Materi Penyuluhan >> Sumber Daya Manusia >> Penyuluh

Penyuluhan Pertanian Sebagai Proses Pemberdayaan

Sumber Gambar:
Pemberdayaan masyarakat, merupakan ungkapan lain dari tujuan penyuluhan pertanian, yang diartikan sebagai upaya untuk memberikan daya atau kekuatan kepada masyarakat untuk mengembangkan masyarakat petani menjadi sumberdaya manusia yang mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri, tidak bergantung pada belas kasih pihak lain.
 

Tujuan utama penyuluhan yaitu terciptanya better farming, better bussines dan better living .
Penyuluhan sebagai proses pemberdayaan, akan menghasilkan masyarakat yang dinamis dan progresif secara berkelanjutan. Melalui penyuluhan, masyarakat petani penerima manfaat mendapatkan alternatif sehingga diharapkan mampu memilih alternatif yang terbaik bagi dirinya dalam membangun dirinya sendiri. Masyarakat difasilitasi agar memiliki posisi tawar , dapat mengambil keputusan, dapat mempercepat terjadinya perubahan-perubahan sosial ekonomi sehingga mereka dapat meningkatkan taraf hidupnya. Selain itu memfasilitasi masyarakat dalam mengadopsi teknik produksi dan pemasaran untuk peningkatan pendapatannya.

 

Tugas Penyuluhan tidak lagi terbatas untuk mengubah perilaku masyarakat bawah, tetapi juga untuk meningkatkan interaksi antar stakeholder lainnya agar mereka mampu mengoptimalkan aksesibilitasnya dengan informasi dan membentuk jaringan terutama dalam bidang usaha yang sama untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat agar mereka mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Penyuluhan sebagai proses pemberdayaan masyarakat merupakan proses pemandirian masyarakat. Pemandirian bukanlah menggurui tapi menumbuhkan partisipasi atau peran serta aktif dari semua pihak yang akan menerima manfaat penyuluhan terutama dari masyarakat petani. Yang hakekatnya adalah meningkatkan kemampuan, mendorong kemauan dan keberanian serta memberikan kesempatan bagi upaya-upaya masyarakat tanpa dukungan pihak luar mengembangkan kemandiriannya demi terwujudnya perbaikan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Kegiatan penyuluhan dalam proses pemberdayaan masyarakat dilakukan bukan hanya terbatas dalam bentuk pengembangan kegiatan usaha yang produktif untuk peningkatan pendapatan, tapi juga diperlukan advokasi hukum/ kebijakan dan pemberian legitimasi inovasi teknologi atau ide-ide perubahan serta pengembangan oraganisasi masyarakat tani untuk pengembangan usaha agribisnis yang akan ditawarkan melalui kegiatan penyuluhan.
Kegiatan penyuluhan pertanian sebagai proses pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya berbicara tentang inovasi teknis, perbaikan manajemen dan efisiensi usaha tetapi juga mampu dan berani menyuarakan hak-hak petani dan pemangku kepentingan yang lain. Oleh karena itu ide-ide atau program dan kegiatan penyuluhan yang akan ditawarkan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat harus mampu mengakomodasikan kepentingan pelaku utama dan pelaku bisnis.

 

Aspek-aspek pemberdayaan masyarakat meliputi pemberdayaan masyarakat petani, berupa peningkatan kapasitas mengarah pada peningkatan kemampuan petani, pemberdayaan kelembagaan petani dengan pengembangan jejaring dan kemitraan kerja serta pemberdayaan usaha masyarakat tani, yang mengarah ke usaha bisnis.

Unsur pemberdayaan masyarakat meliputi : aksesibilitas informasi teknologi , keterlibatan / partisipasi pelaku utama dalam pembangunan, kapasitas organisasi berupa kemampuan bekerjasama, mengorganisir warga masyarakat serta mobilisasi sumberdaya untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

 

Untuk mencapai tujuan pemberdayaan masyarakat, perlu ditempuh dengan : 1) menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang, 2) upaya membangun sumberdaya/ potensi yang ada, dengan mendorong , memberikan motivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki serta berupaya untuk mengembangkannya. 3) memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat.
Dalam mencapai tujuan pemberdayaan masyarakat diperlukan langkah- langkah penyediaan berbagai masukan (input), serta pembukaan akses kepada berbagai peluang yang akan membuat masyarakat menjadi berdaya memanfaatkan peluang.
Selain itu pemberdayaan juga mengandung arti Melindungi, sehingga dalam proses pemberdayaan harus dicegah yang lemah tidak menjadi lebih lemah. Oleh karena itu perlu strategi agar masyarakat lapisan bawah harus dibantu agar lebih berdaya, sehingga tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi dan kemampuan masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki, tetapi sekaligus meningkatkan kemampuan ekonomi nasional

 

Penulis : Asia ( Penyuluh BPSDMP)
Sumber :
1. Prof. Margono. Pemberdayaan Masyarakat.
2. Totok Hardikanto. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian.
3. Sumodiningrat, G. 1997. Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat.


Tanggal Artikel : 28-03-2011

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Penyuluhan Sebagai Proses Belajar Dan Perubahan Perilaku
  2. Alat Peraga Dalam Penyuluhan Pertanian
  3. Interaksi Sosial Sebagai Dasar Proses Sosial
  4. Konsepsi Pemberdayaan