Materi Penyuluhan >> Hortikultura >> Tanaman Buah >> Pisang

Teknologi Pengelolaan Lahan Alang-Alang Untuk Kebun Pisang

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki lahan kering yang cukup luas mencapai + 1,7 juta hektar. Dari total lahan kering di NTB, sebesar 9,1% berada di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Lahan
kering ini belum banyak digarap oleh masyarakat/petani, sehingga banyak ditumbuhi alang-alang. Berdasarkan kondisi demikian diupayakan suatu cara untuk merubah lahan alang-alang menjadi kebun pisang yang komersial, agar lebih bermanfaat bagi petani, juga berpengaruh positif terhadap kondisi tanah dan lingkungan. Teknologi pengelolaan lahan alang-alang dirancang dengan pengendalian gulma alang-alang secara fisik/mekanik melalui pengolahan tanah. Pemilihan komoditi pisang pada lahan bekas alang-alang tersebut karena pisang memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap kekeringan. Disamping itu pisang juga memiliki peluang pasar yang cukup tinggi, dan permintaan konsumen cukup banyak.

Di NTB, tanaman pisang pada umumnya masih dibudidayakan sebagai tanaman pekarangan atau sambilan. Pemeliharaan tanaman pisang yang diikuti pemanfaataan lahan sekitar dengan tanaman sela secara lebih intensif, dapat meningkatkan pendapatan petani secara lumintu 57% lebih tinggi dari petani pada umumnya. Waktu berbuah pisang yang tidak tergantung musim berpeluang untuk panen sepanjang masa sehingga dapat memenuhi kontinuitas permintaan pasar.

Dari hasil analisa usaha yang dilakukan, keuntungan usahatani pisang di Sambelia dengan pola tanam kebun monokultur mencapai rata-rata Rp 28.265.372/ha/tahun, dengan R/C sebesar 8,60. Komoditas pisang mempunyai keunggulan kompetitif dibandingkan dengan komoditas lain yang diusahakan di lahan kering seperti jagung (R/C=1,57) dan kelapa (R/C=2,84). Kendala dalam usahatani pisang di Kabupaten Lombok Timur antara lain kendala hama penyakit dan ketersediaan bibit bermutu, serta permodalan.

Teknologi pengelolaan lahan alang-alang dan budidaya pisang pisang yang dilakukan BPTP NTB di Lombok Timur berdampak pada penambahan areal pisang seluas 250 ha, dengan dampak pendapatan wilayah sebesar Rp 7 milyar/tahun dan tingkat pengembalian investasi (ROI riset) sebesar 74. Berdasarkan kesesuaian lahannya, daerah pengembangan pisang di Kabupaten Lombok Timur berada di 4 kecamatan yaitu Sukamulia, Pringgabaya, Labuhan Haji dan Sambelia. Dukungan Pemerintah Daerah Lombok Timur dalam pengembangan pisang antara lain, melalui kebijakan pengembangan areal pisang dan bantuan alat pertanian.


Sumber : B. Ratna Ernawati, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat. 100 inovasi pertanian spesifik lokasi

Tanggal Artikel : 11-01-2012

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Peran Penyuluh Dalam Peningkatan Pendapatan Petani Pisang Mas Melalui Teknologi Dan Informasi Pertanian
  2. Manfaat Tanaman Pisang
  3. Penyiapan Bibit Pisang Anakan Dan Bonggol
  4. Jenis Pisang Unggulan Yang Banyak Dicari Oleh Pasar Internasional