Materi Penyuluhan >> Sumber Daya Manusia

JATI DIRI DALAM KEPEMIMPINAN

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi
Kepemimpinan yang dibangun atas kekuatan berfikir dengan kebiasaan yang produktif yang dilandasi oleh kekuatan moral berarti ia memiliki integritas untuk bersikap dan berperilaku sehingga ia mampu memberikan keteladanan untuk mempengaruhi orang lain untuk melakukan perubahan yang terkait dengan proses berfikir. Oleh karena itu orang yang memiliki kepemimpinan yang mampu menerapkan arti dan makna integritas berarti ia meyakini benar bahwa jika hanya orang yang kuat yang dapat bertahan dan keinginan menghambat kemajuan orang, menjadi kaum penjilat, bermuka dua, tidak akan menjadi orang yang mampu mengikut perubahan ?

Dengan pemikiran diatas, maka " integritas' menjadi kunci kepemimpinan" bagaimana ia membuat keputusan yang benar pada waktu yang benar" dalam bersikap dan berperilaku karena disitulah terletak pondasi dalam membangun kepercayaan dan hubungan antara individu dalam organisasi. Dimana kita memperhatikan legalitas dan prosedur yang harus ditempuh, namun yang lebih penting integritas seseorang dapat menuntun mana yang jujur dan yang tidak jujur yang tidak mudah dikacaukan hal-hal yang bersifat normal tapi dapat menyesatkan.

Jadi kepemimpinan yang memiliki integritas,maka ia menyadari benar bahwa rimba hukum memang tidak pernah jelas, itu tidak berarti ia akan mempergunakan dengan dalih kekuasaan untuk ikut bermain dalam arena tersebut, karena ia akan menolak untuk ikut serta dalam persaingan yang tidak sehat, walaupun hal itu merupakan tugas yang akan dilkasanakannya. Oleh karena ia bersikap dan berperilaku tidak akan melepaskan diri dari membuat suatu keputusan yang adil dan obyektif.jadi dengan integritas itu ia memiliki manajemen intuitif untuk mengintegrasikan otak kanan dan kiri dengan hati sebagai keterampilan manajemen abad baru.

Kepemimpinan yang konsisten menunjukan keteladanan dalam mempengaruhi orang lain berarti memberikan daya dorong untuk memotivasi dirinya dalam membangun integritas, yang secara tak langsung mendorong orang lain untuk memahami secara mendalam prinsip dalam menumbuh kembangkan integritas yang kita sebut dengan prinsip pertama adalah menumbuh kembangkan kepercayaan dan keyakinan dalam merubah kesadaran inderawi ke tingkat yang lebih baik; pronsip kedua adalah memberi saling menghormati dan menghargai orang lain;prinsip ketiga adalah memiliki kemampuan dalam kedewasaan rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.
Untuk menegakan prinsip integritas diatas, maka setiap individu harus memahami makna dan arti integritas yang dapat diaplikasikan dalam kehidupannya. Cara mendorong orang untuk menggerakan kekuatan pikiran dengan memahami dari unsur huruf menjadi kata bermakna sebagai suatu pendekatan untuk memotivasi diri dalam membangun kepercayaan dan keyakinan sebagai titik tolak agar ia mampu berbuat sesuatu untuk kemajuan dirinya, untuk apa dia mengikat diri ke dalam suatu organisasi.

Integritas dapat dipahami dari makna huruf menjadi kata bermakna yaitu (I)krar, (N)iat, (T)abiat, (E)mosional, G()una, (R)asional, (I)hsan, (T)awakal, (A)manah, (S)abar. Jadi bila kata tersebut disusun dalam sebuah untaian kalimat yang bermakna, maka pemahaman integritas adalah manusia secara sadar membuak (I)krar dengan menmbangun (N)iat sebagai keinginannya secara iklas untuk meningkatkan kedewasaan (E)mosional agar memberi (G)una kedalam pikiran (R)asional dengan berbuat (I)hsan bakal memperoleh kebaikan duniawi yang berlandaskan dengan (T)aqwa, (A)manah dan (S)abar, untuk bersikap dan berperilaku.

Dengan pemahaman itu diharapkan menjadi daya dorong untuk bersikap dan berperilaku bahwa"dapatkah kepemimpinan anda dan pengikutnya mencapai keberhasilan untuk tetap memiliki "integritas" dalam usaha-usaha menbangun budaya organisasi yang kuat sebagai wahana untuk melaksanakan transformasi dalam perubahan sikap dan perilaku untuk mengikat diri kita bersama dan membangkitkan jiwa kepuasan di dalam diri kita. Jadi integritas menjadi penuntun dan wasit agar kita aka konsisten sehingga keyakinan kita dicerminkan oleh perbuatan kita, yang akan menunjukan bahwa tidak akan ada perbedaan antara apa yang kelihatan dan apa yang diketahuo lingkungan kita tentang diri kita, apakah berada dalam saat berkuasa atau tidak berkuasa.

Jadi integritas bukan hanya penuntun da wasit antara dua keinginan yang kita sebut dengan"orang yang bahagia dan jiwa yang terbagi" dengan pemahaman integritas dari sudut kata yang bermakna yang telah kita kemukakan di atas, maka membebaskan kita untuk menjadi diri yang utuh tidak peduli apa yang akan datang kepada kita. Sehingga tingkat kedewasaan kita akan menunjukan"kalau apa yang saya katakan dan apa yang saya lakukan sama, hasilnya konsisten dalam bersikap dan berperilaku.

Apa yang dapat saya lakukan hari ini. Adalah menjawab, apakah saya bangga dengan integritas dalam kepemimpinan daya ? jika tidak, adakah kesadaran anda untuk berusaha mengetahuinya? Cobalah renungkan kembali dengan kepemimpinan anda untuk melihat apa yang terjadi disekeliling anda yang terkait dengan pemahaman makna dan arti integritas ke dalam organisasi yang akan memperlihatkan apa - apa dari setiap antar individu yang sesungguhnya begitu penting, sehingga integritas juga akan menggambarkan citra orang lain memandang individu anda dalam organisasi.

Jadi menumbuhkembangkan integritas begitu penting dalam suatu organisasi kerena ia dapat menjadi penuntun dan wasit untuk membina kepercayaan dan keyakinan, meluruskan arti penting dalam merumuskan standar yang tinggi, landasan nilai yang sangat mempengaruhi, mendorong terbentuknya reputasi dan citra, mendorong untuk lebih menghayati sendiri sebelum mempoengaruhi orang lain, mendorong orang untuk mencapai prestasi sesuai dengan kemampuan sendiri, mendorong orang lain untuk lebih mempercayai kepemimpinan yang mampu memberikan keteladanan.
(Ir. Amirudin Aidin Beng, MM. Sumber : Nihdar Haya, Buletin Dedikasi Vol.6 No. 03 Tahun 2011)


Tanggal Artikel : 17-05-2013

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Mewujudkan Kelompok Tani Kuat Dan Mandiri
  2. Petani Perlu Mampu Adakan Negosiasi Menjalin Kemitraan
  3. Studi Kelayakan Usaha
  4. Dengan Berkelompok Petani Mudah Memanfaatkan Sistem Resi Gudang