Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi >> Padi Gogo >> Budidaya

PENGOLAHAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA PADI GOGO

Sumber Gambar: Wongtaniku. Wordpress. Com
Indonesia memiliki lahan kering 55,6 juta ha. Ini merupakan lahan yang dapat digunakan untuk budidaya padi gogo. Dari jumlah 55,6 juta ha tersebut yang dimanfaatkan baru seluas 1,1 juta ha, kenapa baru 1,1 juta ha yang dimanfaatkan karena padi gogo kurang disenangi.
 
 
Petani kurang menyukai padi gogo, karena produktivitas dan mutu padi gogo masih rendah. Produktivitas padi gogo baru mencapai 2,7 ton/ha, jauh dibawah padi sawah 4,69 ton/ha, disamping itu mutu beras padi gogo yang tidak aromatik dan tektur nasi pera, mengakibatkan padi gogo tidak disukai petani dan konsumen, sehigga nilai ekonominya rendah. Hal tersebut mengakibatkan usaha tani di lahan kering dengan menanam padi gogo tidak menguntungkan sehingga petani kurang bergairah menanam padi gogo. Akibatnya luas lahan padi gogo terhadap padi nasional tetap rendah.

Pada tahun 2001-2003 telah dilepas empat varietas padi gogo yaitu Danau Gaung, Batutugi, Situ Patengan dan Situ Bagendit. Ke empat varietas tersebut dinyatakan memiliki nasi pulen, tetapi hanya Situ Patengan yang beraroma wangi dan varietas situ bagendit yang mulai disukai petani.

Sampai saat ini telah diperoleh sembilan galur potensial yang berdaya hasil tinggi dan aromatik. Salah satu galur potensial untuk dijadikan padi gogo unggul, adalah Unsoed G 136. Perkembangan selanjutnya Unsoed G 136 diberi nama JSPGA -136 (Jenderal Soedirman Padi Gogo Aromatik-136).
JSPGA-136 memiliki keunggulan daya hasil tinggi, aromatik, pulen dan kandungan proteinnya mencapai 13,07 %, kandungan amilosenya 19,97 % dan dapat digolongkan kedalam beras pulen.
Untuk padi gogo juga perlu dilakukan budidaya spesipik lokasi, termasuk pengolahan tanah minimun atau dengan menggunakan alat mesin pertanian untuk mempercepat tanam agar tidak terjadi kekeringan disaat padi mulai berbunga.

PTT padi gogo (padi lahan kering), budidaya padi gogo dapat diltanam secara monokultur, tumpang sari atau sebagai tanaman sela dibawah tanaman perkebunan atau tanaman hutan industri. Sedangkan tanaman monokultur kurang dianjurkan karena biaya yang dikeluarkan lebih besar dari hasil yang didapat.
Media tanam dari padi gogo, sedapat mungkin ditanam pada lahan yang berhumus, struktur remah dan cukup mengandung air dan udara, dengan ketebalan tanah 25 cm dan tanah yang cocok bervariasi mulai dari yang berliat, berdebu halus, berlempung halus sampai tanah kasar dan air yang diperlukan cukup banyak, sebaiknya tanah tidak berbatu, kalau ada batu minimal 50 % dan keasaman tanah antara 4,0 sampai 8,0.
Teknik budi daya pagi gogo di lahan kering dilakukan dengan pengolahan tanah sebagai berikut:.

1. Pengolahan dengan sistem TOT (Tampa Olah Tanah) terutama pada tanah-tanah vertisol yang mudah dijadikan lumpur pada saat air tersedia, yaitu pada akhir musim panas atau awal musim hujan sampai selama satu minggu (7 hari), baru dilakukan penanaman yaitu pada bulan Oktober sampai November, dengan cara membuat lubang dengan jarak 25 x 25 cm dengan menanam butir benih padi sebanyak 3-5 butir per lubang yang ditutup dengan pupuk kandang dan abu atau tanah halus.

2. Pengolahan tanah dengan menggunakan alat mesin pertanian yang dikerjakan pada saat akhir musim panas atau awal musim hujan pertama, dengan melakukan pengolahan tanah sebanyak dua kali, pada pengolahan tanah pertama, lahan dibersihkan dari tanaman pengganggu dan rumput sambil memperbaiki pematang dan saluran drainase, lalu dibajak dan digaru dengan kedalaman 25-30 cm, dibalik dan diratakan. Pengolahan tanah kedua dilakukan dengan menghaluskan tanah dengan cara digaru lalu diratakan, ditambahkan pupuk organik atau pupuk kandang dengan cara menebarkan sebanyak 20 ton/ha. Tanah dibiarkan selama sampai turun hujan setelah dua atau tiga kali turun hujan minimal satu minggu (7 hari), baru dilakukan penanaman pada awal musi hujan yaitu bulan Oktober sampai November, dengan cara membuat lubang dengan jarak 25 x 25 cm dengan menanam butir benih padi sebanyak 3-5 butir per lubang yang ditutup dengan pupuk kandang dan abu atau tanah halus.

Untuk menjaga kesuburan tanah pada lahan penanaman padi gogo perlu dilakukan dengan setiap dengan menambahkan bahan organik tanah, pengelolaan unsur hara tanah, pemberian N kedalam tanah berdasarkan Pengelolaan Hara Spesipik Lokasi (PHSL), pemberian pupuk P dan K berdasarkan status kesuburan tanah. (Maiyunir Jamal).

Sumber:

1. http://www.scribd.com/doc/10059425/Sistem-Pengelolaan-Lahan-Kering Didaerah aliran Sungai.
2. http://newpaper. pikiran -rakyat. Com/prprint.php?mib=beritadetail&id=74096.
3. http://puslittan.bogor.net/index.php?bawaan=berita/fullteks berita&&kunci=herbisida&ko


Tanggal Artikel : 03-03-2011

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Daerah Yang Cocok Untuk Pengembangan Padi Gogo
  2. Pengolahan Tanah Untuk Tanaman Padi Gogo
  3. Persyaratan Tumbuh Padi Gogo
  4. Lahan Dan Pengolahan Tanah Padi Gogo