Materi Penyuluhan >> Sumber Daya Manusia >> Penyuluh

MEMBANGUN CITA-CITA ATAU HARAPAN KELOMPOK

Kelompok adalah kumpulan lebih dari dua orang yang memiliki tujuan yang sama dan memiliki kegiatan - kegiatan yang diarahkan untuk mencapai tujuan kelompok.


Manfaat berkelompok bagi para anggota adalah para anggota dapat belajar mendengarkan pendapat orang lain, belajar menyampaikan pendapat dan dapat saling belajar dan saling membantu antara sesama anggota. Namun , manfaat ini kadang-kadang tidak dirasakan oleh para anggota, sehingga ikatan pemersatu kelompok menjadi rapuh, yang pada akhirnya kelompok tidak dapat berkembang menjadi sebuah kelembagaan kelompok yang mandiri.


Tujuan kelompok adalah cerminan dari cita-cita atau harapan para anggotanya yang dapat dicapai melalui ketertiban atau kedisiplinan yang dibangun oleh seluruh anggota kelompok. Untuk itu sebuah kelompok perlu mempunyai peraturan agar semua anggota, termasuk para pengurusnya merasa ada kebersamaan dan memiliki rasa tanggung jawab; agar tidak ada yang berlaku seenaknya sendiri dan agar kelompok dapat mencapai tujuan yang telah disepakati.


Cita-cita adalah sesuatu yang didambakan/diinginkan oleh seluruh anggota Kelompok di waktu yang akan datang.
Cita-cita bukan impian, bukan khayalan, bukan angan-angan, tetapi sesuatu yang dapat terwujud atau tercapai.
Bagaimana membangun cita-cita atau harapan kelompok?
Cita-cita atau harapan kelompok harus dibangun secara bersama-sama, karena pada dasarnya sebagai manusia biasa, para angggota kelompok pasti memiliki harapan atau cita-cita, hanya saja mereka belum dapat mengemukakannya.
Pada umumnya kelompok belum dapat merumuskan cita-cita atau harapan mereka dengan jelas, sehingga hal ini dapat menyebabkan turunnya semangat atau gairah kelompok di dalam melakukan kegiatannya.

Dalam merumuskan cita-cita atau harapan kelompok maka ada beberapa kata kunci yang harus dipedomani yaitu :
Cita-cita yang dipunyai setiap Kelompok harus :
Spesifik, jangan terlalu umum
Misalnya : Ingin menjadi kelompok yang maju
Yang disebut maju itu yang bagaimana?
Dapat diukur
Misalnya : Ingin punya tabungan.
Berapa banyak tabungan yang diinginkan ?
Dapat dicapai, jangan angan-angan atau terlalu tinggi.
Misalnya : Ingin keliling dunia
Ini terlalu muluk.
Relevan, masih ada hubungan dengan kelompok
Misalnya : Ingin mempunyai sebuah kesebelasan sepak bola
Ini tidak relevan, tidak sejalan dengan kelompok
Waktunya tidak terlalu lama dan sesuai dengan kesanggupan.
Misalnya : Ingin punya tabungan Rp. 50 juta, anggota hanya 10 orang, menabungnya Rp. 1.000,- / bulan, berapa lama untuk mencapai Rp. 50 juta?
Berangkat dari kata kunci tersebut diatas maka suatu kelompok harus memiliki cita-cita atau tujuan yang ingin dicapai secara bersama-sama. Banyak hal yang bisa dicita-citakan dan bukan mengkhayal, sebab cita-cita atau harapan itu merupakan rencana hidup dengan ukuran-ukuran yang telah dibuat sendiri. Untuk itu setiap anggota hendaknya harus memiliki kesadaran akan kegunaan menjadi anggota kelompok yang dapat menjadi landasan bagi dikembangkannya tujuan-tujuan kearah perbaikan taraf hidup dan penghidupan para anggota kelompok. Kalau cita-cita atau harapan untuk kebaikan atau demi orang banyak, Insya Allah Tuhan akan mempertimbangkannnya. Amin.
Mei, 2010.
Penulis : Siti Nurjanah, Penyuluh Pertanian Madya Pusbangluhtan.
Email : snurjanah8514@yahoo.com
Sumber :
1) Deptan, 2002. Modul 2 Membangun Cita-cita/harapan Kelompok. Seri Pemberdayaan KPK.
2) http://puskesmasberbah.wordpress.com/2008/06/30/puskesmas-berbah-outbond-asyik/ diakses 14 Juli 2010


Tanggal Artikel : 04-02-2011

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Farmer Managed Extension Activities (fma) Sebagai Wahana Pembelajaran Petani Dalam Pengembangan Agribisnis
  2. Penyuluhan Pertanian Sebagai Proses Pemberdayaan
  3. Penyuluhan Sebagai Proses Belajar Dan Perubahan Perilaku
  4. Alat Peraga Dalam Penyuluhan Pertanian