Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi >> Padi Gogo >> Budidaya

BUDIDAYA PADI WAY APO BURU

Sumber Gambar: http://www.kaskus.us
Way Apo Buru merupakan varietas padi sawah yang cocok untuk budidaya padi gogo rancah ekosistem sawah tadah hujan yang dapat meningkatkan hasil padi gogo rancah.

Varietas padi Way Apo Buru merupakan varietas unggul baru (VUB) yang memiliki produktivitas tinggi yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil padi gogo rancah pada ekosistem sawah tadah hujan. Meskipun varietas tersebut merupakan varietas padi sawah irigasi yang baik untuk ditanam pada dataran rendah hingga sedang sampai 600 meter diatas permukaan laut.

Sawah tadah hujan umumnya hanya dapat ditanami sekali setahun. Pertanaman padi pada areal sawah tadah hujan seringkali mengalami kegagalan panen karena mengalami kekurangan air, baik pada waktu pengolahan tanah maupun pertumbuhan tanaman. Petani umumnya menunggu sekitar dua bulan sejak turunnya hujan untuk melakukan pengolahan tanah. Dengan demikian maka waktu tanam menjadi tertunda sehingga mengakibatkan kekeringan pada fase pertumbuhan generatif dan dapat mengkibatkan kegagalan panen.

Upaya untuk mengatasi ancaman kekeringan pada lahan sawah tadah hujan adalah dengan system bertanam padi gogo rancah. Sistem ini berarti bercocok tanam padi di sawah pada musim hujan, dengan menerapkan gabungan antara sistem gogo dan padi sawah.

Budidaya padi varietas Way Apo Buru dengan sistem gogo rancah ekosistem sawah tadah hujan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Penyiapan lahan
• Waktu mengolah tanah sebaiknya dilakukan sebelum hujan turun atau segera setelah tanaman padi gadu atau palawija.
• Tanah diolah dengan menggunakan bajak dan cangkul dengan kedalaman 15-20 cm
• Setelah turun hujan satu sampai dua kali, tanah segera dihaluskan dan kemudian diratakan.
• Buat saluran pembuangan air setiap jarak 5 meter atau menurut kebutuhan, memanjang sesuai dengan petakan sawah. Saluran keliling dan bedengan sangat diperlukan untuk membuang kelebihan air atau akan berfungsi sebagai saluran drainase.

Penanaman
• Waktu tanam
Pada awal musim hujan, kira-kira setelah turun hujan 2 - 3 kali atau apabila kelembaban tanah telah memungkinkan dapat dilakukan penanaman benih. Biasanya curah hujan sekitar 60 mm / dekade (10 hari), dan kondisi ini terjadi sekitar akhir bulan Oktober sampai Nopember (khusus Pulau Jawa dan lampung).
Ada pertanda lain yang biasanya dijadikan patokan awal tanam padi gogo rancah seperti : bila sudah ada penerbangan binatang laron/siraru, pohon bambu sudah mulai beertunas, tumbuhan gadung sudah mulai keluar bunga pada sulurnya, atau tanda-tanda lain yang biasa digunakan petani sebagai patokan awal tanam.
Apabila sebelumnya masih ada tanaman palawija, dapat ditanam benih dengan cara penugalan benih yang dapat dilakukan pada waktu 1 - 1,5 bulan menjelang palawija di panen.
• Cara tanam
Dapat dilakukan dengan cara ditugal maupun dengan cara larikan. Agar penugalan atau larikan terlihat lurus dapat menggunakan bantuan tali.
• Jarak tanam
Apabila ditaman dengan cara ditugal maka jarak tanam sebaiknya menggukanan jarak 20 x 20 cm atau 25 x 25 cm
Apabila ditanam dengan cara larikan, maka sebaiknya menggunkan jarak antar barisan 20 - 30 cm.

Setelah benih dimasukkan lubang, maka lubang segera ditutup dengan tanah yang gembur.

Penyiangan
Penyiangan dilakukan seawal mungkin sesuai dengan keadaan gulma. Penyiangan secara kering dapat dilakukan pada umur 15 dan 30 hari setelah tanam. Penyiangan secara basah dilakukan pada minggu pertama dan minggu ketiga setelah penggenangan. Pengendalian gulma dapat juga dilakukan dengan menggunakan herbisida yang telah direkomendasikan.

Penggenangan atau perancahan
Tanaman padi gogo rancah sebaiknya baru digenangi setelah tanaman berumur sekitar 45 hari atau selesai pemupukan kedua. Sampai umur 45 hari, bila ada kelebihan air dari hujan, air sebaiknya dibuang. Kalau lahan dibiarkan lembab berkepanjangan atau jenuh air pada awal pertumbuhan padi gogo rancah, pertumbuhan gulma akan sangat tinggi dan akan menyaingi tanaman padi.
Pada tahap permulaan selama 35 - 45 hari tanaman padi dipelihara dengan sistem gogo, kondisi tanah hanya lembab, penyiangan atau pendangiran akan lebih mudah.
Setelah umur 45 hari dan curah hujan diperkirakan telah mencukupi untuk penggenangan sawah secara terus menerus, pertanaman digenangi setinggi 5 - 10 cm atau disesuaikan dengan tinggi tanaman dan padi dipelihara dengan sistem padi sawah.
Bila kondisi curah hujan tidak cukup ntuk merancahkan, pertanaman terus dipelihara seperti layaknya pertanaman padi gogo tetapi disawah.

Dengan uraian yang terbatas ini semoga bermanfaat.


Penulis : Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Madya Pusbangluhtan Badan PSDMP
Sumber : Anonim, 2008. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Tadah Hujan. Badan litbang Deptan.
: http://sulsel.litbang.deptan.go.id
: Bambang S dkk, 2007. Deskripsi Varietas Padi. Balitbang Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.


Tanggal Artikel : 03-03-2011

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pengolahan Lahan Untuk Budidaya Padi Gogo
  2. Daerah Yang Cocok Untuk Pengembangan Padi Gogo
  3. Pengolahan Tanah Untuk Tanaman Padi Gogo
  4. Persyaratan Tumbuh Padi Gogo