesin perontok khusus kacang tanah. Polong kemudian dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa-sisa tanah yang melekat di kulit polong. setelah bersih, dilakukan pemilahan. Polong yang pecah, biji berkecambah, busuk dan rusak dibuang. Selanjutnya, polong segera dikeringkan. Membiarkan polong dalam kondisi basah lebih dari 24 jam menyebabkan polong berlendir, mudah terinfeksi jamur Aspergillus flavus dan terkontaminasi aflatoksin yang menyebabkan kacang menjadi pahit dan beraroma tengik. Polong dikeringkan dengan cara dijemur atau dengan menggunakan mesin pengering. Jika polong berbunyi saat diguncang-guncang, artinya polong telah cukup kering (kadar air 12 - 14%). Kacang tanah yang telah ditaburi kapur tohor aman disimpan dalam jangka waktu lama tanpa banyak mengalami penurunan mutu atau daya kecambah.
Sundari, SST (BBP2TP, Bogor), Email:sunburase@yahoo.com

Penulis Koordinator Subsektor

 

Sumber :
www.alamtani.com/budidaya- Kacangtanah -organik.html?
Purwono,MS.Ir, Heni Purnamawati,M.sc.Agr,Ir :" Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul, Jakarta 2010
Kementerian Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, "Teknologi Produksi Kedelai, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubikayu, dan Ubi jalar. Malang 2011

Tanggal Artikel : 12-12-2013

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Budidaya Kacang Tanah Tanpa Olah Tanah
  2. Bertanam Kacang Tanah Di Musim Hujan
  3. Teknologi Budidaya Kacang Tanah
  4. Komponen Penting Dalan Budidaya Kacang Tanah