Materi Penyuluhan >> Sumber Daya Manusia >> Petani

Peran Pengurus Kelompok Dalam Menggerakkan Kelompok

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Pada awal terbentuknya kelompok tani, ditandai dengan berkumpulnya sejumlah petani yang mempunyai keinginan untuk memperbaiki taraf hidup dan mencapai tujuan-tujuan tertentu. Pada waktu itu mereka belum terkoordinir dengan baik, karena belum mempunyai pengurus kelompok. Mereka adalah beberapa orang petani yang mengambil prakarsa untuk mengkoordinir teman-temannya sesama petani. Pada tahap berikutnya mereka mulai membahas beberapa hal yang berkaitan dengan tujuan berkelompok, aturan-aturan kelompok serta pendanaan dan lain-lain, maka mereka mulai memikirkan kepengurusan kelompok, yang nantinya merupakan orang-orang yang akan menggerakan kelompok tersebut.

Peran pengurus kelompok adalah untuk menjaga kekompakan kelompok dan juga berperan sebagai penggerak kelompok itu agar dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat mencapai tujuan. Oleh karena itu kedudukan dan perannya sangat penting. Pengurus kelompok dengan dedikasi yang tinggi, jujur dan penuh keikhlasan akan membawa kelompoknya menjadi suatu kelembagaan petani yang mantap, maju dan mandiri. Oleh karena itu peran pengurus kelompok adalah: (1) mengkoordinasikan semua kegiatan kelompok sesuai dengan tujuan/cita-cita kelompok, (2) menjaga hubungan antara sesama anggota, (3) mengambil prakarsa untuk berhubungan dengan orang atau lembaga lain, (4) mengembangkan partisipasi dari seluruh anggota, (5) menyusun rencana-rencana kegiatan kelompok, (6) memonitor perkembangan dan meningkatkan kemajuan kelompok. Di lain pihak, anggota kelompok yang terdiri dari petani harus bersikap aktif dan mau bekerja sama dengan pengurus
Dengan demikian terjadilah sinergi antara pengurus dan anggota sehingga kelompok akan menjadi kuat, maju dan berkembang.
Ciri-ciri pengurus kelompok yang baik. Pengurus kelompok adalah individu-individu yang mempunyai ciri-ciri sebagaimana seorang pemimpin, karena itu pengurus harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut: jujur, sabar, bersedia mendengar dan menghargai pendapat orang lain, bertanggung jawab, mampu memotivasi anggota-anggotanya, mampu menengahi perbedaan pendapat diantara sesama anggota dan mampu mengambil prakarsa-prakarsa untuk kemajuan kelompok.
Ciri-ciri kelompok yang kompak sbb: (1) anggota-anggotanya tidak sering berganti-ganti (keluar- masuk), (2) ada perasaan yang sama diantara sesama anggota ( perasaan senasib dan sepenanggungan), (3) pada setiap pertemuan semua anggota hadir kecuali ada halangan, (4) mempunyai aturan-aturan yang disepakati dan dilaksanakan dengan baik, (5) pada setiap pembicaraan, tidak ada pendapat atau pikiran yang terlalu jauh berbeda dengan pendapat atau pikiran-pikiran yang lain.
Kelompok dapat diharapkan tetap utuh, akitf dan dinamis apabila: (1) tujuan kelompok jelas dan diketahui oleh seluruh anggotanya, (2) ada pengurus yang dibentuk sesuai dengan tujuan kelompok, (3) komunikasi dalam kelompok baik, mulai dari ketua sampai anggota memiliki kemauan untuk mendengarkan dan memberikan umpan balik, (4) kerjasama di dalam kelompok maupun pihak luar dapat berlangsung dengan baik, (5) ada keterikatan yang kuat diantara sesama anggota, (6) suasana kelompok harmonis, setia kawan dan saling percaya, (7) aturan yang disusun berdasarkan kesepakatan ditaati dan dilaksanakan.
Penggantian pengurus kelompok dilakasanakan apabila masa kepengurusan sesuai kesepakatan telah habis/berakhir, diikuti dengan pemilihan pengurus kelompok yang baru. Dalam pemilihan itu, pengurus yang lama dapat saja terpilih kembali apabila seluruh anggota sepakat. Demikian juga pergantian pengurus dapat juga dilakukan sebelum masa kepengurusannya berakhir, yaitu apabila seluruh atau sebagian besar anggota menghendaki ini dengan alasannya harus jelas yaitu untuk kepentingan kelompok.
Langkah-langkah pergantian pengurus kelompok. Berilah kesempatan kepada setiap anggota kelompok untuk berperan sebagai pengurus, misalnya dalam: (1) memimpin pertemuan, (2) mencatat hasil pertemuan dan mencatat keluar masuk uang, (3) mewakili pengurus menjelaskan keadaan kelompok bila ada tamu.
Setiap setiap anggota mengamati siapa-siapa saja yang ternyata punya bakat atau punya kemampuan untuk menjadi ketua, sekretaris atau bendahara kelompok, setelah diperoleh calon-calonnya kemudian latih dan diberi kesempatan untuk mewakili tugas-tugas pengurus. Pada saatnya pemilihan pengurus baru, mereka itu masuk calon. Kerena pemilihan pengurus dilakukan secara demokratis, maka bisa saja pengurus lama terpilih lagi atau yang baru-baru yang terpilih. Perlu diingat bahwa setiap kali pengurus baru terpilih, tetapkan (secara musyawarah) berapa lama masa jabatannya/kepengurusannya.
(Ir. Amirudin Aidin Beng, MM, Penyuluh Pertanian Madya. Sumber Dinamika dan Kerjasama Kelompok, Departemen Pertanian, Badan Pengembangan SDM Pertanian 2005)

Tanggal Artikel : 16-02-2011

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Menyelenggarakan Pertemuan Kelompok
  2. Menyusun Dan Merumuskan Tugas-tugas Pengurus Kelompok Tani
  3. Teknik Pemecahan Masalah Dalam Kelompok
  4. Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Petani