Materi Penyuluhan >> Hortikultura >> Tanaman Buah >> Pisang

Teknologi Pengolahan Tepung Pisang

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Pisang (Musa paradisiaca) adalah salah satu komoditas hortikultura yang berpeluang sangat tinggi sebagai bahan diversifikasi pangan, food security dan agribisnis di Indonesia. Potensi ini bukan saja karena karbohidrat, nutrisi, mineral dan kandungan seratnya yang sangat memenuhi persyaratan sebagai komoditi pangan dan makanan diet tetapi juga permasalahan yang timbul pada saat panen raya dimana jumlah pisang melimpah dan menumpuk terutama di sentra produksi pisang seperti di Propinsi Lampung. Pengolahan pisang menjadi tepung merupakan alternatif diversifikasi komoditas pisang dalam mengantisipasi hal tersebut dan mengurangi ketergantungan terhadap terigu serta produk berbahan baku beras.

Proses Pembuatan tepung Pisang bertujuan untuk mengatasi pencoklatan pada tepung pisang, dilakukan dengan konsentrasi 0,1%, 0,2% dan 0,3% dan formula terbaik diaplikasikan pada 4 macam pisang (pisang janten, pisang kepok manado, pisang muli dan pisang raja nangka) . Hasil uji organoleptik dan analisis kimia untuk formula terbaik pengolahan tepung pisang adalah perendaman dalam 0,3% sodium metabisulfit dengan tingkat kesukaan terhadap warna (53,33%), kesukaan terhadap tekstur (53,33%) dan kesukaan terhadap aroma tepung pisang (26,67%). Hasil analisis rendemen terhadap 4 jenis pisang menunjukkan bahwa pisang janten memberikan rendemen tertinggi dengan kisaran 35-36% diikuti oleh pisang raja nangka (20-21%).

Hasil analisis uji organoleptik dari 4 jenis pisang yang diuji menunjukkan bahwa pisang raja nangka mempunyai warna, tekstur, dan aroma yang paling disukai dibandingkan dengan jenis pisang lainnya dengan skor warna 5,92 ; tekstur 5,69 dan aroma 5,31. Berdasarkan pertimbangan beberapa aspek seperti rendemen, total gula, preferensi kesukaan konsumen, ketersediaan bahan baku dan analisis usaha, maka pisang terbaik untuk diolah menjadi tepung di Lampung adalah pisang raja nangka.

Teknologi pengolahan pisang raja nangka menjadi tepung pisang dapat meningkatkan nilai tambah >15% dengan B/C ratio sebesar 1,32, sehingga usaha ini layak untuk dikembangkan.


Sumber : Alvi Yani, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Selatan, 100 inovasi pertanian spesifik lokasi

Tanggal Artikel : 09-01-2012

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Teknologi Pengolahan Tepung Pisang
  2. Teknologi Pengelolaan Lahan Alang-alang Untuk Kebun Pisang
  3. Peran Penyuluh Dalam Peningkatan Pendapatan Petani Pisang Mas Melalui Teknologi Dan Informasi Pertanian
  4. Manfaat Tanaman Pisang