Materi Penyuluhan >> Sumber Daya Manusia >> Penyuluh

Penyuluhan sebagai proses belajar dan perubahan perilaku

Sumber Gambar:
Penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
 

Penyuluhan sebagai proses belajar diartikan bahwa kegiatan penyebarluasan informasi dan penjelasan yang diberikan dapat merangsang terjadinya proses perubahan perilaku yang dilakukan melalui kegiatan belajar. Artinya, perubahan perilaku yang terjadi/ berlangsung karena melalui proses belajar. Sebagai kegiatan pendidikan, penyuluhan pertanian adalah upaya untuk membantu menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif bagi pelaku utama dan keluarganya serta pelaku usaha.
Kegiatan penyuluhan sering dikacaukan dengan kegiatan penerangan. Penerangan bersifat searah dan pasif. Tetapi penyuluhan adalah proses aktif yang memerlukan interaksi antara penyuluh dan yang disuluh, agar terbangun proses belajar dan perubahan perilaku yang merupakan perwujudan dari pengetahuan, sikap dan ketrampilan seseorang.

 

Tujuan pembelajaran digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu : 1) pengetahuan dan informasi atau kognitif, 2) sikap dan apresiasi atau affektif, dan 3) ketrampilan dan performansi atau psikomotorik .
Kemampuan kognitif menyangkut kemampuan daya nalar atau pikir seseorang, dengan bertambahnya pengetahuan dan informasi, kemampuan afektif yang meliputi aspek minat, respon, semangat, jiwa kejuangan yang berkaitan dengan tata nilai/ norma dan psikomotorik , tindakan nyata yang ditampilkan dalam kesehariannya sebagai perwujudan perilaku dan cerminan kognisi dan sikapnya.
Penguasaan ketrampilan dapat menimbulkan perubahan sikap. Demikian juga dengan bertambahnya pengetahuan dapat menumbuhkan sikap yang baik terhadap materi belajar dan proses belajar.

 

Penyuluhan tidak boleh hanya berhenti pada penyebarluasan informasi/ inovasi dan penjelasan kepada petani atau penerangan, tetapi harus dilakukan terus menerus sampai terjadinya perubahan perilaku yang ditandai petani tersebut mau menerapkan dan secara mandiri mau berswadaya membiayai.

Perubahan perilaku tidak terbatas atau terhenti setelah masyarakat mengadopsi (menerima, menerapkan, mengikuti) informasi/ inovasi yang disampaikan, tetapi juga termasuk untuk selalu siap melakukan perubahan-perubahan terhadap inovasi yang sudah diyakininya terutama yang dapat meningkatkan kesejahteraannya.,

 

Perubahan perilaku melalui pendidikan/ proses belajar berlangsung lebih lama, tetapi perubahannya relatif lebih kekal. Perubahan perilaku itu, baru akan berubah jika ada inovasi baru yang mempunyai keunggulan-keunggulan yang lebih baik yang memberikan nilai tambah ekonomi lebih. Lain halnya dengan perubahan perilaku melalui bujukan, pemberian insentif/ hadiah bahkan paksaan yang dapat terjadi dalam waktu singkat, tetapi lebih cepat berubah manakala bujukan/hadiah / paksaan dihentikan. Saat ini inovasi teknologi dapat diadopsi jika dibuktikan hasilnya berdasarkan hasil pengkajian lokal yang menjadi dasar pengembangan materi penyuluhan. Pengkajian lokal itu sendiri haruslah memiliki kaitandengan kebutuhan dan harapan petani.dalam memecahkan masalahnya.

Penyuluhan sebagai proses belajar dan perubahan perilaku tidak berlangsung vertikal yang lebih bersifat menggurui tetapi merupakan pendidikan orang dewasa yang berlangsung horizontal dan mitra kerja yang lebih partisipatif.

 

Keberhasilan penyuluhan tidak diukur dari berapa banyak ajaran yang disampaikan, tetapi seberapa jauh terjadi proses belajar bersama (dari, oleh dan untuk petani) dari pengalaman belajar ( lesson learned) , yang mampu menumbuhkan kesadaran (sikap), pengetahuan dan ketrampilan baru sehingga mampu mengubah perilaku kelompok sasaran ke arah kehidupan yang lebih mensejahterakan setiap invidu, keluarga dan masyarakat.

Penulis : Asia ( Penyuluh BPPSDMP)
Sumber : Totok Mardikanto. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian.


Tanggal Artikel : 28-03-2011

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Alat Peraga Dalam Penyuluhan Pertanian
  2. Interaksi Sosial Sebagai Dasar Proses Sosial
  3. Konsepsi Pemberdayaan
  4. Manajemen Sumber Daya Manusia