Materi Penyuluhan >> Sumber Daya Manusia

MEWUJUDKAN KELOMPOK TANI KUAT DAN MANDIRI

Sumber Gambar: google.com

Kelompok tani kuat dan mandiri dapat diwujudkan oleh anggota, pengurus dan penyuluh pertanian secara partisipatif. Artinya penyuluh pertanian aktif mengajari dan petani aktif belajar serta menerapkan materi. Dalam lampiran I Permentan No. 273/Kpts/OT. 160/2/2007 tentang pedoman pembinaan kelembagaan petani, pengertian kelompok tani adalah kumpulan 20 - 25 petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Dengan demikian kelompok tani yang telah dibentuk harus berkembang, salah satunya menguatkan kelompok tani yang kuat dan mandiri yang dicirikan antara lain :
Melaksanakan pertemuan/rapat anggota atau rapat pengurus yang diselenggarakan secara berkala dan berkesinambungan :
a. Mempunyai rencana kerja kelompok secara bersama dan dilaksanakan oleh para pelaksana sesuai dengan kesepakatan bersama dan setiap kahir pelkaksanaan dilakukan evaluasi secara partisipatif
b. Memilih aturan/norma yang disepakati bersama
c. Memiliki pencatatan/pengadministrasian organisasi yang rapih
d. Mempu memfasilitasi kegiatan-kegiatan usaha bersama disektor hulu dan hilir]mampu memfasilitasi usaha tani secara komersial dan berorientasi pasar
e. Sebaai sumber serta pelayanan informasi dan teknologi untuk usaha para petani umumnya dan anggota kelompok tani khususnya
f. Menjalin kerjasama antara kelompok tani dengan pihak lain
g. Menghimpun dana pemupukan modal usaha baik iuran anggota maupun penyisihan hasil usaha/kegiatan kelompok.
Mewujudkan kelompok tani melaksanakan pertemuan rutin/berkala secara baik pertemuan berkala kelompok tani sebaiknya ada 2 macam yaitu pertemuan pengurus kelompok. Pertemuan kelompok dilaksanakan kelompok tani dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Dilaksanakan rutin setiap 2 minggu sekali ditempat dan waktu yang telah disekapakati.
b. Minimal dihadiri oleh semua anggota dan pengurus kelompok tani
c. Pertemuan dipimpin oleh ketua kelompok, sedangkan penyuluh pertanian berperan sebagai fasilitator. Apabila sudah berjalan lebih dari satu tahun, sebaiknya pertemuan dipimpin oleh anggota secara bergiliran agar anggota belajar memimpin, anggota aktif dan mengembangkan jiwa kepemimpinan petani. Tanggung jawab pelaksanaan pertemuan tetap oleh ketua kelompok tani, bila ada kekurangan segera diluruskan oleh ketua.
d. Agenda pokok pertemuan kelompok antara lain :
1. Pertema kali kelompok tani pertemuan dapat dipimpin oleh penyuluh pertanian dan menjelaskan tentang 9 ciri kelompoktani yang kuat dan mandiri dan fungsi kelompok sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unti produksi. Dijelaskan pula bahwa kelompoktani ini akan mewujudkan 9 ciri dan fungsi kelompok tersebut agar bermanfaat bagi semua anggota.
2. Laporan pengurus kelompok tani
3. Penyampaian materi penyuluhan oleh penyuluh/anggota/pengurus/pihak lain
4. Diskusi dan saran-saran dari anggota
5. Kesepakatan-kesepakatan
6. Dan lain-lain
e. Adanya peran serta aktif seluruh peseerta pertemuan yang hadir. Semua yang hadir mendapat kesempatan berbicara, tidak ada dominasi (monopoli pembicaraan) dari seseorang atau beberapa orang saja.
f. Setiap pertemuan harus ada daftar hadir dan catatan hasil pertemuan (notulen pertemuan) tentang : waktu, tempat, kehadiran, hal-hal yang dibahas, kesimpulan dan saran-saran, hal-hal yang harus dilakukan setelah pertemuan sampai pertemuan mendatang atau disebut rencana tindak lanjut (RTL).
Sedangkan pertemuan pengurus kelompok dilaksanakan setiap kelompok tani dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Dilaksanakan dengan kesepakatan semua anggota
b. Pelaksanaannya dapat secara rutin 2 minggu sekali atau sebulan sekali atau menurut kebutuhan masing-masingkelompok tani dan sebaiknya pada waktu sebelum pertemuan kelompok dilaksanakan
c. Minimal dihadiri oleh pengurus kelompok tani. Semua pengurus wajib hadir dan angggota tidak diwajibkan hadir kecuali diperlukan
d. Dipimpin oleh ketua kelompok tani
e. Agenda pokok pertemuan antara lain:
1. Memantau kegiatan kelompok tani yang telah dilakukan
2. Pertanggung jawaban/laporan setiap pengurus dalam melaksanakan tugasnya
3. Membahas dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi kelompok tani (sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi)
4. Menyepakati hal - hal yang akan disampaikan kepada anggota pada pertemuan kelompok
5. Menyimpulkan hasil pertemuan dan menetapkan hal-hal yang harus dilakukan oleh setiap pengurus
f. Adanya peran aktif seluruh peserta pertemuan yang hadir. Semua yang hadir mendapat kesempatan berbicara, tidak ada dominasi (monopoli pembicaraan) dari seseorang atau beberapa orang saja.
g. Setiap pertemuan harus ada daftar hadir dan catatan hasil pertemuan (notulen pertemuan) tentang : waktu, tempat, kehadiran, hal-hal yang dibahas dan kesimpulan.

Mewujudkan kelompok tani mempunyai rencana kerja dan dilaksanakan dengan baik sesuai lampiran 2 Permentan No. 273/Kpts/OT. 160/2/2007, rencana kerja kelompok tani berupa rencana definitif kelompok (RDK) yaitu rencanakegiatan kelompok tani untuk I (satu) tahun yang berisi rincian kegiatan dan kesepakatan bersama dalam pengelolaan usaha tani.
(Ir. Amirudin Aidin Beng, MM. Sumber : Ir. Wanirwati, P3TIP FEATI Konawe)


Tanggal Artikel : 30-05-2013

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Petani Perlu Mampu Adakan Negosiasi Menjalin Kemitraan
  2. Studi Kelayakan Usaha
  3. Dengan Berkelompok Petani Mudah Memanfaatkan Sistem Resi Gudang
  4. Organisasi Penyelenggara Program P2bn